Sains

Di Satu Area Bumi yang Bikin Ilmuwan Bingung, Waktu Bisa Menghilang Misterius

Jutaan tahun sejarah Bumi lenyap akibat formasi batuan misterius yang disebut "Unconformities". Itulah sebabnya ilmuwan bertekad menemukan alasannya.
29 April 2020, 6:39am
Fenomena batuan Uncomformity menyebabkan waktu sejarah bumi menghilang misterius
Batuan Great Uncomformity di Colorado, AS. Foto: Christine Siddoway 

Semua orang pernah mengalami “amnesia sesaat”, seperti lupa nama teman atau tidak ingat kenapa kita pergi ke ruang tamu. Namun, momen kecil ini tidak ada apa-apanya dibandingkan waktu yang hilang secara misterius. Perbedaannya dapat menjangkau ratusan juta tahun.

Dikenal sebagai “Unconformities”, kesenjangan dalam catatan geologis planet bisa dilihat pada tumpukan batu yang berasal dari periode waktu yang sangat berbeda, terkadang bisa melebihi satu miliar tahun. Hal ini menunjukkan kekuatan alam mencegah pengawetan sedimen dari era intervensi.

Ketidaksesuaian ini sangat menarik karena berarti ada masa lalu yang hilang, dan siapa tahu memiliki informasi tentang evolusi Bumi dan bentuk kehidupannya. Tapi selain mengajarkan apa yang tidak kita ketahui, celah ini dapat membantu ilmuwan belajar membaca sejarah planet.

“Pertanyaan besarnya adalah, sejauh mana catatan batuan sedimen Bumi lengkap versus bagian terpisah yang substansial dihilangkan erosi,” bunyi email Rebecca Flowers, ahli geologi di University of Colorado Boulder. “Selain itu, kita harus lebih memahami hubungan antara proses permukaan (seperti erosi) dan proses Bumi mendalam dengan perubahan biologis, iklim dan lingkungan jangka panjang.”

Diketuai Rebecca, penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan wawasan baru tentang salah satu kesenjangan waktu paling terkenal di Bumi, Great Unconformity, yang terlihat (maupun tidak) pada bebatuan di seluruh dunia.

Waktunya hilang kira-kira dari 550 juta—satu era sebelum munculnya kehidupan kompleks—hingga lebih dari satu miliar tahun lalu ketika mikroorganisme masih menguasai Bumi.

Para ilmuwan awalnya berhipotesis ketidaksesuaian waktunya disebabkan oleh fase “Bumi Bola Salju”, ketika permukaan Bumi diselimuti salju setidaknya dalam dua siklus antara 715 hingga 640 juta tahun silam.

Namun, penelitian tim Rebecca mengusulkan kesenjangan itu diciptakan oleh “sifat tektonik regional bukan fenomena global sinkronis.” Mereka mengambil kesimpulan ini setelah mempelajari ketidaksesuaian dalam singkapan granit di Pikes Peak, Colorado. Namun, gunung tersebut bukan satu-satunya tempat yang memiliki rahasia tentang masa lalu yang hilang.

“Kami mengamati di situs lainnya di Amerika Utara, termasuk Grand Canyon, yang Great Unconformity-nya mungkin paling terkenal,” ujar Rebecca. “Kami juga berencana mempelajari situs-situs di benua lain.”

“Kami melakukan proyek tambahan ini untuk memastikan memang ada peristiwa erosi besar-besaran secara global yang katanya menyebabkan satu ‘Great Unconformity’ atau justru ada beberapa ‘Great Unconformity’ yang berkembang pada waktu dan tempat berbeda, atau memiliki penyebab lain,” imbuhnya.

Untuk membatasi masalah ini, tim Rebecca mempelajari sampel mineral dan kristal dari batuan, seperti hematit dan zirkon, yang dapat merekonstruksi sejarah termal lapisan sedimen. Hasilnya menunjukkan batuan “basement” yang lebih tua di Pikes Peak telah terkikis sebelum fase pertama Bumi Bola Salju. Oleh karena itu, menurut studi, batuannya “bukan hasil dari erosi glasial”.

Penelitian ini juga meragukan hipotesis yang mengatakan erosi terkait Great Unconformity menyebabkan keanekaragaman hayati yang memicu ledakan Kambrium, peristiwa yang menandai kemunculan kehidupan kompleks secara cepat sekitar 541 juta tahun lalu.

"Apabila erosi besar terjadi beberapa ratus juta tahun sebelum ledakan Kambrium, maka peristiwa ini (ledakan Kambrium dan erosi Great Unconformity) tidak saling berkaitan," kata Rebecca. "Hasil penelitian kami mengindikasi permukaan erosi Great Unconformity di Pikes Peak, Colorado, terbentuk beberapa ratus juta tahun sebelum ledakan Kambrium terjadi."

Tim Rebecca mengemukakan proses tektonik yang terkait dengan pembentukan dan perpecahan Rodinia, superbenua yang berdiri sekitar satu miliar tahun silam hingga era Bumi Bola Salju, menyebabkan hilangnya waktu di Pikes Peak. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk menjelaskan ketidakpastian dari Great Unconformity ini.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard