Iklan
Serial TV Legendaris

Serial 'GoT' Tamat, George R.R. Martin Mengaku Kini Punya Waktu Rampungkan Versi Bukunya

"Saya rasa [adaptasi serial HBO] itu tak bagus untukku, karena apa yang seharusnya memicu semangat malah menghambat proses kreatifku."

oleh River Donaghey; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
19 Agustus 2019, 5:08am

Foto via Helen Sloan/HBO

Di saat pemeran Game of Thrones ‘kesal’ dengan reaksi negatif yang mereka dapat dari season terakhir, George R.R. Martin malah senang serial HBO ini sudah tamat. The Observer merilis wawancara mereka dengan Martin, yang mengungkap kalau sang penulis merasa sudah punya waktu menyelesaikan dua sekuel versi buku, berhubung GoT telah selesai mengudara.

Martin mengatakan tekanan yang datang dari serial tersebut, season demi season sampai alur ceritanya menyimpang dari buku, menghambat proses menulisnya.

Berikut ucapannya kepada The Observer:

"Ada waktu di mana saya merasa bisa tetap terdepan dari serial itu selama beberapa tahun apabila saya segera menyelesaikan bukunya. Akan tetapi, tekanannya sangat luar biasa,” ujarnya. “Saya rasa acaranya tak bagus untukku, karena apa yang seharusnya memicu semangat malah menghambatku. Ketika hariku sedang baik, saya bisa menulis tiga atau empat halaman. Tapi, saya justru merasa buruk karena saya kepikiran: ‘Ya Tuhan, saya harus menyelesaikannya. Saya hanya bisa menulis empat halaman, padahal seharusnya 40 halaman.’ Saya lebih bebas sekarang karena serialnya sudah tamat. Saya bisa melakukannya sesuai kemampuanku. Tekanannya masih ada, tapi sudah jauh berkurang. Saya yakin semuanya bisa kembali seperti semula saat A Dream of Spring benar-benar rampung."

GRRM selama ini selalu terbuka dengan kesulitannya menyelesaikan The Winds of Winter, sekuel terakhir dari seri Song of Ice and Fire yang jadi inspirasi GoT. November 2018, dia bersembunyi di kabin New Mexico untuk menyelesaikan novelnya. Namun, belum jelas kapan bukunya dirilis sampai sekarang.

Penyebabnya mungkin memang season kedelapan GoT, atau bisa saja GRRM sedang menghadapi writer’s block.

"Saya membutuhkan banyak waktu karena sepertinya waktu berjalan sangat cepat," Martin memberi tahu The Observer. Apa pun alasannya, dia harus cepat-cepat merampungkan bukunya sebelum HBO mulai menayangkan serangkaian serial spinoff GoT tahun depan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.