Iklan
Perjodohan Binatang

Sapi Perah Sekarang Punya App Mirip Tinder, Supaya Tak Kesulitan Berkembang Biak

Perkembangan teknologi di Inggris ini menyedihkan buat manusia yang gagal melulu pakai aplikasi kencan...

oleh Jelisa Castrodale
16 Februari 2019, 3:41am

Foto oleh: PATRIK STOLLARZ/AFP/Getty Images / Kolase oleh MUNCHIES Staff 

Tinder tuh kadang menyebalkan ya. Soalnya aku dan banyak teman-teman lain pernah ketanggor pengguna Tinder yang mengaku diri 'cowok baik' tapi langsung tersinggung kalau kamu enggak terkesan sama foto-foto mereka dari zaman kuliah pas perutnya masih kotak-kotak. Banyak juga pengguna Tinder yang cuma mau bobo bareng, enggak mau kenalan.

Rumit lah pakai Tinder tuh. Banyak akun di dalamnya makin ngeselin. Tapi mungkin Tinder emang udah nasibnya begitu. Kalau mencari aplikasi kencan yang murni dan bebas dari perilaku ngeselin, ada jawabannya: Tudder. Ini aplikasi kencan yang masih murni dan belum tercemar. Aplikasi yang baru diluncurkan ini menampilkan ribuan profil yang tulus, dipromosikan pakai lelucon bapak-bapak, dan tidak mengandung satupun foto pamer dari penggunanya.

Sayangnya, aplikasi ini khusus untuk sapi.

"Tudder adalah aplikasi baru berbasis swipe yang membantu hewan ternak di seluruh Britania Raya mencari pasangan pembiakan dalam pencarian cinta," begitu kutipan deskripsinya di App Store. "Aplikasi ini didesain SellMyLivestock, bertujuan menyatukan hewan ternak dengan belahan jiwa mereka, dan menampilkan profil data hewan dari 42 peternakan di seluruh Inggris."

Para peternak nantinya menggesek ke kiri atau kanan demi mencari pasangan yang pas untuk beberapa jenis sapi khusus milik mereka. Di Inggris, ada sapi Hereford atau Shorthorn yang idealnya menikah dengan sapi dari jenis yang sama. Kalau cocok, maka aplikasi itu membantu peternak yang mencari

pasangan ke peternak lainnya. Mereka bisa membahas logistik dan menegosiasikan harga untuk mengawinkan sapi-sapi tersebut.

App ini didesain Hectare Agritech, yang misinya “membuat hidup peternak lebih mudah.” (Selain Tudder dan SellMyLivestock, Hectare turut menjalankan situs pertukaran biji-bijian tanaman pangan bernama Graindex, dan FarmPay, yang pada dasarnya menyerupai PayPal untuk jagung dan sapi ternak.)

Satu peternak asal Wales mengaku aplikasi seperti Tudder dan SellMyLivestock telah membuat hidupnya secara signifikan lebih mudah. "Pergi ke pasar mencari calon pasangan buat sapiku tuh ribet," kata Marcus Lampard kepada Bloomberg. "Kalau saya pergi ke pasar membawa kerbau, dengan kemungkinan saya harus membawanya kembali, semua operasi di peternakan harus dihentikan selama dua minggu."

Tudder bukan platform online pertama yang memastikan sapi ternakan bisa mencari pasangan seksual. Pada 2014, sekelompok asosiasi pembiakan sapi di Perancis meluncurkan trouverlebontaureau.com, yang artinya “Temui Kerbau Yang Pas.”

Lebih dari 300 kerbau yang memenuhi syarat ditampilkan di situs ini. Dengan begitu peternak dapat memilih donor sperma yang cocok untuk sapi betina mereka. Akibat jumlah sapi di Perancis yang terus menurun, sperma si Sapi Yang Pas bakal dikumpulkan dan dikirim kepada pencari jodoh online, yang lalu harus membuahi hewan seberat 450 kilogram secara artifisial.

Di Inggris, CEO Hectare mempunyai visi untuk masa depan dunia peternakan. "Inseminasi ternak lewat aplikasi seharusnya lebih mudah dibandingkan penjaruman manusia,” ujar Doug Bairner kepada Bloomberg. "Pembiakan domba juga didorong data, jadi kami akan bikin aplikasi untuk itu."

Saya ralat deh kata-kata sebelumnya. Perjodohan buat manusia maupun binatang ternyata sekarang enggak bisa lepas dari teknologi.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES