Penyiksaan Imigran

Pengungsi Membuat Daftar 10 Lagu Paling Mengerikan Dipakai CIA Menyiksa Tahanan

Bagaimana bisa Bee Gees dan musik tema serial ‘Barney’ menjadi lagu penyiksaan efektif? Para pengungsi asal Irak dan Afganistan membeberkan alasannya.

oleh Mahmood Fazal
09 April 2017, 11:01am

Kolase gambar oleh Ben Thomson.

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Tumbuh besar sebagai warga keturunan Afganistan di Kota Melbourne, Australia, Ibu saya sering mendengarkan musik George Michael dan Milli Vanilli. Ayah boro-boro dengerin musik, dia sibuk kerja terus. Saya selalu tertarik mencari tahu musik-musik apa yang didengarkan oleh kaum imigran. Ketika mendengar bahwa CIA menggunakan musik Barat sebagai alat penyiksaan, saya langsung kepikiran bagaimana hubungan kaum pendatang dengan kultur Barat dibentuk oleh musik.

Ketika masih remaja, saya sering nongkrong di area pasar Dandenong ketika Ayah sibuk menjual sepatu olahraga. Komunitas kami banyak diisi junkies, bandar heroin dan penuh dengan penduduk dari berbagai negara yang berbeda.

Ketertarikan saya dengan musik dimulai setelah membeli album "R U Still Down" oleh 2Pac. Ketika membaca lirik 2Pac, "I'm sick inside my mind, why you sweatin' me? It's gonna take an army full of crooked ass cops to come and get me!", saya merasa 'terbangun', layaknya seseorang yang tiba-tiba mengalami pencerahan religius. 2Pac ngerap tentang lingkungan dan gaya hidup komunitas miskin seperti kami dan membuat saya merasa tidak sendiri.

Namun setelah Serangan teror 11 September 2001 terjadi di AS, saya tidak lagi tertarik dengan musik rap. Afghanistan tiba-tiba mendapat sorotan media, Ja Rule menguasai chart musik dan kami langsung berubah dari anak-anak imigran yang aneh menjadi musuh nomor satu masyarakat Amerika Serikat.

Saya ingat ketika pertama kali mendengar lagu grup metal Slayer - 'Reign In Blood dan merasakan paradoks emosional dari tumbangnya twin tower dengan pengalaman kami tinggal di kampung Afganistan yang dihujani serangan drone. Apabila musik rap itu terasa seperti melihat sebuat lukisan dan menikmati estetikanya, musik Slayer terasa seperti ekspresi perasaan kami sepenuhnya.

Ajaibnya, di Guantanamo, CIA justru menyiksa kaum imigran seperti kami menggunakan musik-musik yang kami suka. Saya membayangkan seorang tahanan Guantanamo yang mungkin dipaksa mendengarkan "Enter Sandman" karya Metallica berulang-ulang kali dan bertanya-tanya apakah dia merasakan sensasi yang sama ketika saya pertama kali mendengar Slayer (sekedar info, Slayer > Metallica). Tapi jelas situasi kami berbeda dan saya penasaran bagaimana mereka memproses musik asing seperti itu dalam keadaan yang mereka alami.

Saya kemudian mengumpulkan beberapa imigran asal Irak dan Afganistan mencari tahu lagu penyiksaan mana yang terburuk berdasarkan daftar lagu pilihan CIA. Saya bertemu Karim dan Najib ketika tengah bermain kriket di Noble Park. Berhubung kami semua berdarah Afganistan, kami menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi di lapangan tersebut. ABdul, Kassim dan Aziz adalam pengungsi dari Irak yang saya temui di toko barber setempat; mereka mencari uang dengan cara mengecat rumah dan hobinya mendengarkan radio sepanjang hari.

Kami mendengarkan setiap lagu dari playlist tersebut di mobil WRX sepupu yang dilengkapi dengan dua subwoofer dan ampli yang bisa membuat kuping anda berdengung seharian, menghitung berapa kali lagu itu diputar, sebelum kami mulai ikut menderita. Berikut deretan 10 lagu paling menyiksa, hasil penyelidikan kami.


10. "Dirrty" - Christina Aguilera

Intro lagu ini lumayan penuh provokasi, terutama ketika didengarkan dengan volume kencang. Anda juga mungkin sudah bisa menduga Christina akan mulai berteriak di bagian chorus, tapi tetep saja anda kaget. Lagu ini juga mungkin terlalu seksi bagi teman-teman Islami kami yang religius. Abdul yang paling religius di antara kami terus-terusan memasang dan melepas sabuk pengamannya ketika mendengarkan lagi ini. Ini membuat semua orang tidak tenang. Reaksi ini sebetulnya tidak terlalu parah karena kami semua sudah familiar dengan lagunya. Kabarnya lagu ini bahkan diputar di acara TV khusus musik di Timur Tengah.

9. "Take Your Best Shot" - Dope

Kassim mendeskripsikan perasaannya ketika mendengar lagu ini: rasanya seperti kepala saya diputar-putar dengan kecepatan yang berubah-ubah. Abdul terus bergoyang maju mundur seakan-akan dia sedang menjalankan meditasi hipnotis yang aneh atau seakan-akan dia sedang membacakan ayat Alquran ke anak-anak madrasah. Intinya, dia terlihat tidak nyaman.

