Iklan
The VICE Guide to Right Now

Jembatan Pelangi Tokyo Dilintasi Orang yang Cosplay Pakai Gokar Mirip Game Mario

Polisi masih mencari pengemudi gokar yang kabur tersebut.

oleh Gavin Butler
25 April 2019, 6:30am

Tentu ini cuma ilustrasi, bukan foto peristiwanya. Sumber foto:  YouTube screenshot (kiri) dan YouTube screenshot (kanan)

Di Tokyo, kalian bisa menyewa gokar, memakai kostum Mario, dan berkeliling di jalanan kota dalam tur wisata sembari cosplay. Ini adalah “pengalaman sekali seumur hidup” bagi turis, tetapi menyulitkan pekerjaan polisi. Peserta tur sebenarnya diizinkan mengendarai gokar di jalanan umum yang sudah ditentukan dengan batas kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Mereka bahkan tidak perlu memasang sabuk pengaman.

Sayangnya, tur wisata ini membawa malapetaka. Sepanjang 2018, data yang dikeluarkan oleh Badan Kepolisian Nasional menyebutkan tur cosplay tersebut memicu 50 kecelakaan di jalanan Tokyo. Awal pekan ini, gokar sewaan terlihat melintasi jalan raya yang dibatasi dan Jembatan Pelangi Tokyo sebelum akhirnya menghilang.

Menurut TBS News, seorang petugas pintu tol Shuto Expressway Odaiba, pulau buatan di tengah Teluk Tokyo, melapor ke polisi. Di hari Minggu setelah pukul 9 malam, dia melihat ada gokar yang melaju di jalan raya. Kepolisian Metropolitan Tokyo mengirim mobil patroli untuk mengejar gokar tersebut, tetapi mereka gagal menemukannya setibanya di lokasi.

Pihak berwajib kini menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi kendaraannya. Mereka juga memperingatkan pengguna dan perusahaan penyewaan gokar, supaya konsumen untuk tidak memasuki jalan bebas hambatan pakai gokar.

Cuplikan video yang diposting di media sosial menunjukkan gokar nyasar di jalur paling kiri sembari melintasi Jembatan Pelangi. Polisi Metro Tokyo, hingga artikel ini dilansir, masih mencari pengemudinya.

Popularitas seri game Mario Kart memang memicu masalah. Tahun lalu, Nintendo, sebagai pencipta game tersebut, mengajukan gugatan hukum terhadap salah satu perusahaan penyewaan gokar terpopuler di Jepang, MariCar.

Nintendo memaksa perusahaan itu membayar ganti rugi 10 juta yen (setara Rp1,26 miliar). Nintendo mengklaim penggunaan kostum bertema Nintendo untuk aksesoris gokar termasuk pelanggaran hak cipta.

Selain itu, MariCar dituduh merusak citra merek Nintendo karena kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi gara-gara gokar sewaan mereka. Tech Times melaporkan, insiden paling parah terjadi Mei 2018, ketika seorang turis gagal mengendalikan gokarnya, melintasi trotoar, dan menabrak palang sehingga luka parah. Hanya beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, warga negara Taiwan berusia 35 yang menyewa gokar dari perusahaan lain, ditahan polisi. Dia mencoba kabur setelah gokarnya menabrak pemuda 18 tahun yang sedang bersepeda.


Follow Gavin di Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.