olahraga komputer

Pemain Profesional ‘Counter-Strike’ Tertangkap Basah Pakai Cheat Saat Bertanding

Akibatnya, pemain ‘CSGO’ Nikhil “forsaken” Kumawat dan timnya didiskualifikasi dan diusir dari kompetisi.

oleh Ian Burnbaum
22 Oktober 2018, 4:45am

Tim Counter-Strike: Global Offensive bernama OpTic India didiskualifikasi dari turnamen Sabtu pekan lalu karena salah satu pemainnya ketahuan memakai cheat atau program tembak otomatis. Para administrator turnamen mencurigai cara bermain Nikhil “forsaken” Kumawat. Acara yang berbasis di Shanghai, Cina ini sempat dihentikan sementara waktu untuk menyelesaikan masalahnya.

Momen tidak menyenangkan ini terjadi saat pertandingan kedua OpTic India. Seorang administrator menghentikan permainannya dan mendatangi komputer Kumawat. Sebagaimana ditayangkan di livestream, sang administrator menahan bahu Kumawat dan menggunakan mousenya. Kumawat berusaha menyingkirkan tangan administrator sementara rekan satu timnya menyaksikan adegan ini.

Foto-foto dari acara menunjukkan apa yang terjadi selanjutnya: Kumawat merapikan tas ranselnya lalu pergi meninggalkan kompetisi, anggota tim lain berekspresi muram saat melihat komputernya bersama panitia turnamen, dan jendela file explorer yang menampilkan program mencurigakan bernama “word.exe”.

Penulis esport (olahraga komputer) Rod Breslau merekam beberapa adegan yang terjadi sebenarnya di dalam game. Crosshair Kumawat terlihat menembak musuh dan menahannya setiap kali dia dapat poin di dekat mereka. Pada satu titik, Kumawat menembak ke arah dinding tempat musuh bersembunyi di belakangnya—musuh yang dia sendiri tidak mungkin bisa lihat.

“Kami ingin meminta maaf kepada semua tim lain dan organisasi yang terlibat,” kata Jesal Parekh, direktur international development untuk OpTic India, kepada situs berita esport HLTV. “Ini tidak adil bagi semua yang terlibat. Kami juga ingin meminta maaf kepada negara dan penggemar yang telah mendukung kami. Tentu saja hal ini menjadi kemunduran bagi India, dan kami sangat menyayangkan bahwa satu orang egois bisa-bisanya melakukan ini.” Parekh juga mengatakan bahwa empat pemain lainnya tidak mengetahui kalau Kumawat telah bermain curang.

Beberapa jam kemudian, OpTic India merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasikan bahwa mereka sudah menghentikan kontrak Kumawat. Sedangkan anggota tim lainnya sudah “dibebaskan” untuk mengikuti acara lainnya.

Ini bukan pertama kalinya pemain bermain curang di kompetisi esport. Acara olahraga elektronik semakin bergengsi dan membawa banyak uang, maka tidak heran apabila semakin banyak orang juga yang nekat main curang untuk menang. Karena itu juga lah acara LAN in-person menjadi standar di semua liga kompetitif. Tidak akan ada yang berani bermain curang apabila bertarung bersama peserta lainnya menggunakan komputer yang tidak biasa mereka gunakan dan diawasi oleh kamera. Kecurangannya bakalan mudah ketahuan.