Iklan
Film

Sosok di Balik Lebahganteng, Penerjemah Subtitle Kesohor Dunia Maya, Angkat Bicara

Hasil terjemahan mahasiswa tingkat akhir asal Surabaya ini diakrabi penonton film di forum-forum Internet. Kami mengajaknya ngobrol, membahas adakah uang dari hobinya itu, serta 'rivalitasnya' dengan sosok 'Pein Akatsuki' yang lebih dulu populer.

oleh Abdul Manan Rasudi
27 Desember 2016, 10:45am

Sumber foto: flickr/Kenneth Lu

Beberapa detik setelah judul film muncul, subtitle warna-warni menyebut nama alias penerjemah muncul di layar. Pemandangan ini lazim disaksikan penikmat film di Indonesia, terutama yang kalian tonton via streaming atau hasil mengunduh di Torrent.

Lebahganteng adalah salah satu nama yang sering muncul di awal film semacam itu. Bagi sebagian penikmat film di negara ini, dia layak disebut pahlawan. Terutama penonton yang butuh terjemahan bahasa Indonesia saat menyaksikan film atau serial televisi mancanegara.

Lima tahun terakhir, dari kamar asrama kampus yang ditinggalinya, Lebahganteng melakoni profesi penerjemah subtitle amatir. Lebahganteng mengaku telah mengalihbahasakan lebih dari 500 judul film, kebanyakan film Hollywood. Hasil kerjanya bisa didapatkan di situs pribadi yang dia kelola maupun situs penyedia subtitle seperti subscene. Saking populernya nama samaran ini di Internet, forum KasKus pernah membahas khusus sepak terjang Lebahganteng dan Pein Akatsuki, sosok misterius lain yang tenar di bidang alih bahasa untuk film-film hasil budaya berbagi konten (file-sharing culture). Keduanya termasuk tokoh kondang di Forum Indonesia Data & File Library (IDFL).

Lebahganteng bisa dikenal khalayak, suka tidak suka, turut dipicu massifnya pembajakan karya intelektual di Indonesia. Budaya berbagi konten, di mata para pelaku industri, seringkali disamaratakan dengan pembajakan. Data Aliansi Kekayaan Intelektual Internasional memperkirakan 90 persen konsumsi film dan musik di Tanah Air tidak melalui akses legal. Bagaimanapun, komunitas penyuka film tumbuh subur di Tanah Air. Mereka berbagi file tontonan, saling menerjemahkan subtitle lewat pertemanan dunia maya, tanpa mengharapkan imbalan uang. Walau tidak diniatkan mendukung pembajakan, karya-karya para penerjemah amatir itu kadang digunakan untuk pelanggaran hak cipta.

Lebahganteng memilih merahasiakan identitasnya. Dia bersedia diwawancarai VICE Indonesia, asal detail-detail mengenai sosok aslinya tidak diungkap. Pemuda belum genap 25 tahun ini biasa dijuluki 'tawon' oleh kawan-kawannya. Dia mengaku sedang menyelesaikan tugas akhir untuk lulus dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, salah satu universitas di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kami membahas beberapa hal bersama Lebahganteng. Mengulik suka duka menjadi penerjemah amatir, melacak sebesar apa "rezeki" yang mengalir dari jasanya, serta pengakuan bahwa dia mengenal Pein Akatsuki—sang 'rival'—yang sama-sama berdomilisi di Jawa Timur.

VICE: Ceritakan bagaimana awalnya kamu memutuskan terjun ke dunia penerjemahan subtitle?
Lebahganteng: Mulanya sih karena iseng nyari hiburan di dunia maya. Saya nyari film serial yang diulas di stasiun TV swasta. Nah, salah satu serial yang saya temukan tidak ada terjemahannya, terpaksa deh nonton pakai bahasa "kalbu".  Saya rada-rada lupa judul serialnya, soalnya banyak serial yang ditonton. Dari situ, saya mulai tertarik menerjemahkan subtitle.

Itu tahun berapa?
Tahun 2011. Udah lumayan lama. Pertama kali bikin subtitle, hasilnya disebar di situs subscene.

Pertama kali menerjemahkan pakai software?
Saya kalau buat subtitle langsung di notepad. File srt-nya yang diterjemahin, sampai sekarang. Sudah kebiasaan. Baru pakai software kalau mewarnai substitle.

Sampai saat ini, sudah berapa subtitle yang sudah kamu terjemahkan?
Waduh pastinya saya engga hafal. Tapi yang sudah di-upload sih ada lebih dari 800 subtitle. Tapi sebagian hasil resynch juga. Jadi, kalau dihitung satu-satu, kayaknya sudah lebih dari 500 judul.

Resynch itu maksudnya bagaimana?
Satu film kan kadang ada tiga versi: DVDRip, webdl, Bluray. Saya nerjemahin versi DVDRip misalnya. Terus, seminggu kemudian ada versi webdl, saya ubah timing terjemahan saya ke versi webdl. Begitu pula kalo versi BluRay keluar, saya harus ubah lagi timing subtitle saya ke versi bluray karena beda timing.

Ada yang bilang kamu punya tim penerjemah, benar begitu?
Saya kerja sendirian. Tapi kadang ada yang dikerjain bareng bersama temen-temen di forum IDFL. Saya engga punya kriteria tertentu yang diterjemahin bareng-bareng. Biasanya film-film yang kayaknya dipandang bagus sama teman-teman, dan kebetulan saya engga punya waktu untuk nerjemahin. Hubungan penerjemahan ini cuma (hubungan) antara sesama penyuka film. Gak ada fee-nya buat mereka, hehe.

Sehari menerjemahkan berapa subtitle?
Pastinya engga selalu nerjemahin tiap hari. Saya nerjemahin buat seneng-seneng saja, bukan kerjaan. Saya masih kuliah soalnya dan jadi guru les.

Ada kriteria khusus film yang kamu terjemahkan?
Saya engga punya kriteria film buat diterjemahin. Asal suka, pasti saya terjemahin. Kadang juga, kalau lagi kosong, film yang ada aja diterjemahin.

Kamu membuka request penerjemahan subtitle di website pribadi. Dalam sehari dapat berapa pesanan?
Sehari ada satu atau dua request yang masuk ke Inbox. Jangan salah kira dulu, ini kebanyakan bukan request yang dibayar ya. Kadang isi request-nya cuma gini: "Gan, tolong terjemahin  film ini dong bla bla bla". Awalnya, dulu saya engga nerima request. Tapi kok di inbox banyak, banyak email-email yang aneh, dan banyak yang minta diterjemahin.

Requestnya engga cuma soal film. Kadang ada yang minta saya nerjemahin klip-klip atau tutorial. Tapi sesuka saya saja, kalau saya suka, request-nya saya ambil. Kalau engga, saya tolak. Kebanyakan saya tolak (tertawa).

Kamu pasang tarif penerjemahan subtitle?
Tarifnya engga tentu. Antara Rp100–200 ribu per subtitle. Ada yang mau dan ada yang engga. Tapi, setelah banyak  request, kadang saya tinggikan harganya, biar engga diuber-uber request penerjemahan. Kadang saya tulis sampai Rp1 juta (per subtitle), biar engga ada request lagi. Pastinya sering ada yang nawar. Bahkan ada yang mengiming-imingi kirim pulsa Rp20 ribu.

Kalau dirata-rata dalam sebulan, kamu mengerjakan berapa request?
Sekali atau dua kali. Paling full dua karena sibuk di dunia nyata, kuliah juga, belum nongkrong-nongkrong sama teman-teman, belum jalan-jalan, dan nonton (tertawa).

Pacaran juga engga boleh lewat ya?
Saya jomblo mas :(

meme menyinggung popularitas lebahganteng.

Banyak situs memakai nama lebahganteng, yang resmi yang mana? Apakah kamu merasa keberatan ada yang mendompleng nama?
lebahku.com sih yang asli. Isinya cuma link-link ke subtitle. Saya biarin saja website yang mengatasnamakan saya. Mereka engga minta izin.

Website resmi kamu di-monetize? Berapa penghasilan web dalam sebulan?
Bisa dibilang begitu. Tapi kalau buat hidup sih ya engga cukup. Dalam sebulan, saya dapat kisaran Rp200-300 ribu. Ya sekitar segitulah. Meski saya dibilang terkenal di dunia penerjemahanm, suerr, engga ada penghasilan dari nerjemahin. Saya upload subtitle, udah, abis itu ditinggal.

Penghasilan bulanan ini saya dapat dari link penghasil uang tuh, link yang menyediakan 0,0001 Dollar. Kadang ada juga yang masang banner. Yang masang engga tentu, kadang ada banner toko baju, kadang banner pulsa gitu, ada juga banner-banner poker. Pokoknya usaha-usaha online juga. Intinya sih kalau boleh jujur, apa yang dihasilkan dari web dan request itu bukan penghasilan. Selama ini saya dapat bayaran tiap kali nge-sub dan kelihatannya sukses sekali, padahal sih mahasiswa biasa (tertawa).  Nama tidak berbanding lurus dengan penghasilan.

Kenapa memilih nama samaran lebahganteng?
Itu sering ditanyakan. Jawabannya karena awalnya iseng sih, ternyata ke belakang banyak yang kenal. Kalau ditanya arti filosofisnya, apa yah? Intinya lebah itu banyak manfaatnya, gantengnya karena saya cowo (tertawa).

Siapa saja yang tahu Identitas asli kamu?
Engga banyak sih. Orang-orang terdekat saja. Keluarga enggak tahu malahan (tertawa). Ada sedikit teman kampus, teman asrama juga tahu. Saya tinggal di asrama mahasiswa.

Kepikiran jadi penerjemah subtitle profesional?
Kalau ada kesempatan, mau sih jadi penerjemah pro, menerjemahkan film-film di bioskop.

Selesai kuliah bakal tetap mengelola Lebahganteng?
Nah, kalau itu bergantung situasi dan kondisi. Saya ingin bekerja dari jarak jauh, misalnya saya dapat kerjaan dari subber pro, kalau boleh, saya ngerjainnya di rumah. Selama ada kesempatan dan waktu Lebahganteng pasti ada. Kalau sudah berkeluarga, engga tahu juga.

Omong-omong, kamu memang kenal dengan Pein Akatsuki?
Iyes, dia duluan yang nge-sub. sekarang Pein sedang hiatus. Kita sering nobar biasanya. Ketemuannya enggak tiap bulan. Cuma kalau ada nonton bareng saja. Terakhir nonton Fantastic Beast (and Where to Find Them).

Tagged:
Subtitle
IDFL
Lebahganteng
Film Bajakan
Streaming Film Ilegal
Budaya Nonton