Marvel Cinematic Universe Akan Mengangkat Sosok Superhero Muslim

Petinggi Marvel Studios resmi mengumumkan rencana merilis cerita Ms. Marvel, remaja perempuan berkekuatan super berdarah Pakistan, ke layar lebar.

|
Mei 15 2018, 8:26pagi

Image via Marvel

Marvel Cinematic Universe (MCU) yang diotaki Disney dan Marvel Studios resmi menjadi waralaba film paling menguntungkan sepanjang sejarah, dengan total pendapatan hingga US$16,4 miliar (setara Rp230 triliun). Selama ini tambang uang MCU adalah superhero mayoritas kulit putih yang kerjaanya menghajar alien, robot, atau ilmuwan gila. Namun, kayaknya bentar lagi, MCU ingin etnis-etnis selain kulit putih makin banyak mewarnai kerajaan film mereka. Termasuk, superhero berdarah timur tengah yang beragama Islam.

Keputusan direksi Disney dan Marvel Studios itu didasarkan pada kesukesan film Black Panther tahun ini yang sukses meraup US$1,3 miliar. Bos-bos para superhero itu sadar penonton mulai tertarik dengan konsep keragaman pemeran utama film mereka. Makanya, kebijakan yang sudah lama diadopsi lini komik Marvel, dengan menampilkan superhero Yahudi, Tionghoa, atau Timur Tengah, akan diterapkan juga untuk MCU.

Superhero dari etnis minoritas AS yang diangkat setelah Black Panther jatuh pada Ms Marvel. Superhero perempuan ini diceritakan masih 16 tahun, berdarah Pakistan, namanya Kamala Khan.

Kevin Feige, Presiden Direktur Marvel Studios, mengumumkan rencana tersebut ketika diwawancarai BBC akhir pekan lalu. Kamala, remaja muslim yang tinggal di Kota New Jersey, menurut Feige, "sangat cocok diadaptasi ke dalam MCU."

"Kami sudah berencana menggarap [proyek Ms. Marvel] setelah film Captain Marvel resmi dirilis ke seluruh dunia," kata Feige.

Ms. Marvel adalah nama 'jabatan', tidak melekat pada satu sosok saja. Makanya, kalau merujuk ke komiknya, Khan bukan perempuan pertama yang memerangi kejahatan dengan nama Ms Marvel. Di komik, Khan lebih sering menjadi pemeran pembantu mendukung aksi Captain Marvel melawan kriminal atau alien yang mengacau di bumi. Omong-omong, kalau kalian lupa, Captain Marvel adalah superhero perempuan kulit putih yang segera di-googling oleh banyak orang awam gara-gara ending that Avengers: Infinity War.

Captain Marvel juga nama 'jabatan' yang diwariskan, sehingga ada lelaki dan perempuan dalam komik yang pernah mengemban julukan tersebut. Marvel Studios memilih menampilkan sosok Captain Marvel ke-5, seorang perempuan bernama Carol Danvers. Dalam versi adaptasi film yang tayang tahun depan, Danvers diperankan oleh Brie Larson.

Khan diceritakan sejak kecil ngefans sama beberapa superhero, terutama Danvers. Ternyata dia sendiri punya kekuatan super untuk berubah bentuk serta memanjangkan tangan dan kakinya. Setelah berhasil merancang kostum yang terinspirasi busana shalwar kameez khas anak benua India, Khan ikut terjun langsung memerangi kejahatan.

Ms Marvel, yang beragama Islam ini, diciptakan oleh Sana Amanat. Dia terinspirasi pengalaman hidupnya sebagai muslim di Amerika Serikat ketika merancang karakter Khan. Kisah hidup Khan kalau di komik sangat unik, lantaran dia harus memberantas kejahatan di sela-sela kuliah kedokteran, sekaligus menghadapi problem keluarganya—imigran asal Pakistan yang sering menuntut anak perempuan segera menikah.

Belum ada keterangan lebih detail kapan proses pra-produksi Ms Marvel akan dimulai. Feige juga tak memberi penjelasan, apakah superhero muslim ini masih akan terlibat perang besar lintas galaksi melawan Thanos dalam memperebutkan batu-batu ajaib di masa mendatang. Setidaknya, kalau melihat respons para penggemar, banyak orang yang gembira mendengar pengumuman tersebut. Sebagian besar menuntut MCU serius menghadirkan Ms Marvel, serta memilih pemeran yang benar-benar keturunan Pakistan dan beragama Islam. Jangan sampai MCU malah mengkasting aktris kulit putih.

MCU bisa dibilang bersiap semakin progresif dengan menampilkan keragaman tokoh yang tak lagi sekadar kulit putih. Ini sinyal yang patut didukung penggemar film superhero. Cuma, memang para penggemar harus serius menekan bos-bos di Disney maupun Marvel Studios. Jangan sampai tokoh utamanya benar bukan kulit putih, tapi karakter pendukungnya lagi-lagi mengalami whitewashing kayak Doctor Strange.

Jangan lupa follow VICE Indonesia di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

More VICE
VICE Channels