The VICE Guide to Right Now

Tukang Kayu Dapat Jodoh Berkat Pasang Spanduk Fotonya di Tiang Pinggir Jalan

Jangan menyerah wahai anggota serikat jomblo seumur hidup di Indonesia. Kalian barangkali tertarik meniru taktik lelaki asal Malaysia ini.
03 Februari 2020, 12:09pm
Tukang Kayu Malaysia Dapat Jodoh Berkat Pasang Spanduk Fotonya di Tiang Listrik
Screenshot foto spanduk Noor Aziro bin Abdullah via akun Twitter @lati0s_

Noor Aziro bin Abdullah adalah seorang lajang berusia 35 tahun asal Kota Marang, Negara Bagian Terengganu, Malaysia. Ia jadi perbincangan awal tahun ini gara-gara spanduk miliknya di rambu lalu lintas yang mengumumkan bahwa ia sedang mencari jodoh viral di media sosial.

Bermaksud cari jodoh di sekitar Desa Dungun saja, spanduknya malah menyebar di Twitter dan informasi ini menembus batas-batas antarnegara. Akhir ceritanya berpeluang bahagia, pada 29 Januari lalu, muncul kabar bahwa doi udah ketemu calon jodohnya berkat spanduk itu. Wah, spanduk udah layak nih disebut Tinder versi old school.

Noor Aziro mengatakan, perempuan tersebut adalah pramuniaga berusia 33 tahun yang berasal dari Kuala Terengganu, ibu kota Negara Bagian Terengganu.

“Kami masih berteman karena baru saja berkenalan. Meskipun ia setuju kalau saya jadi suaminya, kami masih berusaha mengenal pribadi satu sama lain dulu,” ujar Aziro kepada Malay Mail. Ditambah lagi, ia mendapat telepon terkait poster bukan hanya dari Dungun saja, tapi juga Kedah, Kuala Lumpur, Selangor, Kelantan, Serawak, sampai Indonesia.

Dari pengakuan Noor Aziro, kebanyakan orang yang menghubunginya karena penasaran apakah informasi pencarian jodoh lewat spanduk tersebut benar (ini kenapa orang-orang pada santuy banget sih idupnya?!). Bahkan, ada satu orang bertanya apakah metode itu terbukti khasiatnya karena si penelepon punya niatan untuk meniru.

Selain berhasil, apa yang dilakukan Noor Aziro ternyata juga menginspirasi. Saat ini, spanduk cari jodoh itu sudah diturunkan pemerintah setempat. Tapi, Aziro masih terus-terusan mendapat telepon dari banyak orang gara-gara tuh spanduk.

Kabar bahagianya, minggu lalu Aziro mengaku sudah menemui calon jodohnya itu dengan ditemani adik perempuannya, Noorazira Abdullah. Dari pertemuan tersebut, Noorazira enggan berkomentar soal apakah ia setuju atau tidak dengan hubungan kakaknya itu.

"Selama sang calon bisa menerima kakak dan keluarga saya, itu sudah cukup. Kakak saya hanya seorang tukang kayu dan alasannya memasang spanduk itu agar bisa mencari seseorang yang menerimanya apa adanya," ujar Noorazira. Betapa sederhana dan enggak neko-nekonya niat Aziro menikah emang udah kelihatan sejak dari konten spanduknya sih. Doi bahkan dengan polosnya mencantumkan “Gemok pun takpa” segala.

Omong-omong, mencari jodoh dengan cara “gila” sudah beberapa kali terjadi. Awal 2019 lalu, seorang pengusaha durian asal Thailand membuka sayembara untuk mencarikan putrinya jodoh. Hadiahnya gila banget: uang Rp4,4 miliar, 10 unit mobil, dan rumah mewah!

Anon Rodthong, nama sang pengusaha, meminta para pria yang berminat agar berkumpul di tempat yang sudah ia tentukan pada 1 April 2019. Kontestan akan dites untuk hidup tiga bulan di hutan durian soalnya menantu Anon kelak bakal disuruh nerusin bisnis duriannya. Penentuan pemenang pakai sistem Hunger Games: berapa pun jumlah orang yang datang, pria yang bertahan sampai akhir adalah pemenangnya.

Pindah ke Jepang, Yusaku Maezawa harus membatalkan niatannya mencari pasangan hidup gara-gara 27 ribu wanita mendaftar sayembara jodoh yang dilakukannya. Gimana enggak membludak, pria terkaya ke-22 di Jepang ini menjanjikan wanita terpilih itu untuk jalan-jalan ke bulan tapi belakangan dibatalin. Pola pikir orang kaya emang mencengangkan.