Iklan
The VICE Guide to Right Now

Japan Airlines Sediakan Fitur Bagi Penumpang Ingin Hindari Duduk Sebelah Bayi

Bete duduk dekat bayi yang berisik? Naik maskapai ini saja.

oleh Edoardo Liotta; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
02 Oktober 2019, 7:08am

(Kiri) Pesawat Japan Airlines. Foto oleh Denisse Leon via Unsplash. (Kanan) Bayi telentang. Foto oleh Picsea via Unsplash.

Setiap orang punya preferensi sendiri saat naik pesawat. Ada yang rela bayar lebih supaya duduk dekat lorong atau jendela. Beberapa suka duduk di bagian depan atau belakang, sementara lainnya lebih memilih ketenangan daripada suasana bising. Itulah mengapa sebagian orang merasa risih ketika ada bayi di pesawat yang mereka tumpangi. Bagi mereka, mendengar tangisan kencang sama sekali tak menyenangkan.

Memahami kondisi ini, Japanese Airlines menyediakan fitur pemilihan kursi yang dapat mengidentifikasi posisi tempat duduk bayi di situs webnya. Kursi penumpang yang membawa bayi berusia 8 hari hingga 2 tahun akan ditandai dengan ikon anak-anak. Dengan begitu, penumpang lain bisa menghindari kursi di sekitar mereka.

Fitur disambut berbagai reaksi, baik positif maupun negatif. Pengguna Twitter @dequinix berkomentar: "Terima kasih, @JAL_Official_jp, sudah memperingatkanku di mana bayi yang suka jerit-jerit itu duduk selama 13 jam perjalanan. Fitur semacam ini wajib ada di seluruh perjalanan."

Beberapa tidak menanggapi dengan baik soal fitur tersebut.

Pengguna Twitter @gsundar berujar, “Semua orang pernah jadi bayi dulu. Kita seharusnya lebih toleran, atau nanti bakalan ada fitur lain seperti tempat duduk orang yang bernapas dari mulut, suka ngiler dan kentut, gampang mabuk, dan lain-lain. Katanya hidup penuh dengan kejutan?”

Sementara itu, ada juga yang merespons lucu soal fitur identifikasi tempat duduk.

“Kayaknya bagus juga kalau kita punya ikon buat penumpang jorok. Aku sering banget duduk di samping orang yang merasa tak perlu mandi sebelum bepergian. Orang macam begini tuh lebih nyebelin daripada bayi nangis, dan ini sangat mudah diselesaikan,” tulis @JosephTawadros.

Pengguna Twitter @JannyMorgan berpendapat fitur ini tak selamanya berfungsi dengan semestinya.

“Fitur ini hanya berfungsi kalau kamu memilih kursinya setelah keluarga itu pesan tiket,” bunyi twit tersebut.

Tak hanya itu, Japan Airlines juga menjelaskan ikon anak-anak tidak akan muncul di situs web jika kursinya dipesan sebagai bagian dari tur lewat situs lain, atau ketika ada perubahan pesawat.

Jepang bukan negara Asia pertama yang menawarkan pilihan naik pesawat jauh dari anak bayi. Penumpang AirAsia X di Malaysia bisa membeli tiket zona tenang, yang tidak mengizinkan masuk anak-anak di bawah 10 tahun.

Sementara itu, maskapai Scoot dari Singapura menyediakan zona tenang yang melarang penumpang membawa anak-anak di bawah 12 tahun.

Follow Edoardo di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
Budaya
Jepang
bayi
Maskapai penerbangan
Naik Pesawat
Berisik
Duduk Sebelah Bayi