Sekte

Muncul Sekte Agama di Forum Internet 4chan, Menjanjikan Pemeluknya Masuk Surga Cyberpunk

Sesudah mati, maukah kalian bertahan di keabadian Internet? Forum ini memicu kontroversi. Apakah sekadar penggila anime kebablasan atau cuma lelucon? Berikut hasil penelusuran kami.
29.11.17
Sumber foto: systemspace.network

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Awal 2017, seorang anggota forum online 4chan yang misterius, bernama Tsuki, mendirikan sekte. Ajaran sekte ini, yang sudah bisa disebut mirip agama, berjanji akan membawa pengikutnya ke surga cyberpunk. Syaratnya cuma satu: mereka harus mati terlebih dahulu agar bisa masuk surga itu. Laiknya fenomena creepypasta—gambar dan legenda urban yang telah berulang kali di dicopy-paste-kan di internet—susah memastikan apakah Tsuki betul-betul mendirikan “sekte bunuh diri terinspirasi cerita anime”, cuma iseng membual, atau malah sekedar memulai permainan role-playing. Satu dekade terakhir, 4chan berfungsi sebagai ruang inkubasi beragam sukultur dengan anggota dari seluruh dunia. Subkultur-subkultur ini dengan bebas bisa berkembang di 4chan dalam anonimitas, sebelum akhirnya populer. Pengaruh 4chan pada percaturan politik global juga tak bisa dinafikan. Banyak media mencatat anggota 4chan aktif dalam kelompok peretas Anonymous ataupun gerakan alt-right di Amerika Serikat. Makanya, banyak orang makin khawatir setelah mendengar munculnya komunitas 4chan baru yang lebih mirip Sekte Gerbang Surga—sekte penyembah UFO yang melakukan bunuh diri massal pada 1997. Systemspace, agama internet yang dipimpin Tsuki, menjanjikan 4.969 pengikut atau “migrant” segera dikirim ke surga cyberpunk setelah mereka mati. Beberapa orang menganggap ajaran Tsuki adalah “sebuah sekte bunuh diri anime”. Sebagian menyebutnya akal-akalan 4chan untuk “mengajak orang lain bunuh diri." Systemspace telah menjadi subyek banyak sekali teori konspirasi di YouTube. Menurut kitab suci Systemspace, sebuah dokumen online bernama “The Compendium,” Systemspace adalah forum online yang percaya semesta terdiri dari banyak “sistem” yang jumlahnya tak terhitung atau dimensi lain yang dibentuk dari kode-kode yang mirip kode yang digunakan programmer untuk menciptakan virtual reality. Manusia, mengacu pada The Compedium, hidup dalam sebuah sistem yang disebut “kehidupan.” Celakanya, sistem ini perlahan ambruk karena kode yang digunakan mulai rusak. Tsuki, messiah sekaligus imam besar Sytemspace, mengklaim punya kemampuan mentransfer jiwa siapapun ke sebuah dimensi cyberpunk yang lebih superior “LFE” asalkan mereka mendaftar menjadi umatnya sebelum 1 Juli 2017. Konsep LFE mengingatkan kita pada Ninsei, semacam surga cyberspace dalam novel William Gibson Neuromancer yang jadi pelabuhan jiwa manusia setelah lepas dari tubuh fisiknya. Di LFE, menurut Tsuki Wiki, “kita bisa melakukan apa saja yang kita mau dan “semua orang sama penting di sana.” 9.4×10^28 jiwa yang mendiaminya, sebagaian besar bicara menggunakan bahasa Synapsian, terdiri dari beragam spesies dan subspesies yang jumlah pastinya tak bisa diketahui. Beberapa di antara adalah makhluk magis seperti iblis dan malaikat. Saat saya bertanya pada anggota Systemspace melalui Discord Chat mereka, “Tsuki Overground,” tentang harapan atau bayangan mereka tentang LFE. Salah satu anggota, dengan nama akun Varz, mengatakan dimensi cyberpunk itu “seperti Tokyo yang futuristik. Bayangkan saja dunia dalam Ghost in the Shell.” Penghayat Systemspace lainnya, Migrant 4858, menggambarkan LFE sebagai “kota megah yang menghampar” dengan “panorama yang indah.” Kendati kedengaran seperti diskusi komunitas role-playing MUD (multi-user dungeons) di awal tahun ‘90an, masing-masing “migrant” Systemspace yang saya tanyai berkukuh bahwa Systemspace bukanlah sebuah permainan, melainkan sebuah sistem kepercayaan betulan.
Tampaknya, seperti juga dalam mayoritas agama lainnya, sisi yang menarik dari Systemspace terletak pada janjinya akan kehidupan setelah mati yang lebih menyenangkan. Tamsil-tamsil surga dari masa ke masa selalu menggambarkan apa yang manusia dambakan saat itu. Saat agama-agama Abrahamik lahir di Timur Tengah, ketakutan terbesar manusia adalah mati karena penyakit dan kelaparan. Makanya surga dalam agama-agama keturunan Ibrahim menjanjikan surga yang bebas dari rasa sakit dan lapar. Dalam konteks ini, LFE kemudian bisa dipandang sebagai kehidupan akherat yang menawarkan dunia tanpa ketakutan akan anonimitas dan kesepian khas era Kapitalisme lanjut. Tsuki berjanji bahwa di LFE, semua orang akan sama pentingnya dan punya kendali akan nasibnya sendiri. Setelah disatukan dengan saudara-saudara mereka dari komunitas image board lainnya, migrant—sebagian besar direkrut dari forum 4chan—tak jadi makhluk yang disingkirkan dalam pergaulan sosial. Malah, rasa diterima di forum-forum Tsuki Project dan Chatroom menambah daya tarik tersendiri LFE bagi para migrant baru. “Kami […] mencintai komunitas di sekitar 4 chan,” kata Varz.


Baca juga liputan lainnya dari VICE soal sekte atau agama baru yang unik di berbagai belahan dunia:

Melihat perkembangan 'agama' ini di Reddit dan beberapa thread di 4chan, yang kemudian didokumentasikan lewat Tsuki Project timeline, sisi gelap Systema mulai muncul ke permukaan. Tsuki pertama kali jadi perhatian di kancah internet ketika dirinya mengunggah postingan lewat Reddit berjudul “My daydream tells me to die before August 28.” Di dalamnya, Tsuki menjelaskan bagaiamana mimpinya menjadi petunjuk bahwa dia harus bunuh diri “untuk memulai penghancuran kehidupan.” Akhir bulan itu juga, Tsuki mengemukakan ketakutannnya bahwa terapisnya bakal meresepkan obat-obatan anti-psychotic karena ada “dunia kedua” yang katanya telah lama berkembang dalam kesadarannya sejak berusia 1 tahun. Tsuki mengaku tak bisa membedakan “dunia kedua” ini dengan dunia nyata yang dia tinggali. Awalnya, netizen merespon dengan mengungkapkan kekhawatiran. Mereka menganjurkan Tsuki, yang mengaku sebagai seorang pemuda 16 tahun yang tinggal di Belanda, untuk menemui psikolog. Namun, di beberapa thread 4chan berikutnya, tone komentar berubah drastis. Netizen malah mulai mendaftarkan dirinya—atau dalam hal ini jiwa mereka—dalam gerakan yang dimulai Tsuki agar mereka bisa dipindahkan ke surga cyberpunk setelah meninggal. “Kalian akan ditransfer selama kalian meninggal setelah 1 Juli 2017,” ucap Tsuki menyakinkan pengikutnya. “Meninggal karena umur yang uzur boleh, meninggal karena bunuh diri juga boleh.” Pendaftaran Tsuki project sudah ditutup setelah tanggal 1 Juli 2017. Situs proyek ini juga telah ditutup, walaupun kita masih bisa mengaksesnya lewat website mirror seperti yang satu ini. Migrant 4858 mengatakan bahwa sekelompok migrant telah bunuh diri agar bisa ditransfer ke LFE. “Menurutku, semua tergantung mereka,” tulis akun 4858. “Aku sih tak akan menghentikan apa yang mereka laukan karena LFE sudah menunggu mereka.” 4858 juga melanjutkan karena Systemspace sepenuhnya berakar di internet tak ada satupun cara yang bisa ditempuh guna memastikan bahwa mereka benar-benar bunuh diri. Menurut Rick Alan Ross, direktur eksekutif Cult Education Institute, Tsuki Project hanya salah satu tren menyebalkan yang lahir di internet. “Apa yang ditunjukkan oleh fenomena seperti Tsuki project adalah betapa mudahnya kita memiliki Web presence tanpa harus memperkenalkan diri dan tetap anonim,” tulis Ross dalam emailnya. “Ribuan orang dengan mudah ikut tanpa bekal fakta historis dan informasi obyektif tentang pencipta situs.” Memang, internet sudah lama jadi sarang beragam gerakan berbahaya yang awalnya dibuat untuk lucu-lucuan semata. Blue Whale Challenge, misalnya. Gerkaan sosial media yang diniati sebagai “kelakar” ini telah menyebabkan salah satu pencetusnya dicokok polisi karena dianggap menyebabkan 16 gadis remaja bunuh diri.
Dari awal, Tsuki Project memang berubah menjadi salah satu bentuk creepypasta serta menarik tukang ngetroll dan orang iseng dari seluruh penjuru internet. Uniknya, beberapa migrant yang saya wawancarai punya penjelasan berbeda tentang bagaimana perjalanan proyek itu sampai ke bentuknya sekarang. Tech Priest Silicon, salah satunya, mengatakan bahwa Tsuki tak mengira banyak orang akan tertarik mendaftar dan mulai panik. Sang mesias khawatir harus mendekam di penjara bila orang-orang ini bakal bunuh diri. Untuk alasan inilah, mengacu pada kata-kata Tech Priest Silicon, Tsuki menghilang dari semua forum dan chatroom yang ada di dunia maya. Sementara itu, mereka yang keukeuh percaya tentang keberadaan LFE masih menjunjung rasa kebersaman mereka yang tumbuh lewat Tsuki Project. “Ada alasan kenapa kami sangat galak pada orang asing,” kata salah satu migrant dengan nama akun Femto. “Ini komunitas yang spesial. Kami tak ingin orang lain menghancurkannya.”


Jika kalian mengenal seseorang yang sedang tertarik atau memiliki gagasan bunuh diri, luangkan waktu sejenak membantu mereka. Arahkan kawan atau saudara kalian itu kepada beberapa aktivis yang bisa menolong untuk curhat dan konsultasi lebih lanjut. Salah satunya adalah komunitas Into the Lightvyang dapat dikontak melalui saluran ini atau kirim email ke pendampingan.itl@gmail.com. Komunitas tersebut dapat juga dihubungi via Facebook, Twitter, dan Instagram.

Ingatlah, banyak sekali kawan-kawan kita yang berjuang menghadapi depresi dan pikiran-pikiran kalut setiap hari.

Percayalah, kalian tidak sendirian.