Seni

Ngobrol Sama Seniman Australia Perajut Sarung Penis untuk Memahami Motivasinya

Kata Brett Walker, seperti perempuan, lelaki juga harus mencintai tubuh mereka sendiri.
27 Juli 2020, 4:47am
Brett Walker dan sarung penis rajutnya

Suatu siang, aku sedang main Instagram ketika menjumpai postingan jualan sarung penis rajut. Terkesan dengan benda unik ini, aku pun memeriksa daftar opsi desain yang tersedia. Pilihannya beragam dan bisa untuk titit yang sudah dan belum disunat.

Pembeli bahkan dapat menambah detail seperti urat, tato dan rambut kemaluan. Warna sarungnya “bisa disesuaikan dengan kulit, atau malah warna-warni sesuai kreativitas.” Aku memesannya lewat DM, dan seminggu kemudian pesananku tiba.

Sarung rajut ini memeluk erat penisku, apalagi setelah diikat tali. Puas dengan hasilnya, aku mengunggah foto cuma pakai sarung penis ke Instagram. Siapa sangka, postingannya disukai banyak orang. Lebih banyak dari jumlah like yang pernah aku terima sepanjang hidup. Aku lalu memutuskan untuk mewawancarai penciptanya.

Seniman 33 tahun bernama Brett Walker (Brettybobetty di Instagram) adalah sosok di balik sarung penis rajut. Aku mengajak lelaki Melbourne ini ngobrol tentang ciptaannya, body positivity, dan penyensoran internet.

1594624215339-love-my-wooly-willy-armer

Penulis memakai sarung penis rajut

VICE: Boleh diceritakan alasan kamu merajut sarung penis?
Brett Walker: Semua orang harus mencintai tubuhnya sendiri. Body positivity mungkin ramai di kalangan perempuan, tapi menurutku laki-laki juga menghadapi tekanan sosial yang sama. Lelaki bisa minder sama bentuk penis dan seksualitas mereka sendiri. Sarung rajut ini membantu para laki-laki lebih percaya diri begitu mereka melihat penisnya “berubah” jadi seni.

Penting bagi laki-laki untuk mencintai setiap bagian tubuh mereka tanpa membandingkannya dengan milik orang lain. Setiap penis memiliki keunikannya sendiri, dan bukan berarti jelek hanya karena berbeda dari standar masyarakat. Bentuk, ukuran dan warna penis sangat beragam. Ada yang berurat dan tumbuh bulu, ada pula yang enggak. Kita harus merangkul perbedaan ini, dengan memakai sarung rajut misalnya.

1594624272830-9-nine

Salah satu sarung penis yang dirajut Brett Walker

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk merajut satu sarung?

Sekitar tiga hari. Aku enggak pakai pola, jadi setiap sarung penis yang dirajut sangat unik.

Seperti apa proses pemesanannya?

Aku akan meminta ukuran penis pembeli supaya sarungnya nyaman dipakai. Harganya sendiri mulai dari 150 Dolar Australia (Rp1,5 juta). Agar lebih gampang, aku memberikan instruksi bergambar untuk mengukur penis dengan benar. Ini enggak wajib, tapi mereka bisa mengirim foto referensi biar ukuran, bentuk dan detailnya sesuai dengan yang asli. Aku juga menerima pesanan bikin bagian tubuh, seperti penis rajut untuk lelaki transgender. Jika ditambah strap, pembeli enggak perlu pakai celana dalam lagi.

Mereka bebas menentukan desainnya, mulai dari warna, panjang kulup hingga detail urat dan rambut kemaluan. Sarungnya cocok buat penis yang sudah dan belum disunat. Aku bahkan bisa menambahkan tindik dan tato sederhana.

1594624353455-chochet-dick-sock

Bagaimana reaksi pembeli saat menerima sarung penis mereka?

Mereka menyukainya. Sejauh ini, aku belum pernah mendapat respons negatif dari pembeli. Sebagian besar positif, meski mereka kadang malu-malu. Enggak sedikit perajut yang minta diajarkan tekniknya setelah melihat postinganku di Instagram.

Menurutmu, bagaimana sarung rajut ini bisa membuat lelaki lebih mengenal penisnya?

Ngobrolin soal penis dan seksualitas laki-laki kayak begini saja sudah bikin aku senang. Sebagai life model dan seniman, aku sering melukis laki-laki dengan berbagai bentuk penis. Aku juga seorang queer, jadi paham betul soal ini. Karena alasan itulah, aku sangat teliti ketika merajut sarung penis.

Sayangnya, bentuk tubuh dan penis laki-laki yang muncul dalam komunitas life model masih terbatas. Lelaki cenderung risi apabila bentuknya enggak memenuhi standar ideal masyarakat. Media tampaknya ingin mendiktekan kita mana yang bagus dan enggak. Lewat karyaku, aku ingin menyampaikan bahwa keindahan dunia tercipta dari keberagaman.

1594624385319-7-seven

Pernah gak postingan kamu di Instagram kena lapor atau dihapus karena mengandung konten telanjang?

Sensor Instagram enggak jelas dan konsisten. Sarung penis rajut ini menunjukkan betapa anehnya sistem penyensoran mereka. Aku bisa lolos dari sensor, padahal kontennya setengah telanjang. Aku misalnya bikin penis rajut, terus kamu mengunggah foto saat memakainya. Berhubung penis asli kamu enggak kelihatan, jadi postingan itu enggak kena sensor. Lain ceritanya kalau kamu mengunggah foto yang mengandung penis, bokong atau puting asli. Postingannya sangat mungkin dihapus karena melanggar pedoman Instagram.

Ketelanjangan masih tabu di masyarakat, tapi aku rasa seharusnya dirayakan melalui karya seni, pluralitas dan kepercayaan diri.

Follow Felippe Canale di Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.