Iklan
Bahasa Asing

Ngobrol sama Cowok yang Mendadak Lancar Berbahasa Asing Setelah Bangkit dari Koma

Ben McMahon cuma sempat belajar dasar Bahasa Mandarin di SMA. Usai sembuh dari koma akibat kecelakaan mobil, dia tiba-tiba bisa lancar banget ngobrol sama orang Cina.

oleh Julian Morgans
28 Juni 2019, 7:57am

Semua foto dari arsip pribadi Ben McMahon.

Dengarkan seri podcast VICE 'Extremes' di Apple, Spotify dan kanal-kanal streaming lainnya.

Ben McMahon pernah belajar dasar-dasar bahasa Mandarin di SMA. Lelaki asal Australia ini merasa kemampuannya standar banget, yang jelas tidak bisa dibilang menguasai—apalagi sampai lancar ngomong sama penutur asli. Keajaiban perlahan terjadi pada 2015. Ben yang menyetir mobil diseruduk truk. Dia luka parah. Setiba di rumah sakit, dokter menyatakan dia koma.

Nasib masih berbaik hati padanya. Ben bangkit dari kota seminggu setelah kejadian. Namun, tak ada satupun dari mereka bisa memahami ucapan Ben. Keluarganya sendiri juga enggak paham sama yang dia omongkan. Kecuali satu perawat imigran asal Tiongkok. Kok bisa? Ternyata, setelah bangun dari koma Ben hanya bisa bicara dalam bahasa Mandarin. Dan dia lancar banget ngomongnya. Udah setara penutur asli.

Tak cuma omongannya yang mendadak berubah jadi Mandarin. Cara pikirnya, suara hatinya, semua ikut berganti. Seakan-akan dia bukan orang Australia lagi yang berbahasa Inggris, melainkan lelaki asli yang lahir dan besar di Tiongkok.

VICE mewawancarai Ben untuk seri podcast kami yang baru "Extreme". Podcast ini mewawancarai orang-orang menarik yang selamat dari peristiwa ekstrem tapi kemudian memiliki berkah tak disangka-sangka.

Kejadian unik yang dia alami membuat peruntungan Ben berubah. Dia terdorong untuk datang ke Cina dan jadi bintang acara kencan paling populer sedunia.

VICE: Halo Ben, yuk ngobrolin kecelakaanmu lebih dulu. Apa yang terjadi hari itu?
Ben McMahon: Aku sama sekali tidak ingat kronologinya, pokoknya langsung hitam aja semua. Tapi katanya, truk trailer gede melanggar lampu lalu lintas, lalu menyeruduk samping sedan yang kukendarai. Nyaris semua tulang di tubuhku patah. Aku mengalami gegar otak. Terus akhirnya koma selama seminggu. Pas bangun pertama ingatan maupun pandanganku buram. Katanya sih aku coba ngomong beberapa kali, tapi enggak ada yang paham. Aku dianggap mengigau. Lalu ada satu momen seorang perawat asal Tiongkok datang ke bangsalku. Aku mulai sadar sepenuhnya dan ngobrol lancar dalam bahasa Mandarin sama dia. Si perawat tadi terkejut, lalu teriak memanggil orang tuaku saking kagetnya.

Ortumu kaget kamu tiba-tiba lancar bicara dalam bahasa Mandarin?
Si perawat itu bilang gini, "anak kalian ini bisa dipastikan sudah sepenuhnya sadar dari koma... tapi dia sekarang cuma bisa ngomong Mandarin." Ayah ibuku sih seneng karena yang penting aku masih hidup. Setelah beberapa hari, baru mereka khawatir karena jangan-jangan aku hanya akan bisa bicara dalam bahasa Mandarin.

Kamu enggak sadar setelah sadar kalau semua ucapanmu itu dalam Mandarin?
Enggak tuh. Ya aku ngerasanya ngomong biasa aja. Tapi dokter, perawat, ayah-ibu, sampai adik-adikku semua enggak paham. Ternyata karena aku memang konsisten ngomong dalam bahasa Mandarin. Total sebulanan deh aku betulan cuma bisa ngomong Mandarin, bahkan sampai aku diizinkan rawat jalan di rumah.

