Iklan
Letusan Gunung Berapi

Kisah Horor Penyintas Letusan Gunung Berapi di Selandia Baru Hadapi Awan Panas

"Para pasien ini menderita kesakitan yang teramat parah dan mereka masih harus berjuang untuk tetap hidup dua hingga tiga minggu ke depan."

oleh Tim Marcin
13 Desember 2019, 7:06am

Perempuan meletakkan bunga di pagar tepi pantai Whakatane, Selandia Baru. Foto oleh Getty Images.

Korban selamat gunung meletus di Pulau Putih Selandia Baru mengalami luka serius, seperti paru-paru terbakar dan luka bakar jaringan dalam. Saking parahnya, seorang dokter sampai menyamakan rumah sakit dengan medan perang.

Pihak berwenang mengatakan Rabu telah memesan kulit manusia sebanyak 1,2 juta cm2 dari Amerika Serikat untuk menangani para penyintas yang menderita luka bakar parah akibat abu dan gas vulkanik.

Letusan yang terjadi pada Senin menelan setidaknya enam korban jiwa. Sembilan korban hilang diduga tewas. Asap dan kemungkinan letusan kedua menghambat proses pencarian.

Hampir 50 orang terluka dan 25 lainnya dalam kondisi kritis. Dr. Pete Watson selaku kepala petugas medis melaporkan 27 korban selamat mengalami luka bakar di 30 persen tubuhnya. Pasien di setiap unit luka bakar Selandia Baru membludak. Tim medis sampai harus membeli kulit tambahan untuk dicangkok pada korban luka bakar parah.

Beberapa merasakan sakit luar biasa, sehingga kemungkinan bertahan hidup mereka kecil.

“Para pasien ini menderita kesakitan yang teramat parah dan mereka masih harus berjuang untuk tetap hidup dua hingga tiga minggu ke depan. Mereka sangat mungkin meninggal dunia sebelum sempat diobati,” John Bonning, dokter UGD di sebuah rumah sakit, memberi tahu The New Zealand Herald.

Bonning mengungkapkan penyintas berbau belerang dan kulitnya terkelupas ketika datang ke Rumah Sakit Waikato.

“Pemandangan yang sangat menakutkan. Mirip seperti medan perang,” lanjutnya.

Kepada CNN, pakar vulkanologi Jessica Johnson dari Universitas East Anglia menjelaskan gunung berapinya kemungkinan melepaskan gas beracun dan uap panas—yang pada akhirnya menyebabkan luka bakar.

Pulau Putih adalah tempat wisata populer di Selandia Baru. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan berkunjung ke sana. Gunung tersebut terakhir kali meletus pada 2016, tetapi pernah berujung fatal pada 1914. Pada saat letusan terjadi, pengunjung bertamasya ke dekat gunung dengan kapal pesiar.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan akan menyelidiki insidennya, setelah beberapa orang mempertanyakan kenapa turis diizinkan berada di dekat gunung berapi aktif.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Tagged:
Berita
Bencana Alam
Selandia Baru
Letusan Gunung
white island
Cangkok Kulit
Awan panas