Fotografi

Foto-Foto Menantang Peran Gender dari Sanggar Bela Diri India

Seri foto terbaru Nadja Wohlleben berjudul ‘A Sword & A Sari’ mengajak kita menyaksikan sebuah sanggar bela diri kecil mengajarkan teknik pertahanan diri dan memberdayakan perempuan di pedalaman India.

oleh Nadja Wohlleben
02 Juli 2018, 3:18am

All photographs by Nadja Wohlleben

Meenakshi Raghavan merupakan seorang Gurukkhal atau guru ahli Kalaripayattu di sanggar bela diri di India Selatan. Guru berusia 76 tahun ini telah mengajarkan teknik bela diri selama 69 tahun. Sanggarnya bernama Kadathanad Kalari Sangham dan terletak di sebuah desa kecil di Kerala, India. Saat ini, muridnya sudah lebih dari 150 orang dan datang dari segala usia dan jenis kelamin.

Pada Januari 2017, Raghavan diberi penghargaan Padma Shri, salah satu penghargaan tertinggi di India, berkat dedikasinya mengajarkan Kalaripayattu. Sejak itu, dia diberi gelar pahlawan nasional dan sering diminta untuk menjadi pembicara di berbagai acara.

Dalam talkshow berikut, Raghavan memperkenalkan Kalaripayattu sebagai cara bagi perempuan untuk menantang peran gender dan memerangi kekerasan seksual.

Misi Raghavan sangatlah penting bagi perempuan di India, berhubung jumlah kasus pemerkosaan di kota seperti Kathua dan Unnao sangat tinggi. Buruknya, statistik ini masih belum pasti karena kasus kekerasan seksual di India banyak yang belum dilaporkan. Sekalipun Biro Statistik Publik India mencatat ada sekitar empat kasus pemerkosaan yang terjadi dalam satu jam di Negeri Sungai Gangga, kita bisa memastikan angka ini hanyalah gambaran kecil dari kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan India.

Survei terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Thomson Reuters Foundation, organisasi filantropis milik kantor berita Reuters, menyebut India sebagai negara paling berbahaya di dunia bagi perempuan.

Semakin banyak orang tua di India mengizinkan anak perempuan mereka belajar Kalaripayattu, karena ancaman kekerasan dapat terjadi sewaktu-waktu. Saat ini, sebagian besar murid Meenakshi adalah anak perempuan dan wanita dewasa.

Latihan bela diri ini karenanya jadi sangat penting bagi para perempuan pesertanya. Berikut foto-foto lain yang saya dapatkan saat menyambangi sanggar bela diri Meenakshi:

Meenakshi Raghavan memperlihatkan penghargaan 'Padma Shri' yang dia dapat dari pemerintah India.
Meenakshi Raghavan disambut marching band kehormatan saat menghadiri hari olahraga di Perambra Higher Secondary School. Raghavan diminta berpidato soal pentingnya Kalaripayattu bagi perlindungan siswi.
Meenakshi Raghavan menerima permintaan foto bareng dari fans. Banyak perempuan muda di India mengidolakan sosoknya
Meenakshi Raghavan memamerkan koleksi kain Sari miliknya kepada sang cucu Lena (tengah), 14, dan Jithin (kanan), 27. Sebelum menikah, Meenakshi mengaku hanya punya empat sari dan bermimpi bisa membeli lebih banyak lagi. Sekarang, impiannya tercapai. Dia sampai kesulitan menghitung berapa Sari miliknya. Ke mana-mana sang guru bela diri ini selalu mengenakan Sari
Berbagai trofi penghargaan yang diterima Meenakshi terpajang di dekat jendela kamarnya
Cucu-cucu Meenakshi, yakni Ninu, 32, Lena, 14, Milind, 21, Jaimi, 23; ikut pula dalam foto ini anak lelaki guru bela diri itu, yaitu Sajeev, 53, serta Pradeep, 52. Mereka melakoni ritual Hindu Śrāddha ritual untuk menghormati mendiang Raghavan (suami Meenakshi). Raghavan lah yang mengajari Meenakshi bela diri. Ketika sang suami meninggal pada 2010, Meenakshi tak ragu mengambil alih padepokan. Seluruh keluarga bsar mereka rutin berlatih Kalaripayattu di kuil yang didirikan mendiang Raghavan.

Follow VICE di Twitter.