Game

Nintendo Switch Diborong Reseller dan Jadi Mahal, Lelaki Ini Merakit Konsol Tiruannya

Gara-gara pandemi, banyak orang pengin main 'Animal Crossing'. Harga Switch melonjak gila-gilaan. Bermodal Rp3,1 juta untuk beli berbagai suku cadang bekas, lelaki di AS bikin Switch-nya sendiri secara DIY.
21 April 2020, 9:06am
Harga Nintendo Switch Rp7 juta karena penimbun
Foto Nintendo Switch rakitan mandiri dari arsip pribadi Brennen Johnston 

Nintendo Switch merupakan teman sempurna di masa pandemi corona, karena kita bisa menyibukkan diri main Animal Crossing seharian. Nampaknya pendapat tersebut diamini semua orang secara global. Nyatanya konsol video game ini habis di mana-mana. Kalaupun masih tersedia, harganya menjadi sangat mahal di platform e-commerce seperti Amazon atau e-Bay. Di Indonesia sama saja lho. Tiga bulan lalu, masih banyak yang jual Switch di kisaran tak sampai Rp5 juta. Sekarang, banyak toko online membanderolnya di atas Rp7 jutaan.

Apakah kita harus menyerah dan membeli konsol Nintendo ini dengan harga lebih mahal? Ternyata ada pilihan lain. Brennen Johnston, seorang gamer dan penggemar utak-atik barang elektronik, merakit sendiri konsol Switch versinya untuk "mengalahkan para penjual oportunis di marketplace online."

Johnson mengunggah instruksi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk merakit Switch versi DIY lewat Imgur. Tentunya proses pembuatan konsol video game ini makan waktu, dan kamu harus mencari sendiri semua komponen yang dibutuhkan buat merakit konsol yang bisa memainkan semua game Switch.

"Setelah main Animal Crossing: New Horizons dan memamerkannya ke teman-teman, semua kenalan saya pengin punya Switch juga," kata Johnson lewat sebuah postingan Imgur. "Sayangnya mereka menghubungi beberapa toko retail setiap hari selama seminggu belakangan, tapi konsol ini habis di mana-mana. Tidak ada yang tahu kapan produk ini akan tersedia lagi. Akibatnya, mereka mulai mencari di situs-situs online yang jual barang second dan harganya sudah naik parah banget."

1587133559904-Screen-Shot-2020-04-17-at-102326-AM

Sumber foto: Brennen Johnston

"Saya merakit Switch tiruan dan membagikan panduannya ke Internet karena beberapa alasan," ujar Johnston saat dihubungi Motherboard via email. "Selain lebih ramah lingkungan karena prosesnya melibatkan daur ulang komponen elektronik lama, pengalaman merakit konsol DIY ini memberi saya banyak pengetahuan yang bermanfaat. Rasanya teman-teman saya banyak yang butuh info kayak gini, setelah anggaran mereka beli konsol pasti sedang tipis karena tak sedikit yang dipecat dari pekerjaannya akibat pandemi."

Tapi alasan utamanya Johnson adalah rasa sebal melihat banyak toko online berusaha ambil untung terlalu banyak melihat orang-orang kepengin beli Switch. "Saya ingin melihat penimbun konsol konsol game mengalami nasib yang sama dengan para penimbun tisu toilet dan tidak bisa mendapatkan kembali uang mereka," imbuhnya.

Dari penelusuran Motherboard, setidaknya di Amerika Serikat, memang banyak reseller berlaku curang menghabiskan stok Switch di pasaran. Mereka sampai menggunakan akun bot untuk membeli konsol Nintendo itu berulang kali di berbagai toko online. Tujuannya tentu buat dijual lagi dengan meraup untung berkali-kali lipat.

Merujuk postingan Imgur Johnston, Nintendo Switch bekas sudah dijual seharga "US$450 hingga US$600 (setara Rp7 juta- Rp9 juta) di area Seattle."

