Perlindungan Perempuan

Berikut Daftar Negara Paling Aman Bagi Perempuan di Asia Pasifik

Studi terbaru menemukan Singapura dan Selandia Baru memberikan kualitas hidup paling tinggi bagi perempuan dari seluruh Asia Pasifik.

oleh Meera Navlakha
02 Juli 2019, 6:30am

Foto ilustrasi dari Unsplash. 

Perempuan yang tinggal di Singapura dan Selandia Baru harus bersyukur karena lebih beruntung daripada perempuan di wilayah Asia Pasifik lainnya.

Kedua negara ini dinilai sebagai tempat paling ramah perempuan pada 2019. Dalam studinya, perusahaan keuangan ValueChampion menguraikan beberapa alasan mengapa Singapura dan Selandia Baru dijuluki sebagai negara teraman di Asia Pasifik, seperti kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan kemudahan mendapatkan kontrasepsi dan KB.

Kesempatan yang setara bagi perempuan turut berkontribusi pada peringkat keamanan negara secara keseluruhan. “ Konflik internal dan internasional” yang jarang terjadi di Singapura dan Selandia Baru juga menjadi indikator tambahan mereka bisa menempati posisi teratas. Studinya mengumpulkan data dari Indeks Perdamaian Global dan Indeks Pembangunan Manusia.

ValueChampion menggunakan data yang tersedia untuk umum, serta berbagai kriteria untuk dianalisis. Mereka mengamati faktor-faktor seperti tingkat kejahatan, indikator kesehatan, dan potensi pertumbuhan.

Dari ke-14 negara, Indonesia menduduki peringkat dua terbawah setelah Filipina. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pelayanan kesehatan, serta kurangnya keamanan dan peluang setara bagi perempuan. Sementara itu, India menjadi negara paling tidak ramah perempuan.

Data menunjukkan bahwa 33 persen perempuan Indonesia usia 15-64 tahun pernah mengalami pelecehan, seperti kekerasan seksual. Ini mirip seperti di Filipina, yang mana penduduk perempuan di sana sering mengalami diskriminasi meskipun angka kematian dan melek hurufnya tinggi. Studi ini mencatat faktor ekonomi sangat penting, mengingat Filipina, Indonesia, dan India adalah negara berkembang.

Meskipun Selandia Baru berada di tempat yang sama dengan Singapura, ada aspek keselamatan perempuan yang wajib dipertanyakan. Kasus pembunuhan perempuan di Selandia Baru hampir tiga kali lipat dari Singapura, terutama pada perempuan Maori. Korban pemerkosaan juga tidak bisa aborsi dengan mudah, sehingga menambah kekhawatiran.

Di Singapura, peluang untuk hidup lebih maju terutama muncul ketika menyangkut pelecehan seksual. Jumlah kasus dalam hal ini meningkat 12 persen antara 2017 dan 2018. Selain itu, hukum soal pemerkosaan dalam hubungan pernikahan juga patut dipermasalahkan. Straits Times menjelaskan Singapura baru mengakui jenis pemerkosaan ini pada 2007. Dan kini, Singapura berencana mencabut undang-undangnya.

Jumlah kasus yang harus ditangani di India jauh lebih mengerikan. Seorang menteri tidak percaya perempuan yang sudah menikah bisa diperkosa suaminya. Para perempuan India juga masih menghadapi banyak kasus eksploitasi dan kekerasan seksual.

Perserikatan Bangsa-Bangsa turut melaporkan kalau India termasuk negara paling berbahaya bagi perempuan dan anak-anak.

Apabila negara-negara ini bersedia memberikan pelayanan kesehatan lebih baik dan meningkatkan kesempatan bagi perempuan, kualitas hidup perempuan bisa meningkat secara drastis. Keamanan negara dan kesetaraan perempuan juga bisa ditingkatkan dengan mengidentifikasi dan mencegah tindak kejahatan seperti pemerkosaan dalam pernikahan dan pelecehan seksual.

Australia, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, Cina, Filipina dan India menyusul Singapura dan Selandia Baru dalam peringkat ini.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
INDIA
Feminisme&
Singapura
Hak Perempuan
Selandia Baru
Diskriminasi Gender
Asia Pasifik