Apakah kamu pernah belajar atau menguasai bahasa Mandarin sebelum koma?
Aku memang belajar Mandarin pas SMA. Bisa dibilang, aku menguasai percakapan dasar. Tapi enggak lancar sama sekali. Jauh lah dari standar penutur asli. Anehnya, setelah kecelakaan, suara hatiku terucap dalam Mandarin yang fasih banget. Aku bermimpi sampai mikir otomatis dalam Mandarin. Alami banget rasanya. Seakan-akan Mandarin adalah bahasa ibuku. Aku enggak menerjemahkan Inggris ke Mandarin ya. Pokoknya di otakku otomatis langsung mikir dalam Mandarin.

Adakah ahli yang pernah menjelaskan penyebab kamu tiba-tiba menguasai bahasa asing setelah koma?
Iya. Ada satu teori yang kupikir paling akurat menggambarkan kondisiku. Buat penutur bahasa Inggris, konon kemampuan bahasa mereka tersimpan di sisi kiri otak. Sebaliknya, penutur Mandarin menggunakan sisi kanan maupun kiri otak secara seimbang untuk komunikasi. Insiden ditabrak truk paling mempengaruhi sisi kira otakku. Sehingga, dalam kondisi koma, bagian kiri itu beristirahat dan nyaris tidak aktif sama sekali untuk pemulihan jaringan syarafnya. Ada neurolog yang menduga, kalau tubuhku setelah kejadian ibaratnya bilang gini, "oke otak kiri, sana istirahat dulu. Untuk semua aktivitas lain, termasuk berbahasa, otak kanan dulu yang jalan ya." Kira-kira begitulah. Kemampuan dasar-dasar Mandarin yang dulu kupelajari jadi maksimal banget. Sehingga aku akhirnya mendadak lancar ngomong dalam Mandarin.

Setelah menguasai Mandarin dan sembuh, apa yang selanjutnya kamu lakukan?
Aku tertarik untuk mengunjungi Tiongkok. Aku betulan pergi ke sana setelah sehat. Siapa sangka, kemampuan bahasa yang tiba-tiba kukuasai tadi memberiku kesempatan tampil di acara televisi If You Are The One. Bisa dibilang, ini acara kencan di TV terpopuler sedunia. Penontonnya memang kebanyakan orang Cina sih. Tapi gimana dong, per episode yang nonton 80 juta orang lho. Intinya, di tiap episode ini satu cowok akan dikelilingi 24 cewek yang menghujanimu dengan pertanyaan. Mereka pokoknya menguliti latar belakangmu, untuk melihat kamu calon pacar/suami yang baik atau enggak. Pertanyaan standarnya macam ini: "kamu udah punya rumah belum?", atau "hobimu apa sih?", sama "kamu punya atau bisa mengendarai mobil?" Pokoknya kamu ditanya ampe detail banget.

Kamu bisa memikat gadis-gadis di acara itu? Ada yang nyantol jadi pacar beneran ga?
Aku pakai strategi supaya memberi kesan baik. Aku membagikan biskuit Tim Tam ke semua kontestan. Mereka suka banget. Di episode berikutnya, aku memainkan lagu tradisional Tiongkok diiringi mandolin. Aku jadi peserta cowok yang lumayan diingat lah. Nah, ada satu kontestan perempuan yang ngasih aku 'super-like', artinya dia beneran tertarik sama aku. Kami ngobrol intensif di luar syuting selama sebulanan. Dia sempat datang ke Melbourne, kota tempatku tinggal. Kami kencan sekali, tapi terus sama-sama sadar kalau kayaknya kami enggak cocok pacaran.

Duh sayang sekali. Kamu sendiri percaya kemampuanmu berbahasa Mandarin karena takdir?
Iya. Aku 100 persen menganggap bakat baru ini sebagai anugrah dari takdirku. Di Tiongkok, mereka menyebutnya Mìngyùn artinya jalinan nasib yang mempertemukan seseorang. Dalam hal ini, aku dipertemukan dengan Bangsa Cina. Aku dulu sempat sedikit tertarik sama kebudayaan Tiongkok, tapi berkat kecelakaan dan koma itu, aku jadi sangat terikat sama semua yang serba Cina. Aku tidak mungkin mampir ke negara itu kalau tidak mendadak lancar berbahasa Mandarin setelah koma. Aku bahkan mungkin tidak menyukai bangsa dan kebudayaan ini.

Artinya, apakah kamu bahagia karena celaka tapi akhirnya bisa berbahasa Mandarin?
Kalau bahagia enggak ya. Siapa sih yang demen mengalami kecelakaan sampai nyaris mati. Tapi, aku bersyukur masih diberi kesempatan hidup dan banyak hal-hal baik menghampiriku setelah aku dapat kesempatan kedua.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia