Hobi Unik

Mengintip Perlombaan Duyung Cowok Pertama di Dunia

Kontes ini diikuti 10 lelaki yang nyaman dalam balutan sirip masing-masing.

oleh Matthieu Foucher; Diterjemahkan oleh Jade Poa, Dan Annisa Nurul Aziza
15 Juli 2019, 12:14pm

Semua foto oleh VICE

Akhir Juni 2019, ketika Prancis menghadapi gelombang panas terparah, sekelompok laki-laki mendinginkan tubuh mereka dengan cara bersaing dalam kompetisi perdana Mr Triton France. Ini bukan lomba biasa lho.

Sebanyak 10 peserta berlomba mendapatkan gelar merman (putra duyung) terbaik dalam acara yang diselenggarakan Merman Ludo. Panitia percaya acara mereka adalah ajang kejuaraan pertama yang melibatkan laki-laki.

Putra duyung amatir harus melalui empat babak: photoshoot akuatik, berenang minimal 25 meter, dan dua peragaan busana mengenakan pakaian renang dan kostum. Masing-masing kandidat akan dinilai empat juri, termasuk Ingrid la Sirène — mantan juara Miss Mermaid internasional yang kini menjadi direktur kompetisi Miss Mermaid di Prancis.

Usai perlombaan, Kewin keluar sebagai juara pertama Mr Triton France. Aku berbincang dengannya, juara ketiga dan keempat, serta putra duyung favoritku Chris tentang passion mereka menjadi putra duyung dan alasan mengapa bisa sangat PD dalam kostumnya.

Aurélien, Juara Ketiga

1561993662241-Aurelien

Aurélien tinggal di daerah pedesaan di Prancis tengah bersama pasangannya. Dia pegawai toko kebutuhan hewan dan berkebun yang mengurusi bagian ikan-ikanan. Lelaki ini sudah dari kecil menyukai segala hal yang berbau kehidupan bawah laut. Aurélien bahkan sempat menjadi perenang aktif sebelum akhirnya berhenti karena “kurang imajinasi”. Dia lalu menemukan mermaiding di YouTube, dan dari situ dia merasa semakin yakin untuk menyelami dunia putra duyung.

"Sejak dulu aku kesulitan menghadapi tubuh sendiri," Aurélien mengaku. "Melalui mermaiding, aku bisa menjadi orang lain dan melampaui pandangan orang lain terhadapku, dan menerima diriku apa adanya. Di bawah air, enggak ada yang menggangguku dan aku bisa menjadi diriku yang sesungguhnya.” Ia juga menggemari aspek fantasi dari mermaiding, karena ia bisa hidup di kenyataan yang “paralel dengan dunia manusia” dan “melupakan brutalitas dunia manusia."

Mencari tempat latihan cukup sulit bagi Aurélien – sebagian besar kolam renang tidak mengizinkannya memakai siripnya. Oleh karena itu, ia berenang di sungai atau perlautan Prancis barat daya. Setelah membaca komentar netizen di sebuah artikel tentang dirinya, Aurélien memutuskan untuk tidak mempedulikan kata-kata orang lain. “Yang sekarang dianggap ‘normal’ belum tentu sesuai dengan norma-norma yang ada ketika mermaiding baru dimulai. Sementara itu, aku enggak menghabiskan waktu dengan orang kayak begitu.”

Alexandre, Juara Kedua

1561994135238-Alexandre

Alexandre, 22, diperkenalkan pada mermaiding oleh pacarnya Laurianne, yang juga dikenal sebagai Miss Kawaii.

"Awalnya, mermaiding itu aneh bagiku, tetapi aku memang hobi berenang dan bermain di air,” urainya. "Kalau aku sanggup, aku bakalan tetap di bawah permukaan selama-lamanya. Tapi dalam hal performa fisik, berenang pakai sirip sangat berbeda dengan berenang pakai kaki." Sang pelukis pesawat ini berlatih hobi tersebut bersama pacarnya selama lima tahun. Tetapi baru tahun lalu memberanikan diri melakukannya secara terbuka.


Tonton VICE saat ngobrol sama manusia yang yakin dirinya putri duyung:


Sejak ia mengaku suka mermaiding, ia telah berupaya mencuek segala macam ejekan. “Laki-laki kesulitan melihat aspek maskulin dari hobi ini,” katanya. Ia terinspirasi mitologi Norse dan melengkapi gayanya dengan sentuhan Viking: “Gaya ini mengingatkanku akan Poseidon dan putranya – ada unsur kombatif.”

Alexandre tetap kombatif di dunia nyata, terutama selagi menghadapi haters di tempat kerja: "Rekan kerjaku sering mengejekku," kata Alexandre. "Tapi itu memotivasiku untuk menjadi lebih baik."

Kewin, Mister Triton 2019

1561993877207-Kewin

Chris – yang merayakan ulang tahun ke-30nya pada hari kompetisi – sudah menjadi cosplayer selama delapan tahun, tetapi baru ikutan mermaiding tiga tahun lalu ketika melakukan photoshoot bersama temannya. “Dari dulu aku sudah nge- fans sama makhluk-makhluk mitologis, terutama putri duyung,” katanya. “Setelah photoshoot pertamaku, aku menjadi antusias putra duyung.”

Ia bekerja sebagai kepala kasir di sebuah supermarket, tetapi pada waktu luangnya, ia mendirikan perusahaan yang menyediakan sirip dan aksesoris putri duyung. Ia berlatih di sebuah kolam kecil dekat rumahnya di Orléans, dan mengapresiasi rasa kebebasan yang menemani cosplaying. “Di dalam air, semuanya sunyi dan enggak ada apa-apa lagi di sekitarku.”

Christ percaya lebih banyak laki-laki akan berpartisipasi jika putri duyung tidak dianggap makhluk feminin. "Laki-laki menghadapi banyak ekspektasi terkait maskulinitas mereka," ujarnya. "Orang tuaku mengusirku dari rumah pas aku 20 karena aku gay. Kalau kamu pernah mengalami itu, semuanya otomatis menjadi lebih mudah."

Berkat rambutnya yang panjang dan merah, Chris sudah terbiasa dikritik orang lain, terutama di tempat kerjanya: "Buat aku itu udah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya. "Aku sempat sangat terlibat dalam perjuangan melawan homofobia, tapi aku sadar itu bikin capek banget."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE FR.