Iklan
YouTube Lebih (Sampah) dari TV

Kami Bikin Peringkat Prank Gelandangan Paling Absurd Para Pesohor Caper Indonesia

Apakah Babang Tamvan pemenangnya? Eh, tapi serius nih, prank jadi gelandangan itu merendahkan semua orang—terutama gelandangan asli. Jadi, seleb-seleb caper, berhenti lah melakukannya.

oleh Ikhwan Hastanto
25 Oktober 2019, 6:59am

Kolase oleh VICE. Sumber foto dari akun Atta, Baim Paula, dan Andika Mahesa.

Siapapun yang berniat bikin ajang penghargaan buat kreator konten di YouTube Indonesia, rasanya "prank jadi gelandangan" pantas diselipkan sebagai salah satu kategori penghargaan tersendiri. Pengakuan atas genre ini kami rasa penting melihat banyaknya selebritis yang niat banget ngerasain hidup sebagai akar rumput beberapa waktu belakangan. Dengan menyamar menjadi pengemis, mereka mendapatkan pengalaman berharga langsung melebur menjadi rakyat biasa. Mulia sekali....

Andai ajang penghargaan kejadian dan anak-anak VICE boleh jadi juri, ada tiga YouTuber yang menurut hemat saya pantas duduk sebagai nominasi. Mereka adalah Baim Wong, Atta Halilintar, dan Andika Mahesa.

Mengapa Baim? Sejauh pengamatan saya (ketahuan deh doyan nontonin beginian), Baim Wong adalah keran pembuka konten nyamar jadi pengemis tahun ini. Dia lah sang trendsetter. Pada video prank pertamanya, Ia berkeliling Jakarta mengenakan sarung, wig, dan brewok buatan.

Inti daripada inti video ini adalah bagi-bagi uang kepada siapa pun yang memberikan sumbangan kepada Baim sang pengemis. Meski kegiatan Baim ini memicu warga untuk melanggar peraturan daerah di Jakarta soal pelarangan memberi uang ke pengemis, tapi gimana lagi, ini tuh demi kemanusiaan, bosque!

Sejak keberhasilan konten Baim, dilihat dari jumlah views tentu saja, setelahnya netizen Indonesia bertubi-tubi disuguhi kisah inspiratif artis yang bela-belain jadi gelandangan demi memenuhi tuntutan kemanusiaan dalam dirinya. Salah satunya adalah (semua sudah asiap?) Atta Halilintar. Sebagai YouTuber terbesar di Asia, dilihat dari jumlah subscriber tentu saja, bisa diragukan kredibilitas saya sebagai juri ajang ini kalau enggak masukin dia dalam nominasi.

Februari lalu, atau 8 hari sejak Baim mengunggah video prank, Atta meniru (enggak deng, terinspirasi aja) konsep konten tersebut dan melumuri dirinya dengan dandanan pengemis, yang menurut saya malah lebih mirip genderuwo. Terlepas dari dandanannya yang aduhai remuk itu, prank pertama Atta gagal total karena di balik kostum makhluk halus itu, dia ternyata masih dikenali. Atta juga tidak memberikan uang kepada siapa-siapa di video ini, yang membuat kadar kemanusiaan dalam kontennya kalah jauh dari Baim. So lame....

Sampai pada titik ini, Baim hampir dipastikan meraih penghargaan video genre Premis (prank pengemis) terbaik versi redaksi VICE. Sayang, di putaran terakhir, seorang legenda memutuskan untuk ikutan.

Entah gimana ceritanya, Andika Mahesa enggak tahan juga dan bergabung dalam persekutuan genre Premis. Hasilnya? Super banget. Sekali tonton, saya sudah paham bahwa ia memang layak jadi pemenang. Keputusan ini kami telaah dari beberapa faktor. Berikut penjabarannya:

Penilaian Pertama: Akurasi Outfit

Rating VICE: Baim 2/10, Atta 7/10, Andika 8/10

Untuk bab ini, Baim jelas tersingkir. Mau gimana pun, pengemis yang topless dan cuma pakai sarung itu kurang realistis. Andika menang tipis dari Atta karena kaos Atta masih kelihatan kayak baju baru yang sengaja dikotorin. Sedangkan dekilnya outfit Andika terkesan lebih nyata. Bahkan, bolong-bolong di kaosnya sangatlah natural, bagaikan bolong-bolong pada daun setelah dimakan ulat.

Penilaian Kedua: First-hand experience

Rating VICE: Baim 7/10, Atta 2/10, Andika 10/10

Siapa yang paling sukses mendapatkan pengalaman jadi pengemis? Ya jelas Andika. Baim hanya menyamar dan bagi-bagi duit. Kesulitan terbesar yang dihadapinya hanyalah keringetan karena kepanasan dan jalan kaki. Atta lebih parah lagi, di video pertamanya nge-prank, dia malah langsung ketahuan sehingga belum sempat menjalani kehidupan gelandangan yang paripurna.

Andika? Nggak perlu saya jelasin. Simak kalimatnya ketika diwawancarai Deddy Corbuzier terkait prank jadi gelandangan yang dilakukannya.

"Waktu itu diludahin. Dari situ lah, ternyata jadi gelandangan itu enggak enak, Mas. Diusir, diludahin," ujar Andika. Iya, Babang Tamvan kesayangan kita itu sampai diusir orang, ditegur Satpol PP, dan diludahin anak SMA pas lagi nyamar jadi gelandangan. Begitulah pahitnya hidup. Meski pengaruh lagu “Selingkuh” miliknya cukup masif mempengaruhi budaya musik pop Indonesia, kapasitasnya sebagai selebriti belum membuatnya dikenali masyarakat awam.

Penilaian Ketiga: Make Up

Rating VICE: Baim 7/10, Atta -1/10, Andika 100000/10

Untuk bab ini, make-up artist Andika bisa dibilang sempurna menjalankan tugasnya. Andika terlihat natural, enggak maksa, dan apa adanya karena enggak perlu tambahan jenggot atau pensil alis. Penyamaran ini membuatnya langsung tidak dikenali bahkan di hotel tempat dia menginap.

Di salah satu videonya, terekam bagaimana satpam hotel seketika mendatangi dan langsung menyeretnya keluar begitu keliatan wara-wiri di lobby hotel. Kocaknya, si satpam ini sampai pengin ngasih nasi bungkus.

Andika jelas menang jauh dari Baim yang mesti pakai rambut gondrong dan sarung untuk menutupi identitasnya, apalagi sama Atta yang rambutnya udah kayak bulu ayam jago abis disabung.

Kesimpulan: Pemenang Mutlak Adalah Babang Tamvan

Tidak terbantahkan lagi memang. Tapi, harus dibilang, tiga nama di atas semuanya layak mendapat penghargaan atas absurditas yang melecehkan nalar sehat pemirsa. Apalagi prank kayak gini tuh merendahkan diri sendiri, penonton, dan terutama gelandangan betulan di jalan. YouTube lebih dari TV? Kalau tren kayak gini terus-terusan muncul,YouTube memang akan jadi lebih tolol dari siaran layar kaca di negara kita.

Tagged:
indonesia
Selebritas
Hiburan
Konten Viral
Atta Halilintar
Tren Prank Tolol
Menghina Gelandangan
Babang Tamvan