Iklan
The VICE Guide to Right Now

Spanyol Menunjuk Pejabat Khusus Bertugas Mendorong Warga Bikin Anak

Tentu saja, posisi menteri urusan seks ini muncul lantaran tingkat kelahiran di Negeri Matador itu turun drastis.

oleh Brian Moylan
02 Maret 2017, 4:22am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.

"Kaisar Seks Spanyol" kedengarannya seperti judul film bokep. Tapi memang jabatan itu sekarang benar-benar ada. Dalam rangka mengatasi penurunan populasi Spanyol, pemerintahan menunjuk Edelmira Barreira menjabat secara resmi sebagai "komisaris untuk tantangan demografi", seperti dikutip dari laporan ABC Spanyol.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya angka kematian di Spanyol mengalahkan angka kelahiran, yang berarti populasi keseluruhannya merosot. Tingkat kesuburan di Spanyol adalah salah satu yang terendah di dunia mutakhir: Perempuan berusia antara 18 dan 49 tahun rata-rata memiliki 1.3 anak, yang mana di bawah rata-rata Uni Eropa yaitu 1.58 anak dan rata-rata Amerika yaitu 1.82. Seorang perwakilan dari kementrian pendidikan Spanyol berkata pada ABC bahwa penurunan tingkat kelahiran "memperburuk ketidakseimbangan ekonomi lainna dan menyebabkan dampak-dampak penting di negara kesejahteraan."

Barreira, ahli demografi, baru-baru ini ditugaskan membuat strategi nasional untuk memperbaiki ketidakseimbangan demografis dan mesti melapor kepada perdana menteri Spanyol Mariano Rajoy. Saran tersebut kemungkinan membosankan dan amat teknis, alih-alih seksi, seperti memainkan Barry White di radio nasional atau memberikan kredit pajak bagi pembelian pakaian dalam wanita.

Banyak orang percaya bahwa pernyebab penurunan tingkat kelahiran di negara-negara industri adalah peningkatan keterlibatan perempuan di tempat kerja, sehingga menunda punya anak, dan faktor beragam lainnya, namun sejauh ini belum ada yang mengutarakan alasan pasti untuk masalah ini.

Rafael Puyol, profesor di IE Business School di Madrid, berpikir bajwa permasalahannya adalah warga yang terlalu letih setelah bekerja seharian. "Jam kerja panjang menyulitkan mereka punya anak. Lalu tiba-tiba anak lahir dan justru keadaan mereka memburuk," ujarnya pada ABC. Mungkin Spanyol perlu mencoba menawarkan warganya satu jam istirahat berbayar dalam waktu kerja untuk pulang ke rumah dan bersanggama, seperti yang dianjurkan anggota dewan di Swedia untuk pegawai pemerintahan baru-baru ini.

Negara-negara lain dengan tingkat kelahiran rendah di Uni Eropa mencoba beberapa inisiatif agar aktivitas seks para pasangan meningkat. Di Denmark, misalnya, pemerintah setempat menciptakan iklan pada tahun 2014 bertajuk "Do it for Denmark" ("Lakukanlah untuk Denmark") sebagai anjuran bagi pasangan untuk berlibur dan bersenggama. Pada tahun 2010, Korea Selatan memerintahkan lampu-lampu di gedung perkantoran dimatikan dimatikan pada pukul 19:30 sebulan sekali agar pegawai kantoran pulang ke rumah dan melihat apa yang terjadi ketika mati lampu. Pada 2012, pemerintah Singapura menciptakan "National Night" ("Malam Nasional") agar para pasangan bisa bersantai di rumah dan "make a baby, baby," yang iklannya disponsori oleh Mentos.