Iklan
Epidemi Coronavirus

Panik Coronavirus Picu Tagar Berlebihan Menolak Masuk Semua Turis Cina ke Indonesia

Sejauh ini 6 pasien terduga corona dirawat di Indonesia. Tagar #TolakSementaraTurisChina disebar netizen yang menilai pemerintah lamban. Masalahnya ada yang memakainya buat rasisme terselubung.

oleh Ikhwan Hastanto
27 Januari 2020, 7:19am

Sebagian turis asal Tiongkok di Nusa Penida Bali mengenakan masker setelah ada pemantauan soal risiko penyebaran virus corona di Indonesia. Foto oleh Sonny Tumbelaka/AFP

Epidemi virus corona atau novel coronavirus (nCoV 2019) meluas lebih cepat dari perkiraan. Per 26 Januari malam waktu Tiongkok, 2.769 orang dipastikan terjangkit virus corona di Tiongkok, 80 di antaranya meninggal.

Wabah sudah menyebar keluar batas negara karena pergerakan warga negara asing dari dan menuju Tiongkok. Kondisi ini membuat beberapa bandara memasang alat pemindai suhu untuk mengidentifikasi pembawa virus.

Di tengah kepanikan karena epidemi global, netizen Indonesia terkaget-kaget dengan beredarnya video kedatangan 174 turis asal Tiongkok ke Sumatera Barat yang disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Video ini dikecam netizen karena timing-nya kurang pas.

Geram dengan lambannya pemerintah merespons wabah virus corona ditambah informasi bahwa alat pemindai suhu ternyata enggak efektif-efektif amat, banyak netizen menggunakan tagar #TolakSementaraTurisChina di Twitter yang langsung jadi trending topic.

Lambat laun, tagar itu jadi bernuansa rasis diimbuhi sentimen negatif pada etnis Tionghoa, lantaran pengguna internet ramai-ramai meminta pemerintah menutup sementara pintu Indonesia dari kedatangan siapa pun yang berasal dari Tiongkok.

Menteri Kesehatan dr. Terawan sempat terkesan meremehkan penyebaran virus ini. Mungkin maksudnya biar masyarakat hati-hati tanpa perlu panik, namun masalahnya, belakangan terus muncul pasien suspect virus corona di seantero Indonesia

Pada Sabtu (25/1) kemarin, RSUD Raden Mattaher, Jambi, kedatangan pasien yang diduga terjangkit virus. Dari pantauan Tribunnews, pasien tersebut saat ini sedang diisolasi dalam kamar dengan pembatas kain putih yang diberi tulisan “dilarang lewat selain petugas, isolasi virus corona”.

Pihak rumah sakit mengaku, pasien datang sendiri karena mengeluh batuk-pilek dan diketahui baru pulang dari Wuhan, kota tempat wabah ini pertama ditemukan meluas. Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi dr. Dewi Lestari mengatakan status pasien masih terduga. Namun, RSUD sudah mewajibkan petugas untuk siaga menggunakan pakaian hazmat, helm, masker N95, sarung tangan panjang, dan sepatu bot kala menemui pasien.

"Kita sudah siapkan ruang isolasi khusus untuk pasien diduga terkena penyakit Wuhan pneumonia [nama lain virus corona-red]. Kita sudah siapkan ruang isolasi khusus untuk pasien diduga terinfeksi Wuhan p neumonia. Keselamatan petugas juga harus diutamakan karena sangat berisiko tertular bila bersentuhan langsung dengan pasien. Jadi, kita menggunaka alat perlindungan diri lengkap," ujar Dewi kepada Tribunnews.

Pindah ke Ibu Kota, seorang pasien yang baru pulang dari Tiongkok diduga terjangkit virus corona saat berobat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, DKI Jakarta, pada Jumat (24/1). Saat ini sedang diteliti lebih lanjut apakah pasien benar-benar terjangkit. Pihak RSPI mengaku butuh 2-3 hari untuk mengetahui hasilnya.

"Ketika masuK RS sudah demam di atas 38 derajat, radang tenggorokan, dan flu batuk. Sudah masuk ruang isolasi dan saat ini sedang uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut apa pasien benar-benar terkena corona virus atau tidak. Kita ambil sampel dahak dan cairan dalam hidung untuk penelitian," ujar Pompini Agustina, Anggota Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI. Pihak RSPI mengatakan sudah menyiapkan 11 kamar khusus untuk pasien terduga Corona.

Di Bali, tiga turis asal Tiongkok diduga terjangkit virus corona pada Sabtu lalu (25/1). Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan intensif di RSUP Sanglah Denpasar dan ditempatkan di ruang isolasi. Humas RSUP Sanglah Denpasar Dewa Ketut Kresna mengatakan, satu turis berkewarganegaraan Meksiko yang sudah lama tinggal di Tiongkok dan dua lainnya adalah anak-anak asal Tiongkok. Setelah diteliti, satu pasien terbukti negatif.

Di Sorong, Papua Barat, seorang pria asal Tiongkok tengah menjalani pemeriksaan di RSUD Sele Be Solu. Direktur RSUD Mavkren Kambuaya mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk pemeriksaan lanjutan. “Tapi pada prinsipnya tidak perlu khawatir karena ini pun masih curiga. Ini kan belum pasti pemeriksaan, karena pemeriksaan harus sampelnya dikirim ke Jakarta untuk diperiksa,” ujar Mavkren kepada Kompas.

Terakhir, hari Minggu kemarin, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menerima dua pasien terduga terinfeksi virus corona. Satu orang adalah pekerja asing asal Tiongkok, satu orang lainnya adalah WNI. Rumah sakit tengah menunggu analisis lab di Balitbangkes Kemenkes Jakarta untuk mengetahui status penyakit keduanya.

Menurut mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, sebanyak 93 mahasiswa Indonesia terisolasi di kota yang serupa mati ini dan masih menunggu dievakuasi oleh KBRI.

Tagged:
indonesia
who?
Wuhan
kesehatan
Tiongkok
penyakit menular
Wisatawan Asing
Coronavirus di Indonesia
Tagar Rasis
Turis Cina
Virus Mematikan