Krisis Kemanusiaan

Mengintip Kondisi Mengerikan Perang Saudara Yaman Lewat Jepretan 6 Fotografer Muda

AKibat perang saudara yang telah berlangsung lima tahun ini, 80 persen penduduk Yaman hidup dalam kesengsaraan. Arab Saudi terlibat membantai warga sipil di sana.

oleh VICE Staff
23 Mei 2019, 5:12am

Semua foto dari Palang Merah Internasional.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Arabia

Sejak 2014, rakyat Taman terjebak di antara perang saudara yang menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Perebutan kekuasaan ini terjadi antara presiden Abdrabbuh Mansur Hadi dan gerakan bersenjata Houthi, yang sekarang menguasai Sana’a, kota terbesar di Yaman.

Hadi menerima dukungan militer yang cukup besar dari koalisi pimpinan Arab Saudi. Negeri Petro Dollar itu melancarkan banyak serangan udara ke Yaman. Akibatnya, pasokan pangan dan kebutuhan lainnya susah masuk ke negara itu.

Kekerasan menyebabkan 80 persen orang Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. 18 dari 29 juta penduduk Yaman tidak dapat mengakses air minum yang aman.

VICE Arabia, dibantu Komite Palang Merah Internasional (ICRC) serta kolektif beranggotakan enam fotografer muda Yaman, mengunjungi negara itu untuk menunjukkan betapa parah krisis kemanusiaan akibat pearng. Para fotografer sudah lama mengabadikan dampak buruk konflik di tempat tinggal mereka masing-masing.

1557314421770-07
Sejumlah anak-anak bermain sepakbola di tengah reruntuhan bangunan di kampung Saada, Yaman barat laut, yang pernah terkena ledakan bom. Foto oleh Karrar al-Moayyad/ICRC.

Fotografer Ali Al Sonidar adalah anggota kolektif ini yang tumbuh besar di Kota Tua Sana’a. Dia mengasah kemampuan fotografinya dengan memotret wisatawan asing dari seluruh dunia yang mengunjungi tempat tinggalnya untuk melihat-lihat pasar terkenal dan bangunan berarsitektur indah.

"Saya ingin karyaku fokus pada manusia sebagai penyampai pesan dan pemicu perubahan," kata lelaki 28 tahun itu.

"Saya sejujurnya kepingin memotret turis dan momen-momen menyenangkan di kota lagi. Tapi itu tak mungkin bisa dilakukan sekarang, karena harus ada orang yang menceritakan peperangannya."

Gulir artikel ini ke bawah untuk melihat foto-foto lainnya dari Ali Al Sonidar, Ahmad Al Basha, Karrar al-Moayyad, Saleh Bahlais, Abdallah Al Jaradi dan Khaled Al Thawr.

1557314046694-13-1
Balita ini dilarikan ke Rumah Sakit Al-Salam di Saada dari desanya yang berada di Saqayn. Jaraknya sangat jauh. Pengiriman barang terhambat oleh lokasi yang sulit dijangkau. Akibatnya terjadi krisis pangan besar-besaran di negara ini. Foto oleh Karrar al-Moayyad/ICRC.
1557314131099-IMG_0054
Seorang anak laki-laki di Sana’a menjadikan karung beras sebagai tas untuk menaruh buku-bukunya. Diperkirakan ada 2.500 bangunan sekolah yang porak poranda karena konflik. Banyak sekolah yang beralih fungsi jadi tempat pengungsian bagi orang terlantar. Beberapa bahkan telah diambil alih oleh kelompok bersenjata. Foto oleh Ali Al Sonidar/ICRC.
1557314218678-192A873602

1557314268979-IMG_2842
Seorang anak lelaki mengumpulkan barang-barang bekas dari tumpukan sampah yang mengotori Kota Taiz untuk dijual kembali. Wabah kolera menyerang warga karena buruknya sanitasi. Foto oleh Ahmad Al Basha/ICRC.
1557314333071-IMG_9235
Seorang perempuan menggendong putrinya dengan satu tangan dan menenteng jerigen berat di kepalanya. Dia harus berjalan sejauh dua kilometer dari rumahnya di Habeel Salman, Kota Taiz barat, untuk mengambil air. Foto oleh Ahmad Al Basha/ICRC.
1557314370975-DSC_9312
Sekelompok perempuan dari Hajja duduk di antara harta mereka satu-satunya. Mereka berjualan camilan di pinggir jalan untuk mencari nafkah. Foto oleh Khaled Al Thawr/ICRC.
1557314532343-DSC_4279-1
Sepasang kakak-beradik dari Hodeida menunggu di dalam tempat pengungsian yang gelap dan tidak berventilasi. Keluarga mereka berlindung di bangunan ini setelah kerusuhan pecah di sepanjang Laut Merah Yaman. Foto oleh Ali Al Sonidar/ ICRC.
1557314622579-6-3
Seorang perempuan tua terlantar duduk di kota pesisir Aden, Yaman Selatan. Foto oleh Saleh Bahlais / ICRC.
1557314771769-IMG_2095
Lelaki sepuh ini habis memeriksa puing rumahnya di Al Jahmaliah, Taiz, pusat Yaman. Sebagian besar bangunan apartemen di sana sudah rata dengan tanah. Foto oleh Ahmad Al Basha/ICRC.
1557314813668-DSC_3799
Konflik menghancurkan banyak daerah bersejarah, termasuk Kota Tua Sana’a yang bernuansa warna oker. Tak ada lagi turis yang datang. Para pedagang kesulitan menghasilkan uang. Foto oleh Ali Al Sonidar/ICRC.
1557314850407-IMG_9298
Dua anak menaiki kereta dorong roda tiga di jalanan Marib, timur Sana’a. Foto oleh Abdallah Al Jaradi/ICRC.

Di Yaman, ICRC bisa menyediakan air bersih bagi jutaan orang Yaman berkat dukungan dari perusahaan air dan pihak berwenang. Mereka mengunjungi tahanan dan memperbaiki kondisi di sana. Tim bedah dan struktur yang didukung ICRC mengobati dan memberikan perawatan darurat untuk jutaan orang di seluruh Yaman, termasuk orang-orang terlantar.