Ritual El Colacho: Pria Menjadi Iblis Lalu Melompati Bayi di Jalan

Festival tahunan di Murcia, Spanyol ini melambangkan kesucian bayi dan upaya masyarakat melindungi mereka dari marabahaya dan penyakit.

|
26 Juni 2017, 2:40am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Spanyol.

Semua foto oleh Rodrigo Mena

Setahun sekali kota kecil di utara Spanyol, Castrillo de Murcia, akan menggelar sebuah upacara tradisional unik. Seorang lelak mengenakan baju kuning-merah mencolok, melambangkan iblis, akan melompati beberapa bayi bersamaan yang digeletakkan di jalanan. Bagi masyarakat setempat, pelaksanaan upacara ini tak kalah pentingnya dari prosesi baptis di gereja. Dengan dilompati seperti itu, bayi-bayi yang tadi diandaikan bersih dari semua dosa serta dapat terhindar dari bermacam penyakit. Tradisi tersebut dijuluki 'El Colacho', mulai dijalankan penduduk lokal sejak 1621. Hari pelaksanaannya selalu jatuh pada Minggu, 60 hari setelah Paskah.

Seperti banyak tradisi unik di Eropa lainnya, praktik El Colacho berakar pada paganisme, walaupun warga sekarang nyaris semuanya menganut Katolik. Kini, El Colacho bahkan didukung langsung oleh keuskupan setempat. Permulaan prosesi akan melibatkan pemberkatan oleh Uskup. Sempat ada masalah mengenai keterlibatan gereja. Melompati bayi demi menghilangkan dosa dan penyakit tak dikenal dalam tradisi Kristen, sehingga Paus Benediktus XVI sempat meminta petinggi keuskupan tak lagi datang dan memberkati tradisi El Colacho. Namun petinggi gereja Katolik Spanyol memilih untuk terus hadir dan memberi dukungan. Jalan tengahnya, setelah bayi-bayi tadi (yang selalu lahir setahun sebelum pelaksanaan El Colacho) dilompati oleh si pria, maka petinggi Keuskupan Burgos (provinsi yang membawahi provinsi Murcia) akan memberkati mereka dengan air suci sesuai ajaran Katolik.

Saya ngobrol bersama jurnalis foto Rodrigo Mena, yang mengabadikan pelaksanaan tradisi El Colacho, dan kali ini bersedia membagikan sebagian foto-fotonya untuk kita semua.

VICE: Bagaimana awalnya kamu bisa tahu ada tradisi bernama El Colacho?
Rodrigo Mena: Aku sekarang memang bermukim di Ibu Kota Madrid, tapi sebetulnya sejak kecil sampai remaja aku tinggal di Provinsi Burgos. Jadi aku sudah biasa menonton pemberitaan televisi lokal tentang El Colacho selama tumbuh besar. Sayang, aku selalu gagal bertandang ke Castrillo de Murcia, sampai akhirnya aku bisa mengunjunginya langsung pada 2016, kebetulan karena sedang ada pekerjaan di Burgos. Aku berpikir, daripada cuma nonton liputannya di TV, kenapa tidak sekalian saja datang dan menyaksikannya langsung.

Tahu ga kenapa tradisi ini dijuluki "El Colacho"?
Itu dia masalahnya. Semua narasumber yang kuhubungi juga tidak terlalu paham arti El Colacho, kecuali bahwa itu julukan si titisan iblis. Mereka juga sudah tidak mengerti siapa yang memulai tradisi melompati bayi ini. Warga Murcia sih menduga kemungkinan sebutan Colacho ini merujuk pada rambut kuda yang menjadi bahan cambuk sang iblis untuk menyerang siapapun yang berani menghinanya. Iblis dalam tradisi di Burgos ini digambarkan mengenakan baju warna terang menyala, memegang cambuk di tangan kanan, serta castanet di tangan kiri.

Lalu, apa tujuan bayi-bayi itu dilompati seorang pria dewasa?
El Colacho adalah titisan iblis. Dengan melompati bayi-bayi tersebut, dia justru menyucikan mereka, melindungi mereka dari semua marabahaya dan penyakit. Bahkan ada kepercayaan, bayi di Murcia rentan terserang hernia kalau tak pernah diikutkan acara ini.

Kamu sempat lihat ga, ada warga yang tak setuju sama tradisi El Colacho?
Kalau maksudmu muncul rombongan Front Pembela Katolik yang protes dan menuntut tradisi ini dihapus sih engga ada. Saat saya datang sebetulnya di Murcia sedang hujan lebat, tapi nyatanya nyaris semua penduduk kota datang dan merayakan acara melompati bayi tersebut.

Menurutmu bahaya engga sih bayi-bayi dilompatin begitu? Kalau keinjek gimana?
Kalau baru pertama lihat, emang serem sih waktu tahu ada lelaki dewasa melompati bayi-bayi kayak ngasal gitu. Tapi tradisi ini tidak pernah dipandang berbahaya atau kontroversial oleh penduduk Spanyol. El Colacho mulai digelar rutin sejak 1621 dan tidak pernah ada insiden bayi terinjak, sekalipun. Kalau kamu di lokasi, kelihatan kok kalau jarak antar bayi sudah diatur sedemikian rupa, agar si pria memerankan El Colacho mustahil menginjak mereka saat melompat.

Orang tua yang mengikutkan bayinya di acara ini gimana responsnya?
Tahun lalu, ketika saya pertama datang, El Colacho melompati lebih dari 100 bayi. Jadi bisa kita simpulkan, bagi orang tua di Murcia, tradisi itu sangat penting. Anak-anak itu didandani, dipakaikan baju terbaik, dan dari foto-foto yang saya peroleh, wajah para orangtua semuanya gembira kok. Setiap ayah atau ibu akan menyiapkan matras buat si bayi di jalan, dilompati El Colacho, lalu anak mereka langsung dibawa ke dekat uskup untuk diberkati dengan air suci.

Di fotomu, aku lihat banyak warga menggantung selimut di balkon rumah. Maknanya apa ya?
Betul. Memang ada tradisi agar warga selama prosesi El Colacho menggantung kain, taplak meja, selimut, atau apalah, yang penting kain warna putih. Hal itu untuk melambangkan kesucian, untuk mengusir sang Iblis. Di setiap matras tempat tidur bayi, akan diletakkan juga altar mini, yang dipenuhi bunga dan gambar-gambar para Santo. Sayang, pas foto-foto ini saya ambil Murcia hujan agak deras, jadi sebagian gambarnya kurang nendang. Setelah cuaca cerah lagi, baru deh terlihat betapa indahnya pemandangan satu kota dipenuhi kain putih menggantung di rumah-rumah.