"Kunci dari proyek swadaya seperti ini adalah kesabaran tinggi," ujar Johnston. "Proyek kayak gini membutuhkan waktu sebulan atau lebih untuk mencari semua komponen, termasuk mencari penjual komponen yang menawarkan harga wajar, dan kadang harus sabar menunggu barangnya dikirim dari Tiongkok. Tapi ujung-ujungnya kerja kerasnya sepadan kok. Ini adalah proyek yang seru agar saya tetap punya kesibukan di masa karantina tanpa harus mengeluarkan banyak uang."

Okelah, hardware bisa kita rakit sendiri. Tapi emangnya software Nintendo ada yang jual terpisah di pasaran? Ternyata, menurut seorang peretas yang diwawancarai Motherboard, upaya merakit Switch secara DIY sangat mungkin dilakukan. Sebab perangkat lunak Nintendo Switch datang otomatis dengan logic board-nya. Johnston juga membenarkan info tersebut.

Mencari logic board inilah yang menjadi bagian tersulit dari proses merakit konsol Switch tiruan. "Saya menghubungi banyak penjual di Ebay untuk memastikan perangkat lunaknya ada. Sebab tiga logic board lain yang saya beli sebelumnya dengan keterangan "kondisi seadanya" ternyata bermasalah. Saya bisa memperbaiki perangkat keras, tapi perangkat lunak yang rusak di luar keahlian saya."

1587133613278-Screen-Shot-2020-04-17-at-102337-AM

Sumber foto dari arsip pribadi: Brennen Johnston

Komponen-komponen dari konsol video game ini bisa kalian temukan di eBay dan situs-situs distribusi elektronik Tiongkok. Semuanya bisa di-googling.

Umumnya, sebuah logic board datang bersamaan dengan LCD dan baterai yang terkalibrasi dengan baik. Johnston membeli komponen-komponen tersebut secara terpisah, tapi tidak menghadapi masalah dengan kalibrasinya. "Saya pernah punya pengalaman buruk dengan Ebay saat beli baterai, maka saya memesan langsung dari penjual yang memang dikenal memiliki stok baterai Switch," ujarnya. "Saya tidak mau mengambil risiko mendapatkan barang palsu dan merusak proyek ini. Saya sempat bermasalah dengan digitizer yang tidak berfungsi, tapi mungkin itu karena ada komponen rusak/palsu yang saya pesan, menyebabkan fitur touch screen tidak berfungsi. Saya sedang memesan komponen penggantinya."

Satu-satunya komponen dari proyek Johnston yang tidak dibeberkan secara mendetail di postingan Imgur, adalah Joy-Cons. Kalau berdasarkan foto yang diunggah, kita bisa menduga itu controller buatan sendiri. "Sejujurnya, saya memang membangun joy-cons dulu sebelum merakit Switch versi tiruan," ujar Johnston. "Prosesnya agak berbeda untuk Joy-cons, saya mencari dulu joy-cons yang rusak di situs barang bekas craiglist, kemudian mereparasinya sendiri. Joy-cons yang dijual terpisah di toko juga bisa digunakan kok."

Johnston mengatakan bagian tersulit dari proyeknya adalah berjuang agar pengeluaran tidak lebih dari budget awal yang dia patok habis Rp3 jutaan.

"Proyek ini bisa selesai karena ada yang menawarkan saya logic board," ujarnya. "Saya pun tidak melakukan ini semata-mata buat menghemat uang. Saya suka belajar langsung menggunakan tangan dan memperbaiki desain perangkat keras. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk belajar. Kalau saya harus melakukan proyek ini lagi, saya akan mencoba mendesain dan memanufaktur sistem cooling heat-sink yang lebih baik."

Johnston total menghabiskan sekitar US$199 (Rp3,1 juta), itu Rp1,5 juta lebih murah dari harga pasaran di kondisi normal untuk konsol Switch standar yang bukan edisi khusus. Angka tersebut pastinya jauh lebih murah dari harga-harga yang dipatok para penimbun di Ebay.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard