Iklan
Politik

Panduan Memahami Berbagai Drama dari Hari Pertama Pemanggilan Calon Menteri Jokowi

Ada banyak drama tersibak. Banyak yang kecewa melihat Prabowo mau ditawari jadi menhan, satu calon menteri gugur tanpa alasan jelas, sampai Nasdem tiba-tiba bermanuver hendak jadi oposisi.

oleh Ikhwan Hastanto
21 Oktober 2019, 11:45am

Presiden Jokowi bersalaman dengan Prabowo Subianto [kiri] saat pelantikan di DPR pada 20 Oktober 2019. Foto oleh Achmad Ibrahim/Pool/AFP

Dua hari sebelum pengumuman formasi kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin pada Rabu lusa (23/10), Jokowi memutuskan menggelar drama yang membuat awak media mesti berkemah di depan Istana Negara selama dua hari. Mulai Senin (21/10) sampai Selasa (22/10), kita akan melihat satu per satu figur datang menghadap Jokowi sambil menduga-duga apakah mereka ditawari posisi menteri.
Salah satu tokoh yang datang dan menarik perhatian tentu saja Christiany Paruntu.

Bupati Minahasa Selatan tersebut jadi korban drama perebutan kursi menteri setelah dipastikan tidak bertemu Presiden meski sudah berkemeja putih. Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan kedatangan bupati yang melegalkan minuman fermentasi cap tikus tersebut ke istana adalah untuk ketemu Airlangga Hartanto, Ketua Umum Partai Golkar, bukan Presiden Jokowi.

"Setelah bertemu dengan Pak Airlangga beliau langsung kembali lewat samping. Jadi tidak sempat bertemu dengan Bapak Presiden," ujar Bey dilansir Detik. Dari penuturan Bey, bisa diasumsikan tokoh berkemeja putih yang keluar dari istana dan langsung memberikan keterangan pers ke media adalah mereka yang dipinang jadi menteri. Berarti selain Tetty, kita juga harus kesampingkan Kapolri Tito Karnavian karena ia tidak memakai baju putih dan tidak memberikan keterangan pers.

Berikut rangkuman VICE tentang siapa saja yang datang ke Istana hari ini dan seperti apa profil para calon menteri tersebut.

Mohammad Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD adalah dosen dan guru besar berusia 62 tahun. Ia dikenal luas sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013. Mahfud pernah menjabat Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Gus Dur dan berlanjut sebagai anggota DPR RI 2004-2008. Digadang-gadang menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi sebelum digeser Ma’ruf Amin di putaran terakhir, Mahfud MD mendapatkan spotlight-nya sendiri pagi ini ketika memasuki Istana Negara sebagai calon menteri.

Dari pertemuannya dengan Jokowi, Mahfud mengabarkan bahwa ia dan presiden membahas persoalan ekonomi, politik, sosial, dan pelanggaran HAM masa lalu.

Funfact: Atribut “MD” pada namanya bukanlah singkatan. Penyematan tersebut berasal dari inisiatif guru SMP-nya yang pusing karena ada tiga siswa bernama Mahfud di kelas. Alhasil, Mahfud kecil minta dipanggil “MD” saja biar gurunya nggak pusing. Karena kebiasaan, gurunya malah nggak sadar menulis “MD” di ijazah Mahfud. Hadeh.

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim mengonfirmasi bahwa dirinya benar ditawari jabatan menteri. Selepas bertemu Presiden, Nadiem langsung turun dari kursi CEO GO-JEK. Ia digantikan oleh Andre Soelistyo yang naik menjadi CEO dan Kevin Aluwi yang menjabat co-CEO. Kemungkinan Nadiem menjadi Menteri disambut rencana demo driver GO-JEK Sumatra dan Jawa yang tidak sepakat dengan penunjukan Nadiem.

Berkat Go-Jek, Nadiem dikenal sebagai penyelamat komunitas pemuda mager suka rebahan seluruh Indonesia kayak saya. Nadiem menjadi nama yang merealisasikan janji bahwa Jokowi akan memasang orang muda di kabinetnya. Umurnya baru 35 tahun. Tapi, sebagai pendiri perusahan rintisan terbesar di Indonesia, saya rasa kita tidak bisa banyak berdebat apakah ada orang lain yang lebih cocok mengisi posisi puncak Kementerian Investasi selain Nadiem. Lulus dari Harvard Business School pada 2006, Nadiem bergabung dengan McKinsey & Co, mendirikan Zalora Indonesia, dan menjadi Chief Innovation Officer Kartuku sebelum fokus mengembangkan GO-JEK.

Erick Thohir

Kemunculan Erick Thohir dengan kemeja putih saya rasa tidak begitu mengagetkan. Bertindak sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada pemilu lalu, sepak terjang panjang Erick sebagai pengusaha rasanya menjadi kompromi ideal bagi pos Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di periode kedua Jokowi. Erick, kini berusia 49 tahun, adalah pendiri Mahaka Group, perusahaan induk yang berfokus pada bisnis media dan hiburan.

Pendapat ini bisa diperdebatkan, namun nama Erick menjadi populer di kalangan masyarakat awam ketika mengakuisi Inter Milan, sebuah klub sepak bola asal Italia, dan menjabat sebagai chairman klub pada 2013-2018.

Wishnutama Kusubandio

Selain mendirikan NET Mediatama Televisi, Wishnutama adalah orang di balik kemeriahan pesta pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 yang figurnya cukup dekat dengan anak-anak muda. Ia berusia 49 tahun dan mengabdikan mayoritas hidupnya untuk dunia industri kreatif, khususnya televisi dan media. Sebelum mendirikan NET. pada 2013, Wishnutama menapaki jenjang karir di Indosiar, Trans TV, dan Trans 7.

Banyak manusia yang lahir pada awal 90-an tentu berhutang budi kepada hiburan televisi asuhan Wishnutama macam Extravaganza, Dunia Lain, Termehek-Mehek, dan Opera Van Java. Kini, ia juga tercatat sebagai komisaris media Kumparan. Jabatan-jabatan kemungkinan harus ia tanggalkan jika ia benar dilantik menjadi menteri kabinet Jokowi, Rabu lusa.

Airlangga Hartanto

Airlangga mungkin jadi alasan utama mengapa tidak ada perempuan bernama Tetty Paruntu di daftar ini. Dikabarkan Bey Machmudin, setelah melakukan pertemuan dengan Airlangga yang diduga kuat membahas jatah menteri Golkar, Tetty tidak jadi ketemu presiden dan langsung pulang melalui pintu samping.

Pasca-berjumpa Jokowi, Airlangga menemui Jokowi dan bertemu media setelahnya. Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengakui bahwa ia ditunjuk kembali sebagai menteri. “Insya Allah (masuk kabinet lagi), nanti diumumkan Rabu besok,” ujar Airlangga dikutip Kompas.

Airlangga lahir di Surabaya, 1 Oktober 1962 (57 tahun). Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian setelah menggantikan Saleh Husein saat Kabinet Kerja Joko Widodo dirombak. Ia menjadi Ketua Umum Partai Golkar sejak 2017. Sebelumnya, karir politiknya dimulai saat menjabat Ketua Komisi VII DPR RI pada 2006-2009 dan 2009-2014 untuk daerah pemilihan Jawa Barat. Selain politisi, ia tercatat sebagai Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa, Tbk., sebuah perusahaan kertas di Jakarta.

Fadjroel Rahman

Fadjroel adalah Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, BUMN kesayangan Jokowi karena bergerak di bidang infrastruktur. Berusia 55 tahun, Fadjroel pernah menjadi mantan aktivis pergerakan melawan Orde Baru sejak 1980 dan sempat pindah-pindah penjara, termasuk Nusakambangan, karena menentang rezim Presiden Soeharto. Masih belum jelas apakah ia ditawari jabatan menteri atau tidak, yang jelas ia tidak sendiri. Fadjroel ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan peneliti Nico Harjanto. Saat ditanya wartawan, Fadjroel mengaku hanya menemani Pratikno makan siang bareng Jokowi sembari ngomongin soal sumber daya manusia, infrastruktur, debirokratisasi, deregulasi, dan transformasi ekonomi.

Prabowo Subianto

Inilah sosok paling dikenal dalam daftar tamu Jokowi hari ini sampai saya merasa tak perlu menceritakannya lagi. Letjen (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang 17 Oktober kemarin berusia 68 tahun adalah mantan panglima Kostrad, mantan menantu Presiden Soeharto, dan tiga kali maju konstestasi pilpres sejak 2009. Kabar yang santer beredar, ia akan menjabat Menteri Pertahanan di kabinet baru Jokowi plus menerima anugerah gelar jenderal kehormatan.

Prabowo membenarkan bila Presiden Jokowi menawarinya posisi di bidang pertahanan. Dia mengaku siap mengemban amanah itu. Saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo pada awak media selepas pertemuan di Istana Presiden.

Petinggi Partai Keadilan Sejahtera kecewa melihat capres gacoannya bersedia ditarik masuk pemerintahan. Menurut Hidayat Nur Wahid, selaku Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, manuver Jokowi sengaja memaksa Indonesia tak memiliki oposisi yang nyata. Keputusan Jokowi itu dianggap Hidayat tak sehat bagi demokrasi. "Ngapain kemarin kompetisi ada dua capres kalau ujung-ujungnya hanya satu juga. Ya berkompetisi itu ada konsekuensinya," ujarnya saat dikonfirmasi awak media. PKS menegaskan tak akan bergabung dengan pemerintah.

Catatan lain di tengah spekulasi calon nenteri yang akan dilantik, tampaknya takkan ada menteri dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mejeng di kabinet kali ini. Situasi ini agak aneh karena NasDem adalah partai pendukung Jokowi di pilpres 2019. Hal ini diketahui dari perkataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin kemarin (20/10) di Senayan.

"Kalau tidak ada yang oposisi, NasDem saja yang jadi oposisi,” kata Surya, dikutip dari Kompas. Alasannya, "Kalau begitu [tidak ada oposisi], check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki," tambahnya. Di Kabinet Kerja I Jokowi, 2 politisi NasDem menjadi menteri, yakni Siti Nurbaya Bakar (Menteri KLH) dan Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan).

Pengumuman menteri akan dilanjutkan Selasa (22/10), dipastikan masih ada drama-drama lain menyertai prosesnya mengingat partai terus melakukan lobi ke istana.

Tagged:
News
indonesia
Prabowo Subianto
The VICE Guide to Right Now
Berita
Presiden Jokowi
Susunan Kabinet Jokowi