Pandemi Corona

Muncul Banyak Kasus Hand Sanitizer Bikinan Sendiri Diminum Bocah Karena Rasanya Enak

Yang penting lagi, jangan dimasukkan ke dalam botol minum. BPOM AS sampai bikin imbauan agar hand sanitizer harus dipastikan rasanya pahit dan tidak enak ditenggak.
08 Mei 2020, 6:23am
hand sanitizer
Foto: Getty Images

Walaupun sudah jarang banget keluar rumah, kita harus tetap menjaga kebersihan diri dan rajin mencuci tangan. Sabun cuci tangan dan hand sanitizer pada akhirnya jadi susah dicari karena stoknya menipis. Alhasil, banyak yang mencoba bikin hand sanitizer sendiri untuk mengakali kekurangan ini. Contohnya seperti produsen barang mewah Prancis LVMH.

Untuk sementara waktu, Biro Perdagangan dan Pajak Alkohol dan Tembakau AS (TTB) mengizinkan tempat penyulingan untuk memproduksi hand sanitizer tanpa harus menunggu otorisasi atau mengajukan izin terlebih dulu. (Distilled Spirits Council mengatakan saat ini ada 700 tempat penyulingan lebih yang membuat hand sanitizer di Amerika Serikat.)

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengapresiasi upaya ini, tapi mereka mengimbau agar hand sanitizer-nya tidak bisa diminum.

“Kami menghargai kesediaan industri untuk menambah pasokan hand sanitizer berbasis alkohol guna memenuhi peningkatan permintaan,” ujar komisaris FDA Stephen M. Hahn, M.D. awal pekan lalu. “Dengan meningkatnya pasokan, maka misi kami selanjutnya yaitu memastikan keamanan produk-produk ini. Hand sanitizer wajib diproduksi hingga tidak bisa dikonsumsi, terutama untuk anak-anak, dan diberi label yang sesuai untuk mencegah konsumsi baik yang disengaja maupun tidak.”

FDA lebih lanjut menjelaskan alkohol dalam hand sanitizer harus didenaturasi, dengan cara menambahkan kombinasi bahan kimia ke dalam etanol sampai rasanya pahit. Menurut TTB, hand sanitizer harus diproduksi hingga rasanya “tidak layak diminum.”

FDA membuat imbauan ini bukan tanpa alasan. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Asosiasi Pusat Pengendalian Racun AS mengungkapkan peningkatan dramatis dalam panggilan darurat terkait anak-anak keracunan setelah menenggak hand sanitizer.

Jumlahnya naik 79 persen pada Maret dengan periode empat minggu yang sama seperti tahun lalu. Disebutkan pula bahwa “mayoritas” panggilan darurat berkaitan dengan anak-anak di bawah 5 tahun.

Salah satu panggilannya melibatkan bocah 13 tahun yang menenggak hand sanitizer buatan penyulingan. Alasan dia meminum cairan pembersih tangan itu karena rasanya seperti “alkohol biasa” dan dimasukkan ke dalam botol minuman keras. FDA menggunakan insiden ini untuk secara tidak langsung menghukum tempat penyulingan yang tidak mendenaturasi alkohol, atau menempelkan label “Drug Facts” atau peringatan ‘JANGAN DIMINUM’ pada kemasan produknya.

Namun, sejumlah penyulingan melapor kesulitan mencari dan membeli bahan kimia untuk denaturasi, seperti gliserol, hidrogen peroksida, dan aseton. Biaya semua komponennya juga pasti meningkat karena permintaan yang tinggi.

FDA meregulasi hand sanitizer yang dijual bebas di apotek, dan telah memperingatkan agar cairan pembersih tangan ini disimpan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu, anak kecil harus menggunakan hand sanitizer di bawah pengawasan orang dewasa. Distilled Spirits Council juga memperingatkan hal serupa kepada para anggotanya. Asosiasi dagang ini membuat infografis yang bisa dibagikan dan digunakan tempat penyulingan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US