Budaya

Rapper 19 Tahun Asal Malaysia Viral Usai Manggung Sambil Mengenakan Hijab

Noor Ayu Fatini sebenarnya bukan satu-satunya rapper muslimah yang memakai busana sesuai ajaran agamanya. Ada banyak rapper berhijab belakangan muncul dari kancah hip hop.
05 Juli 2019, 9:36am
Bunga Rapper 19 Tahun Asal Malaysia Viral Usai Manggung Sambil Mengenakan Hijab
Semua foto dari akun instagram Bunga

Video kontes rap yang digelar di Perak Malaysia pada November 2018 jadi viral di media sosial. Gara-garanya? Ada peserta perempuan satu-satunya di panggung, yang tampil mengenakan hijab. Kehadiran cewek ini menghadirkan suasana berbeda dari kontes rap yang biasanya sangat maskulin.

Noor Ayu Fatini Mohd Bakhari mulai dikenal publik Malaysia setelah videonya manggung tersebar ke mana-mana. Tapi, ternyata dia tak cuma menikmati popularitas sesaat. Sampai sekarang, karirnya justru tambah melesat dalam kancah hip hop Negeri Jiran. Noor Ayu memakai nama panggung 'Bunga' tiap kali beraksi.

Tentu saja, Bunga bukan perempuan pertama di Malaysia yang ngerap. Pendengar musik Indonesia mungkin sebelumnya akrab dengan grup Ahli Fiqir yang tenar berkat single 'Angguk-Angguk'. Grup yang menggabungkan hip hop dan R&B itu memiliki personel perempuan.

Bunga sekarang tak lagi dikenal sekadar bekas peserta kontes yang viral. Bunga bahkan sudah berhasil tampil dalam 16 Baris, cypher show populer di Youtube yang dikenal karena menampilkan bakat-bakat baru kancah hip hop Asia Tenggara. Kanal YouTube itu memiliki lebih dari 159.000 subscribers.

Bunga pun kini menjadi salah satu bintang tamu Pesta Raya, acara kesenian melayu terbesar di Singapura. Selain rapper, pesta raya menghadirkan pentas teater, seniman, hingga penari dalam daftar penampilnya.

Bunga harus diakui awalnya menarik perhatian mula-mula karena busana yang dia kenakan. Dia menerabas tabu yang biasanya mengungkung perempuan berhijab di Malaysia. Kancah hip hop Malaysia berkembang pesat sejak dekade 90'an, namun nyaris semua musisi yang terlibat adalah lelaki. Penampilan di 16 Baris membuatnya diakui karena skill yang dia punyai, bukan sekadar busananya.

Kabar baik lainnya, Bunga tidak sendirian jadi wakil perempuan berhijab di kancah. Ada Neelam Hakeem, rapper muslimah lain yang mengusung lirik bertema solidaritas terhadap sesama perempuan dan muslim. Sementara di Amerika Serikat, Mona Haydar, sudah menarik perhatian—selain karena hijab juga ditopang liriknya yang mengkritik tajam kebijakan Donald Trump.

Siapa sangka, Bunga awalnya berniat melepas hijabnya sebelum tampil di pentas November lalu yang membuatnya viral. Keputusan untuk tetap berhijab dia ambil hanya beberapa menit sebelum dipanggil MC naik panggung.

"Awalnya aku pakai baju biasa, rambut tergerai," ujarnya saat diwawancarai Associated Press. "Di detik-detik terakhir, aku ingin menjadi diriku sendiri. Jadi sekalian saja aku pakai baju kurung sebelum tampil."

Awalnya Bunga khawatir penampilannya menuai kritikan. Ternyata banyak pihak mendukung. Alhasil, sampai sekarang dia memutuskan tetap pakai hijab. Meski begitu, sebagian kecil kaum konservatif Malaysia tetap menyesalkan keputusannya ngerap. Aksinya dianggap "merendahkan perempuan muslim."

Tapi Bunga bergeming. Lirik-liriknya sendiri tak pernah menggunakan kata-kata kasar atau mengumbar hal-hal vulgar. Dia membicarakan bullying, cinta, dan pengalaman dunia kerja.

Bunga juga perkara hijab serta karir di dunia hip hop tak harus mengorbankan salah satu. Semua itu mungkin berjalan beriringan. Sembari menata karirnya dengan pindah ke Kuala Lumpur, Bunga berencana melebarkan sayap ke seluruh dunia lewat musik rapnya.

"Setelah mulai dikenal, saya menyadari ada banyak perempuan berhijab yang sebetulnya juga pengin ngerap. Saya selalu bilang kepada mereka, agar berjuang mewujudkan cita-cita itu. Karena kamu tidak harus peduli pada apa kata orang."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.