Iklan
Sindikat Alpukat

Kompetisi Bisnis Alpukat Memicu Pembantaian Sadis di Meksiko, 19 Orang Tewas

Industri alpukat terbukti sangat menguntungkan, sampai-sampai geng kriminal kemungkinan tergiur menguasainya.

oleh Jelisa Castrodale; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
12 Agustus 2019, 9:57am

Foto ilustrasi panen alpukat oleh Jose Castanares/AFP/Getty Images.

Warga Kota Uruapan, Meksiko, diteror pemandangan yang amat sangat mengerikan pekan lalu. Sembilan mayat tergantung setengah telanjang di bawah jalan layang, sementara tujuh jasad korban mutilasi ditemukan di jembatan penyeberangan dekat situ. Sementara itu, tiga lainnya dibuang begitu saja di pinggir jalan. Total 19 korban pembunuhan mengalami luka tembak.

Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) menyatakan bertanggung jawab atas pembantaian itu. Mereka menggantung spanduk besar di jembatan dan mengancam warga bisa bernasib sama jika membela geng pesaing mereka. "Lanjutkan saja rutinitasmu. Jadilah orang patriot, dan bunuh anggota geng Viagra," begitu bunyi tulisan di spanduk.

Adrián López Solís, Jaksa Negara Bagian Michoacán, menduga pembunuhan sadis itu merupakan bagian dari perang kartel narkoba di Meksiko. "Ada geng kriminal yang tengah memperebutkan kontrol wilayah atas produksi, distribusi, dan konsumsi obat-obatan terlarang," ujarnya. "Amat disayangkan konfliknya memicu perbuatan keji yang mengkhawatirkan publik."

Adapun peneliti International Crisis Group yang sering meliput tentang kartel Meksiko menunjukkan potensi motivasi lain yang mendorong CJNG membunuh para korban. Mereka tampaknya juga ingin menguasai industri alpukat Michoacán yang menguntungkan. "Bisnis alpukat sangat menjanjikan di sini," kata Falko Ernst kepada The Guardian. 80 persen alpukat Michoacán dilaporkan diekspor ke Amerika Serikat, dan petani alpukat di sana semakin menjadi sasaran geng kriminal.

Pada Juni 2019, The Guardian melansir ada setidaknya empat truk alpukat yang dicuri setiap harinya. Frustrasi, perusahaan pengemasan dan pengekspor alpukat mengeluarkan iklan bersama di surat kabar lokal. "Kami tak sanggup terus mengalami kerugian seperti ini," demikian bunyi iklan mereka. "Gagal menghentikan pencurian akan memiliki dampak buruk yang tak dapat diperbaiki bagi bisnis alpukat."

"Ada sekitar 20 kelompok bersenjata ilegal yang bertarung memperebutkan wilayah dan pasar di Meksiko, tetapi tak satupun mampu menyabet dominasi," tutur Ernst waktu itu. "Bisnis alpukat terlalu menggiurkan untuk dilewatkan [oleh kelompok bersenjata]. Produsen dan pengekspor mau tak mau harus menanggung sejumlah kerugiannya."

Pemimpin CJNG, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pernah menghabiskan tiga tahun di penjara Texas setelah tertangkap menjual heroin. Ironisnya,Rolling Stone membeberkan orang tua El Mencho adalah petani alpukat di barat daya Michoacán. Dia kini menjadi buronan internasional Penegak Hukum Narkoba Pemerintah AS (DEA).

CJNG terkenal suka meneror warga Michoacán dan Jalisco. Pada 2015, pembuat tequila Eduardo Pérez memberi tahu VICE dia terpaksa menutup usahanya karena disuruh bayar pungli setiap bulan ke pemeras yang tergabung dengan CJNG. “Mereka mengancam keselamatanku kalau tidak bayar,” katanya. “Saya ganti nomor dan sebagainya, tapi mereka tetap memerasku [...] Kamu harus bayar kuota jika tidak mau terjadi apa-apa dengan diri atau bisnismu.”

Menurut Mexico News Daily, pejabat Michoacán telah meminta pemerintah federal untuk mengerahkan lebih banyak pasukan Garda Nasional ke Uruapan, yang merupakan salah satu dari 50 kotamadya paling kejam di Meksiko. López Solís mengimbau agar warga Uruapan kembali melanjutkan aktivitas seperti sedia kala meski sulit melakukannya.

"Kekerasan terencana, yang dengan sengaja dipamerkan ke publik, dimaksudkan untuk mengintimidasi lawan dan memberi sinyal kepada pihak berwajib," kata analis keamanan Meksiko Alejandro Hope kepada Associated Press.

Warga juga semakin tak berani macam-macam dengan geng penguasa di sana.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.