Iklan
Tips Kehidupan

Pakar Etika Memberimu Tips Terbaik Agar Tak Panik Saat Gagal Menyiram Tinja di WC

Hal ini kadang bikin kita panik, sungkan, apalagi kalau kejadiannya bukan di rumah sendiri. Panik lihat tahi gagal disiram bisa bikin kacau lho, seperti pernah kejadian di Inggris. Satu pakar memberimu tips supaya elegan menghadapinya!

oleh Sirin Kale
06 Agustus 2018, 11:41am

Foto ilustrasi oleh Paul Edmondson via Stocksy

Saya gemar mengumpulkan kisah horor terkait pup, sebagaimana saya suka mengumpulkan teman-teman. Hasilnya saya punya banyak guyonan seputar tinja tanpa memikirkan apakah ada manfaatnya. Saya sudah mendengar banyak sekali kisah pup, dan saya mencari lagi, terus sampai akhirnya saya menemukan kisah terbaik: nugget emas, yang mengakhiri semua pencarian kisah pup.

Jadi, ini adalah pup berlapis cokelat, yang pertama kali dilaporkan oleh BBC. Di Bristol, Inggris. Sebuah kencan berubah menjadi bencana setelah sang perempuan panik, melempar pup ke luar jendela, lalu tersangkut di jendela saat mencoba mengambil kembali tahinya dari luar jendela.

Kisah ini diketahui publik setelah pelajar berusia 24 tahun Liam Smyth, kencannya, membagi kisah ini di internet dan mencoba mengumpulkan dana untuk menggantikan jendela yang pecah saat kejadian.

Sang perempuan, yang namanya tidak disebutkan, berada di rumah Smyth setelah kencan sukses di sebuah restoran lokal. Saat pupnya tidak bisa dibanjur—yang merupakan momen horor bagi kita semua—dia melemparnya ke luar jendela kamar mandi, dan pupnya kemudian tersangkut antara lapisan dalam dan luar kaca, seperti bunga yang diselipkan di tengah-tengah buku.

"Saya jadi nekat melakukannya gara-gara panik, dan setelah beberapa detik saya tahu saya sudah membuat kesalahan lain," tulisnya pada komen Facebook, seperti dilaporkan The Sun. "Saya bisa aja langsung pergi, tapi saya merasa enggak sopan kalau berlaku begitu kepadanya."

Pujangga besar Inggris, William Shakepeare, pernah penulis: "para pengecut mati berkali-kali sebelum kematian mereka; orang-orang gagah hanya menghadapi satu kematian."

Menurut saya: Shakespeare ini kurang imajinatif. Hanya orang-orang yang gagah lah yang berani mengakui telah menyangkutkan tai di jendela pada kencan pertama. Kematian tampaknya lebih mudah, kalau kita mau jujur.

Ini foto si gadis jujur yang terjebak gara-gara tahi. Foto oleh Liam Smyth

"Kejadian ini adalah salah satu hal paling sulit yang pernah harus saya sampaikan," tulisnya. "Saya benar-benar berlutut dan meminta maaf. Dia baik banget, cuma ketawa bareng saya, alih-alih marah."

Sebagai pesenam amatir, dia yakin bisa mencapai jeda antara jendela dan "mengambil kembali pupnya," ujar Smyth pada laman pendanaannya. "Sayangnya, gadis itu tidak bisa menggapainya. Dia memanjat lebih tinggi dan tetap tidak bisa. Dia meminta teriak minta tolong supaya bisa kembali ke dalam, saya memegang pinggangnya dan menariknya. Tapi dia tersangkut."

Setelah dia menenangkan diri—dan mengambil foto—Smyth menelepon pasukan pemadam kebakaran, yang akhirnya menyelamatkannya. Tapi, apa yang bisa kita lakukan kalau kita berada di situasi yang sama? Bagaimana cara yang tepat menangani pup yang nggak bisa disiram?


Tonton dokumenter VICE mengenai hobi tak lazim beberapa lelaki masa kini:

“Salah satu cara menangani situasi memalukan, termasuk gagal menyiram tinja, adalah untuk menutupnya dengan beberapa helai tisu atau tutupi lubang jamban dengan apapun," ujar pakar etika Elise McVeigh. "Kemudian saya akan keluar dari kamar mandi, dan berkata pada pemilik rumah bahwa kamu kesulitan membanjur toiletnya. Saya akan bertanya apa yang bisa saya lakukan, apakah dia juga mengalaminya. Kalau dia menawarkan diri untuk masuk ke kamar mandi untuk melihat situasinya, saya akan menghentikannya dan bilang saya akan mengatasinya sendiri dengan memanggil tukang, kalau memungkinkan."

Untuk urusan pup yang sulit disiram—apapun penyebabnya—waktu dapat membantu menyingkirkan masalah. "Andai si teman kencan itu tidak pernah memiliki masalah dengan toilet, dan bahwa dia harus memanggil tukang ledeng, saya akan kembali ke kamar mandi 30 menit kemudian dan mencoba untuk menyiramnya lagi, jika saya tidak berpikir bahwa toilet akan meluap.

"Pada akhirnya, kalau saya tidak berhasil menyiramnya, saya akan meminta maaf tanpa membeberkan rincian apapun, dan bilang bahwa jika tukang ledeng bilang ini adalah akibat kesalahan saya, tolong kirimkan tagihannya,” ujarnya. "Salah satu etika baik adalah bersikap seperti tidak terjadi apa-apa."

Lalu apa yang harus dilakukan andai kita yang menjadi tuan rumah dan tamu—entah ngapain di dalam sana—mengalami kesulitan menyiram tinja di toilet yang biasanya baik-baik saja?

"Kita semua manusia biasa, dan kita semua harus pup! Situasi tak terduga dapat terjadi," ujar pakar etika Maryanne Parker yang dihubungi terpisah. "Tuan rumah yang baik akan memahami kebutuhan tamu-tamunya. Kalau ada banyak orang di rumah itu, tuan rumah harus membicarakan hal ini secara pribadi, dan tanpa membuatnya jadi persoalan besar. Situasi ini harus ditangani dengan dewasa."

Selain itu: coba beli penyedot toilet.

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly