Iklan
Persebaran Hoax

Polisi Mengaku Keliru Menuduh Ambulans Milik Pemprov DKI Bawa Batu

Dinas Kesehatan DKI minta nama baiknya dipulihkan kepolisian. Tuduhan provokatif ini dilontarkan akun Twitter @TMCPoldaMetro di tengah aksi massa menolak RUU KUHP.

oleh Ikhwan Hastanto
26 September 2019, 8:29am

Ilustrasi pemakaian ambulans saat kondisi darurat karena demonstrasi. Foto oleh Firman Dicho Rivan/VICE.

Kamis (26/9) dinihari, akun Twitter Polisi @TMCPoldaMetro mengunggah dua video pendek berisi dua mobil ambulans yang mereka duga sebagai penyuplai batu. Ambulans ini ditengarai untuk mempersenjatai demonstran yang hingga dini hari tadi terlibat kericuhan saat menolak RUU KUHP di Jakarta. Narasi soal suplai batu dikatakan oleh suara seseorang yang kemungkinan besar sekaligus perekam video. Sayang, kemampuan videografi yang seadanya membuat siapapun tidak bisa melihat dengan jelas bentuk batu yang dimaksud.

Curiga mengapa tidak ditemukan batu di video selain dari omongan sang perekam, netizen bertanya balik kepada kepolisian.

Per 26 September, Tagar #ManaBatunya masih menguasai kolom Trending Topic Twitter dengan lebih dari 10 ribu twit. Ini masalah serius karena apabila tidak bisa dibuktikan, menurut netizen, sebab polisi berarti terlibat menyebarkan hoaks.

Polisi belakangan mengakui bila ada kekeliruan dalam cuitan akun resmi @TMCPoldaMetro. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyatakan informasi yang dibagikan soal ambulans tersebut kurang akurat.

"Anggapan dari Brimob [ambulans] diduga mobil yang digunakan untuk perusuh, [ternyata] bukan. Tapi perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan," saat dihubungi media di kantornya, pada Kamis (26/9).

Selain itu, ambulans yang ditahan polisi juga ternyata bukan milik Dinas Kesehatan DKI, melainkan Palang Merah Indonesia. Atas kesilapan ini, polisi mengaku akan meningkatkan koordinasi dengan Dinkes, sehingga informasi simpang siur tak langsung tersebar. "Jangan sampai diviralkan yang tidak pas, yang miring, kita dipecah. Kita tetap satu bergandengan tangan," imbuh Argo.

Awalnya Netizen jengkel pada isu batu ini, karena unggahan video akun Twitter @TMCPoldaMetro dibarengi dengan beberapa akun lain yang kental citranya sebagai buzzer pro-pemerintah. Berturut-turut, akun-akun ini mengunggah berita yang senada dengan yang diunggah polisi. Ada tiga akun yang mengunggah video soal dugaan ambulans batu itu lebih dulu daripada akun resmi kepolisian.

Kejengkelan netizen mencapai klimaks ketika akun @TMCPoldaMetro memutuskan untuk menghapus unggahan video tersebut setelah disaksikan lebih dari 142 ribu kali. Akun bernama @RiyoWidianto1 mengunggah rekaman saat-saat sebelum twit dihapus secara realtime.

Polisi semakin tersudut ketika akun Instagram Suci (@suciizahara) mengunggah video tentang klaim sebenarnya yang sedang terjadi di video tersebut. Video tersebut berisi pengakuan Suci sebagai tim medis yang mengatakan ambulans bukan membawa batu, melainkan pasien dengan luka terbuka dan pendarahan. Saat berdebat dengan aparat, Suci mengaku diludahi berkali-kali.

Kepala DInas Kesehatan DKI, Widyastuti, saat dihubungi wartawan meminta polisi merehabilitasi nama baik institusinya. Tim dari Dinkes, menurut Widyastuti, sudah bekerja profesional mengirim dokter, tenaga medis, dan pengemudi dari Puskesmas Pademangan. "Perlu adanya klarifikasi dari pihak kepolisian," tandasnya. Adapun unit ambulans milik PMI yang sempat diamankan petugas sudah dikembalikan.

Gubernur DKI Anies Baswedan juga menyesalkan ada asumsi keliru mengenai pemakaian ambulans dari lembaga anak buahnya dipakai untuk kepentingan politik. "Saya percaya ambulans kita ikutin SOP dan prosedur," tandasnya.

Kendati sudah dihapus dari Twitter, saat artikel ini dilansir video tudingan polisi soal ambulans pembawa batu masih terpampang nyaman di akun Instagram resmi mereka. Malahan persebaran video di Instagram bisa dibilang lebih luas karena sudah disaksikan lebih dari 200 ribu kali.

Tagged:
Jakarta
hoax
Polri
Polisi
hoaks
Aksi Mahasiswa
Melawan Oligarki
RUU KUHP
TMCPoldaMetro
Kericuhan
Ambulans DKI
Menolak RUU KUHP