Iklan
The VICE Guide to Right Now

Kurangi Plastik, Supermarket di Thailand dan Vietnam Mulai Gunakan Daun Pisang

Wah, supermarket di Indonesia coba juga dong...

oleh Edoardo Liotta
09 April 2019, 6:25am

Sumber foto kiri:  Youtube. Kanan: Youtube.

Credit Suisse melaporkan tahun lalu, jumlah plastik di lautan diprediksi segera melebihi jumlah ikan pada 2050. Maret 2019, bangkai paus ditemukan terdampar di perairan Filipina dengan 39 kilogram sampah plastik di dalam perutnya, menyusul insiden serupa di Wakatobi, Sulawesi, tahun lalu.

Berita-berita mengerikan seperti ini terjadi di seluruh dunia, dan menunjukkan betapa sampah plastik telah membunuh kehidupan laut. Kita semua tahu kemasan plastik di supermarket turut bertanggung jawab memicu kerusakan lingkungan. Untunglah, banyak pengusaha ritel peduli. Supermarket Rimping di Chiangmai, Thailand, punya ide cemerlang mengatasi konsumsi plastik. Mereka sekarang pakai daun pisang.

Foto Facebook yang menampilkan sayuran terbungkus daun pisang dibanjiri pujian oleh para pengguna Facebook di Vietnam. Sejumlah supermarket di negara itu pun juga mengikuti langkah mereka. Lotte Mart di Ho Chi Minh City, Saigon Co.op, dan Big C di Hanoi mulai mengganti kantong plastik dengan daun pisang.

Meskipun masih dalam tahap percobaan, perwakilan Lotte Mart mengatakan kepada VnExpress bahwa mereka berencana segera memberlakukan pemakaian daun sebagai alternatif plastik secara nasional. Tak hanya itu, daunnya juga akan digunakan untuk membungkus daging segar. Para pelanggan menyambut ide ini dengan penuh antusias.

"Saya jadi kepingin beli banyak sayuran saat melihatnya dibungkus pakai daun pisang. Saya rasa inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran orang akan pentingnya menjaga lingkungan," kata Hoa.

Pemakaian daun pisang merupakan salah satu upaya yang dilakukan berbagai toko untuk mengurangi sampah plastik. Big C telah menyediakan kantong biodegradable yang terbuat dari tepung jagung. VN Express menjelaskan upaya perbaikan ini dinilai sangat dibutuhkan, mengingat Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan Vietnam sebagai negara keempat di dunia yang paling banyak membuang sampah ke laut.

Semakin banyak negara di dunia yang berlomba melarang dan mengurangi penggunaan kantong plastik yang tidak bisa didaur ulang di supermarket. Di awal tahun ini, Korea Selatan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Supermarket, toko kue dan toko-toko lainnya wajib menyediakan wadah yang dapat didaur ulang, kain atau tas kertas sebagai alat bungkus. Supermarket di Singapura juga telah meluncurkan kampanye pengurangan kantong plastik dalam serangkaian roadshow dan pemberian diskon. Sementara itu, Taiwan baru mulai mengenakan biaya untuk kantong plastik sekali pakai.

Sejauh ini, Cina menjadi negara yang memimpin perubahan. Mereka sudah melarang penggunaan kantong plastik super tipis sejak 2008. Langkah ini diperkirakan mampu mengurangi penggunaan 40 miliar kantong kresek. Selain itu, angka penggunaannya juga mengalami penurunan sebanyak 66 persen.


Jangan lupa follow Edoardo di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
News
Thailand
Vietnam
polusi
Lingkungan
Ramah Lingkungan
Sampah Plastik
Daun Pisang
Kurangi Plastik
Bahaya Plastik