The VICE Evening Bulletin

Buletin Sore VICE: Muasal Pistol Pembunuh Dokter Hingga Perintah Jokowi Agar KPK-Polri Tak Gaduh

Berita penting, dari dalam maupun luar negeri, kami rangkum untuk bacaan kalian di kala senggang.
Foto ilustrasi pistol oleh Brett_Hondow/Pixabay

Kabar Seputar Indonesia

Insiden penembakan Dokter Tandai Bahaya Pistol Ilegal di Indonesia
Dokter bernama Ryan Helmi, menembak mati istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter di
klinik kawasan Cawang, Jakarta Timur. Korban, Letty Sultri, tewas akibat enam tembakan. Helmi yang memiliki riwayat KDRT terhadap korban, membeli dua jenis pistol seharga Rp45 juta dari sumber tidak resmi. Polisi terus mendalami siapa penjual pistol berreta dan revolver kepada tersangka. Sebelumnya, KDRT berakhir dengan istri mati tertembak juga terjadi di Bogor, September lalu. Pelaku diketahui tidak punya akses memiliki senjata api walaupun bertugas di Badan Narkotika Nasional. —Detik

Jokowi Perintahkan KPK-Polri Tak Bertikai
Laporan pengacara Setya Novanto, yang kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP, berbuntut panjang. Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakilnya Saut Situmorang, hampir pasti berstatus tersangka dalam penyidikan polisi atas tuduhan menyalahgunakan wewenang. Presiden Jokowi mengingatkan agar KPK-Polri tak lagi bertikai seperti dua tahun lalu. Jika bukti menjerat ketua KPK tidak kuat, Jokowi minta polisi menghentikan kasusnya. "Saya minta agar tidak ada kegaduhan," kata Jokowi. —Kompas

Iklan

Banding WTO Gagal, Daging AS dan Selandia Baru Bebas Masuk Indonesia
Indonesia kalah dalam sidang banding di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk mempertahankan hambatan impor. Dengan demikian, produk daging serta buah-buahan dari Amerika Serikat dan Selandia Baru akan lebih bebas masuk ke pasar Tanah Air. Indonesia sempat berdalih larangan kepada produk pangan dua negara itu penting untuk memonitor status halalnya. Produk impor yang akan leluasa masuk indonesia di antaranya daging sapi/ayam, bawang, kentang, dan buah-buahan kering. —Reuters

Patung Liling Hitler di Museum Yogya Dikecam Organisasi Korban Holocaust
Museum De Mata di Yogyakarta memamerkan patung lilin Adolf Hitler di depan gerbang kamp konsentrasi Auschwitz, yang menjadi lokasi pembantaian etnis Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II. Simon Wiesenthal Center (SWC), organisasi antisemtisme dan advokat korban Holocaust, mengecam adanya patung tersebut. "Keberadaan patung itu sangat menjijikkan," kata Rabbi Abraham Cooper dari SWC. Patung lilin Hitler bersandingan dengan Darth Vader serta Jokowi, menjadi obyek selfie anak-anak muda Yogya. —Associated Press

Kabar Seputar Dunia

Jepang Ingin Bangun Kasino, Ada Ancaman Diambil Alih Yakuza
Pemerintah Jepang berniat meligalisasi bisnis kasino. Namun, penasehat dari AS yang disewa untuk memulus kan rencana ini memberi dua peringatan: jangan sampai Yakuza terlibat dan batasi konsumsi alkohol. Yakuza selama ini sudah menguasai Pachinko, satu-satunya bisnis perjudian legal di Negeri Matahari Terbit. —Japan Times

Singapura Menahan Ibu Rumah Tangga Hendak Gabung ISIS
Kepolisian Singapura menangkap Munavar Baig Amina Begam. Ibu rumah tangga itu sukses diradikalisasi lewat internet, dan berniat berangkat ke Timur Tengah, gabung dengan ISIS. Begam ditahan bersama dua lelaki lain, yang disinyalir anggota Jemaah Islamiyah (JI). —Channel News Asia

Iklan

Najib Razak Akan Gelar Pemilu Sela di Malaysia
Perdana Menteri Malaysia hendak menggelar pemilu sela dalam waktu dekat untuk meneguhkan kekuasaannya. Meski dilanda skandal megakorupsi US$700 juta dalam kasus 1MDB, Najib masih berpeluang menang dengan cara mengeksloitasi sentimen rasial Malaysia. —The Economist

Kabar Lainnya

Plot musim baru 'American Horror Story' Mirip Kondisi di Indonesia
Musim baru serial televisi horor Amerika Serikat fokus pada cerita pembunuhan berantai, dan dampak media menebar ketakutan masyarakat. Orang cenderung tertarik pada berita sensasional, ikut menyebar foto sadis, lalu kita pun jadi paranoid. Familiar ya. —VICE

Resep Nutella Berubah, Penggemar Fanatiknya Marah-Marah
Ada kabar menggemparkan dari dunia perselaian. Selai coklat kacang Nutella mengubah resep jadi lebih banyak gula. Penggemar fanatik Nutella mengungkapkan kekecewaan di media sosial, karena rasa selai favorit mereka berubah. —MUNCHIES

Facebook Bisa Mempengaruhi Otak Anak
Mantan Presiden Perusahaan Facebook menyatakan media sosial berdampak buruk pada anak-anak. "Kami mengksploitasi psikologi manusia," ujarnya. "Medsos bisa mengubah hubunganmu dengan masyarakat." Hmm, kenapa kita masih mainan Facebook dong? —VICE News