Iklan
media sosial dan privasi data

Miliarder Eks Pemilik WhatsApp Menganjurkan Followernya Untuk Menghapus Facebook

Tak tanggung-tanggung, Brian Acton mulai menggunakan tagar #deletefacebook Twitter.

oleh Samantha Cole
23 Maret 2018, 3:57am

foto: shutterstock

Pria yang melego perusahaannya ke Facebook seharga $19 miliar (setara Rp261 triliun) kini mengimbau orang untuk berhenti menggunakan Facebook.

Brian Anton, yang mendirikan WhatsApp dengan Jan Koum, menjual aplikasi pengiriman pesan ke Facebook pada 2014. Waktu itu, kondisinya memang masih lebih sederhana. Facebook belum tersandung dengan baragam skandal yang memalukan. November lalu, tersiar kabar jika Facebook digunakan oleh mata-mata Rusia untuk memengaruhi hasil pemilihan Presiden dan ditengarai punya sumbangsih yang signifikan dalam menyulut genosida di Myanmar. Pekan lalu, terbongkarnya penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica, sebuah lembaga jasa analisis data untuk pemenangan pemilu, makin menguak sisi gelap dari raksasa media sosial buatan Mark Zuckerberg ini.

Facebook saat ini memang sedang benar-benar dirundung krisis. Harga saham Facebook merosot jauh dan pekan ini kehilangan $150 juta (setara Rp20 triliun) nilai pasarnya. Belum lagi, Federal Trade Commission mulai membuka wacana untuk menyelidiki Facebook.

Buntutnya, kepala chief security officer Facebook, Alex Stamos dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Belakangan, akhirnya Mark Zuckerberg angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas penyalahgunaan data yang santer dibicarakan sepekan kemarin.

Facebook pernah menolak lamaran kerja Acton pada 2009. Namun, setelah berhasil menjual WhatsApp ke Facebook, Acton memiliki kekayaan sampai beberapa miliar dollar alias triliunan rupiah. Kendati partnernya Koum tetap duduk di dewan perusahaan WhatsApp, Acton memilih hengkang dan merintis sebuah lembaga nirlaba. Februari lalu, Acton mengumumkan peluncuran lembaga nirlaba Signal Foundation yang didirikan untuk mengadvokasi teknologi sumber terbuka. Kini, Acton mengimbau 30.000 followernya di Twitter untuk segera menyingkirkan Facebook.

Kamu tentu boleh manut atau tidak pada Acton. Tapi, jika kamu ingin tetap mengunakan Facebook dengan aman serta bisa mengikuti perkembangan raksasa media sosial ini, ikuti cara berikut. Cuma, kalau kamu memang sudah jengah dan ingin menghapus akun Facebookmu selama-lamanya, jangan ragu untuk mengikuti cara-cara berikut.