Musik

Ada Peneliti Butuh 4.000 Relawan untuk Mempelajari Penyebaran Virus Corona di Konser

Tim dari Jerman ini bertujuan menemukan cara aman agar orang tetap bisa nonton konser dan acara olahraga, tanpa membahayakan kesehatannya.
23 Juli 2020, 6:29am
kerumunan orang menonton konser
Foto oleh Vishnu R via Pixabay

Layaknya musisi lain di seluruh dunia, penyanyi pop Jerman Tim Bendzko terpaksa membatalkan dan mengatur ulang jadwal tur “ Jetzt Bin Ich Ja Hier” akibat pandemi COVID-19. Dia hanya menyisakan satu konser saja untuk tahun ini, yang akan digelar akhir Agustus nanti. Namun, tidak semua orang bisa menontonnya. Mereka harus mendaftarkan diri terlebih dulu ke Universitas Martin Luther Halle-Wittenberg.

Konser ini pun bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Acaranya diselenggarakan untuk keperluan proyek eksperimen “Risk prEdiction of indoor SporT And cultuRe events for the Transmission of COVID-19” atau RESTART-19. Para peneliti ingin mempelajari bagaimana virus corona menyebar dalam ruangan tertutup dan ramai. Sekarang mereka membutuhkan 4.000 sukarelawan yang bersedia menonton konser Bendzko.

“Kami ingin menemukan jalan tengah agar promotor bisa menyelenggarakan konser lagi dengan cara yang tidak merugikan,” terang Stefan Moritz, koordinator acara dan kepala bagian penyakit menular di rumah sakit Universitas Martin Luther Halle-Wittenberg, kepada The Guardian.

Hanya orang-orang berusia 18 ke atas yang bisa menonton konser ini. Setibanya di Quarterback Immobilien Arena di Leipzig, mereka akan memakai masker filter FFP2, alat pelacakan kontak, dan sebotol cairan disinfektikan. Situs RESTART-19 menjelaskan alat tersebut akan mengukur seberapa dekat jarak satu penonton dengan yang lain, sementara semprotan disinfektan akan meninggalkan jejak sinar UV pada permukaan yang sering disentuh. “Dengan cara ini, kami bisa mengidentifikasi permukaan mana saja yang paling terkontaminasi. Hasilnya bisa dijadikan pertimbangan khusus untuk konsep acara di masa depan,” bunyi keterangan proyeknya.

Para penonton akan melalui tiga simulasi saat memasuki gedung. Pertama, mereka melewati dua gerbang utama seperti yang biasa dilakukan dulu. Kedua, arus masuk penonton dibagi menjadi delapan gerbang, dan jarak tempat duduknya “diperbesar”. Pada simulasi ketiga, hanya 2.000 penonton yang bisa masuk gedung. Merek wajib menjaga jarak setidaknya 1,5 meter di tribun. Bendzko akan manggung sungguhan di ketiga simulasi ini supaya terasa lebih realistis.

Setiap penonton wajib menunjukkan hasil tes negatif dalam 48 jam terakhir sebelum konser dimulai. Mereka akan didiskualifikasi jika menunjukkan gejala selama masa itu. Penonton juga harus memakai masker selama konser berlangsung. Tidak boleh dilepas untuk minum dan makan.

“Proyek RESTART-19 bertujuan mengidentifikasi kondisi yang memungkinkan musisi dan atlet untuk tampil lagi setelah 30 September 2020, tanpa membahayakan kesehatan semua orang yang menghadiri acara,” tulis peneliti. “Selain itu, kami ingin menganalisis proses optimasi dan perubahan teknis apa saja yang diperlukan dalam gedung untuk meminimalisir risiko penularan.”

1.008 orang sudah bersedia menjadi sukarelawan ketika artikel ini diterjemahkan. Hasil eksperimennya dijadwalkan keluar awal Oktober nanti.