Iklan
WTF

Lelaki Ini Rajin Mencuri Ponsel Plus Uang Digital Persembahan di Kuburan Tionghoa

Dia memperoleh sekitar Rp14 juta berkat aksinya. Saldo WeChat mendiang ikut digasak. Lelaki ini mengaku hobi mendatangi kuburan lalu mengambil peninggalan keluarga.

oleh Lia Savillo
02 Oktober 2019, 2:40am

Tentu dua gambar di atas cuma ilustrasi saja. Foto kuburan cina [kiri] oleh  Scott Rodgerson dari Unsplash; Foto ponsel dari Selwyn van Haaren di Unsplash.

Seorang lelaki di Tiongkok tertangkap basah mencuri ponsel dari peti yang terkubur, dan menggunakannya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening banknya. Lelaki 21 tahun, yang namanya disamarkan menjadi Li Li, diamankan aparat polisi di provinsi Zhejiang pada 19 September.

Sixth Tone melaporkan Li Li diduga menggali kuburan dan mencuri ponsel yang ditaruh di peti mati. Ponsel itu tampaknya merupakan benda terakhir buat jasad yang ditidurkan di dalamnya.

Adat istiadat di Tiongkok mewajibkan kerabat meninggalkan kenang-kenangan agar saudara mereka yang telah tiada bisa beristirahat dengan tenang di keabadian. Bendanya bisa berupa uang, perhiasan dan lain-lain.

Li Li tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia pergi ke kuburan setiap malam untuk menggali peti dan mengambil uang yang ada di dalamnya. Uang curian Li Li biasanya berkisar 30-80 yuan (Rp59-158 ribu).

Dia mendadak ketiban rezeki ketika menemukan ponsel dalam peti mati seorang lelaki tua. Li Li kemudian membongkar kunci sandi pembayaran WeChat di ponsel tersebut. Dia kabarnya mengembalikan ponsel setelah mentransfer 1.000 yuan (setara Rp14 juta) ke rekening pribadi. Akan tetapi, dia mengambilnya kembali setelah kehabisan uang. Nominal transfernya mencapai 9.500 yuan (Rp18 juta).

Putra mendiang yang kecurian baru menyadari ada yang aneh awal bulan ini. Biro jaminan sosial memberitahunya penggantian biaya medis dan pemakaman senilai 9.500 yuan (Rp18 juta) telah ditransfer ke rekening bank sang ayah. Akan tetapi, rekeningnya kosong saat dicek.

Hasil penyelidikan polisi mendapati rekening mendiang ayah melakukan sejumlah transaksi pada Agustus, beberapa bulan setelah kematiannya.

Saat ini, Li Li ditahan di Changxing atas dugaan pencurian dan perusakan properti milik pribadi. Kasusnya sedang diproses oleh kepolisian.

Follow Lia di Instagram dan Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Tagged:
cina
Budaya
Kejahatan
Kriminalitas
Tiongkok
Pencurian Makam
Uang Digital
Persembahan Keluarga