8. "Lagu Tema Serial Sesame Street"

Lagu ini menyeramkan, sama seperti bagaimana anak-anak yang terlihat polos di film-film horor itu menyeramkan. Mungkin Guantanamo terasa seperti ini, seperti film horor. Kami semua terlihat kebingungan ketika mendengar lagu ini, karena lagu ini dijepit dua lagu dengan genre yang sangat berbeda. Rasanya jika terus didengarkan, lagu ini akan perlahan-lahan membuat kami gila.

7. "America" - Neil Diamond

Kami semua mempunyai pendapat yang sama soal lagu ini. Rasanya lagu ini nanggung dan tidak memuaskan. Ketika Neil menyanyikan TODAYYY di akhir lagu, saya lega sekali. Karim terus-terusan mendesah dramatis penuh kelegaan. Lagu ini terasa sangat monoton, dan mungkin sama rasanya ketika anda bermain mesin judi, tapi gak pake uang.

6. "The Real Slim Shady" - Eminem

Aziz eneg mendengar vokal Eminem. Dia bilang suara Eminem diiringi musiknya mengingatkan dia akan orang-orang yang gila; "Pernah gak ketemu orang-orang yang super happy dan baik secara berlebihan mereka malah kelihatan gak waras? Nah kayak gitu ini rasanya." Aziz lagi mendeskripsikan musik Eminem atau mbak-mbak jualan produk kecantikan di mal sih?

Foto oleh Mahmood Fazal.

5. "Saturday Night Fever" - The Bee Gees

Karim bersontak "Ini cewek gak bisa apa punya suara bagus kayak Nancy Ajram, gak ada rasanya." Rasa? Bro, Bee Gees itu cowok semua kali dan ini musik penyiksaan, bukan es krim. Dan menurut saya lagu "You Should Be Dancing" itu jauh lebih nyebelin dari yang ini. "Saturday Night Fever" masih agak mendingan karena lagu-lagu sok disko lumayan banyak juga di Timur Tengah. Kassim berargumen bahwa biarpun lagunya agak lebay flamboyannya, kami semua sesungguhnya juga lumayan flamboyan. Ya ini bener...kalau situasi dunia lagi damai.

4. "Fuck Your God" - Deicide

Semua teman saya membenci lagu ini dan mereka tidak percaya ketika saya bilang gaya teriak-teriak growl ala death metal seperti ini sesungguhnya lumayan populer. Inilah momen ketika saya berpikir, ah anjing, biarpun satu bangsa, selera kita beda banget. Reaksi mereka terhadap vokal Deicide membuat saya sedih. Saya tidak mengerti kenapa reaksi mereka sangat negatif biarpun kami lahir dari kultur yang sama.

3. "I Love You" - Lagu tema serial Barney

Mulai dari gelak tawa Barney, vokal yang sengau, dan suara anak-anak kecil tertawa, semuanya tentang lagu ini terdengar aneh banget. Kasian deh siapapun yang harus mendengarkan lagu ini lebih dari sepuluh menit. Untungnya acara TV ini udah gak ditayangin lagi. Ngeliat orang aneh mengenakan kostum besar berwarna ungu bikin gue ngeri. Apa iya gue ketakuan gara-gara gue berdarah Timur Tengah? Entahlah, mungkin pas juga CIA memilih lagu ini.

2. "The Beautiful People" - Marilyn Manson

Najib mengatakan bahwa lagu ini terdengar seperti suara dari neraka. Biarpun tidak segitu religiusnya, dia mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa ini lagu dari neraka dan kita harus berhenti mendengarkan. Aziz menceritakan bahwa Najib datang dari desa yang penuh dengan kepercayaan takhayul jadi mungkin sebaiknya keluhan dia kami dengarkan. Najib terlihat sangat aneh dan kebingungan. Pilihan lagu yang bagus dari CIA.

1. Lagu Iklan Meow Mix

Meow Mix memuncaki daftar ini sebagai lagu yang paling membuat para imigran tidak nyaman ketika disiksa CIA. Mungkin ini ada hubungannya dengan suara kucing mengeong dengan keras. Kami semua tidak punya binatang peliharaan, dan anjing peliharaan sepupu selalu ditaruh di luar rumah. Ada elemen kesenjangan kultur dan takhayul yang dieksploitasi menggunakan lagu ini. Setelah mendengarkan lagu ini, kami sadar bahwa CIA sangat pintar. Musik yang membuat anda stres itu biasanya bukan musik heavy metal yang keras. Untuk menyiksa seseorang, anda harus memberikan nuansa nostalgia yang membosankan, repetitif dan abrasif. Selamat, CIA, lagu-lagu pilihan anda sukses.

Lagu-lagu Yang Layak Masuk Daftar:

"All Eyez On Me" - Tupac
Saya gak tau kenapa CIA memilih lagu ini. Kesannya mereka cuman googling album Tupac paling populer terus memilih title-tracknya. Gimana sih?! Udah jelas lagu Tupac paling nyebelin itu hasil duet dengan Elton John berjudul 'Ghetto Gospel'.

"Raspberry Beret" - Prince

Apa sih isi otak agen CIA sampai menyiksa orang pake lagu Prince seperti dijelaskan di daftar itu? Bego banget. Padahal Semua orang suka Prince.