Covering Climate Now

Ilmuwan Bilang Perilaku Perempuan Lebih Ramah Lingkungan Dibanding Lelaki

Beberapa indikatornya: cowok lebih suka nyetir sendiri dan banyak makan daging. Wah, menarik juga nih...

oleh Roisin Lanigan
11 Maret 2019, 5:50am

Demonstran merayakan Hari Perempuan Internasional 2019 di Inggris. Foto oleh Getty Images.

Kita baru saja merayakan Hari Perempuan Internasional! Kalian mungkin sempat 'terpaksa' ikut bersulang untuk setiap laki-laki di timeline yang tiba-tiba menjadi feminis selama 24 jam, sembari bikin postingan kalau mereka sangat cinta ibu (tujuannya sih biar di-RT follower).

Sebagai perempuan euforia perayaan tempo hari mungkin malah ngeselin, bukan bikin kalian bangga. Jika kalian termasuk perempuan yang jengah melihat semua orang tiba-tiba memasang logo pink ala milenial dan tampak paling pro Hari Perempuan Internasional, nih, saya mau bagi satu fakta menarik: Gaya hidup perempuan terbukti lebih ramah lingkungan ketimbang laki-laki.

Bukan saya yang bikin klaim, itu kesimpulan penelitian ilmiah. Jadi, banggalah sedikit sebagai perempuan ya.


Berdasar dua penelitian independen yang terbit awal tahun ini, disimpulkan bila "perilaku laki-laki menimbulkan jumlah emisi gas perubahan iklim. Kedua penelitian itu membandingkan perilaku, konsumsi, dan kegiatan sehari-hari laki-laki dan perempuan di negara-negara industrial ataupun berkembang. Muncul temuan bila aktivitas harian perempuan menimbulkan 7 kilogram lebih sedikit emisi CO2 per hari ketimbang laki-laki.

"Saya percaya hasil ini merupakan indikator baik dari perbedaan kontaminasi lingkungan yang dihasilkan perilaku laki-laki dan perempuan yang berbeda," kata Frédéric Chomé, salah satu anggota tim peneliti tersebut.

Penelitian lainnya dilakukan Annika Carlsson-Kanyama dan Riita Räty, sampai pada kesimpulan serupa. Mereka membandingkan penggunaan energi oleh laki-laki dan perempuan di Jerman, Yunani, Norwegia, dan Swedia. Diperoleh data konsisten bahwa laki-laki mengkonsumsi lebih banyak daging, lebih sering mengemudi mobil, dan mengemudi dalam jarak yang lebih jauh daripada perempuan (yang diteliti kebiasaan harian ya, bukan kegiatan menyetir truk atau bus akibat tuntutan profesi). Semua aktivitas harian tersebut menghasilkan emisi CO2 lebih tinggi. Sederhananya, laki-laki lebih mengotori planet kita ketimbang perempuan.

Para peneliti menilai ketidakseimbangan gender soal aktor penyebab polusi bisa berubah di masa depan, meningat peran gender tradisional tak lagi sama. Dua kajian ilmiah tersebut turut menyarankan laki-laki agar mengubah kebiasaan makan, dan mengandalkan lebih banyak buah-buahan dan sayuran dibandingkan daging.

"Tujuan manusia saat makan idealnya menukar kuantitas dengan kualitas. Mengurangi konsumsi daging akan mengurangi produksi massal daging di industri peternakan, Dengan begitu, manusia modern turut membantu melawan emisi CO2 dari industri ternak," seperti ditulis Carlsson-Kanyama dan Räty.

Hanya ada satu sektor yang menunjukkan perempuan memicu emisi gas rumah kaca lebih tinggi daripada laki-laki? Yaitu untuk pekerjaan rumah tangga!

Perempuan melebihi emisi laki-laki dalam hal memasak, membersihkan rumah, dan mencuci pakaian. Luar biasa.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D UK