The VICE Guide to Right Now

Lelaki di Singapura Langgar Lockdown Agar Bisa Tetap Mencuri Pakaian Dalam Perempuan

Polisi menemukan lebih dari 100 bra dan 40 celana dalam ketika menggerebek rumah pelaku.
20 Mei 2020, 4:39am
ilustrasi pakaian dalam perempuan
ilustrasi pakaian dalam perempuan

Singapura menjalani lockdown sejak pemerintah mengeluarkan peraturan “circuit breaker” atau memutus rantai penyebaran Covid-19 sejak 7 April. Warga hanya diperbolehkan keluar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan berolahraga.

Sebagai warga negara yang baik, penduduk Singapura tentu harus menaati perintah tersebut. Namun, lelaki 39 tahun bernama Lee Chee Kin tak tahan ingin mencolong pakaian dalam milik perempuan yang biasa dia lakukan. Akhirnya pada 15 April, dia melanggar peraturan demi fetish-nya tersebut.

Lee mulai belajar mencuri pakaian dalam perempuan sejak 2018. Dia tak segan memanjat pagar belakang dan menyelinap ke ruang cuci jemur di rumah orang. Laporan Pengadilan menjelaskan dia memilih celana dalam dan BH "berdasarkan mutu estetiknya", setelah itu menggunakannya untuk "kepuasan seksual".

Lee sampai empat kali memasuki satu rumah yang sama sepanjang Februari dan Maret 2019. Dia menggondol 24 potong pakaian dalam senilai 1.000 Dolar Singapura (setara Rp10,4 juta) dari jemuran.

Polisi menemukan lebih dari 100 bra dan 40 celana dalam ketika rumah Lee digerebek. Mothership melaporkan masih ada laporan 93 bra dan 25 celana dalam yang hilang dengan doi sebagai tersangkanya juga. Lee pernah ditangkap sebelumnya, tapi kemudian dibebaskan dengan jaminan. Sepertinya doi belum kapok juga. Larangan keluar rumah dan pandemi global tak mampu menghentikan aksinya.

Dia kembali mencuri pakaian dalam dari rumah orang lain bulan lalu. Lebih parahnya lagi, dia tidak mengenakan masker selama beraksi. Selain memasuki kediaman orang tanpa izin, dia juga tidak mematuhi peraturan lockdown.

Channel News Asia melansir Lee dikenakan 10 tuduhan, termasuk pencurian, memasuki properti tanpa izin, mengakses materi komputer secara ilegal, dan melanggar regulasi Covid-19. 14 dakwaan lainnya akan dipertimbangkan untuk menentukan hukuman yang akan diberikan kepadanya.

Pengacara Lee mengatakan pencuri itu menyesali perbuatannya. Mereka kemudian mengklaim ayah Lee meninggal dunia pada 2019, dan pamannya baru saja menjalani operasi. Dua peristiwa ini diklaim memengaruhi perilaku Lee.

Follow Koh Ewe di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA