Tiga anak muda sedang tertawa
Foto: Sian Bradley
Proses Penuaan

Di Usia Berapa Sih Suara Kita Mulai Terdengar 'Menua'?

VICE bertanya pada pakar kenapa suara kita berubah seiring bertambahnya usia. Ternyata ada trik supaya kita enggak dianggap tuwir dari cara bicara.
03 Juli 2020, 9:50am

Ketika bertambah usia, bentuk fisik kita juga akan mengalami perubahan. Keriput, kulit mengendur dan rambut beruban hanyalah segelintir tanda tubuh kita menua. Kalian mungkin juga menyadari orang tua memiliki suara berbeda, dan perbedaannya paling kentara jika usia mereka sudah 60 lebih.

Penyanyi folk Shirley Collins terkenal memiliki suara tinggi pada 1960-1970an. Setelah 38 tahun hiatus, suaranya mendadak jadi lebih berat dalam album baru. Dia berusia 81 ketika merilis album pada 2016.

Kami penasaran bagaimana perubahan ini bisa terjadi, dan apakah ada usia pasti yang menandakan penuaan suara. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami akhirnya menghubungi Michel de Kort, konduktor paduan suara dan guru vokal asal Belanda yang juga berprofesi sebagai terapis wicara.

VICE: Kenapa suara ikut berubah ketika kita bertambah usia?
Michel de Kort: Orang yang sudah tua cenderung memproduksi lebih banyak lendir. Suara mereka sering kali melemah dan terdengar lebih serak.

Jadi alasannya karena melemah.
Betul sekali. Seperti itulah proses penuaan vokal. Jaringan ikat di seluruh tubuh melemah ketika kalian bertambah usia. Berkurangnya massa dan volume otot bisa melemahkan suara. Selain itu, muncul juga masalah vokal lainnya. Kalian akan mengalami presbyphonia apabila pita suara terpisah. Suara menjadi serak atau lebih pelan.

Kapan usia kita mulai menua?
Tidak ada jawaban pasti untuk ini, tapi biasanya saat kalian berusia 60-70. Selain itu, aksen atau dialek kalian juga dapat memengaruhi penuaan. Orang Belanda, misalnya, terkenal dengan suara paraunya. Saya bekerja di sebuah rumah sakit Uden, provinsi Brabant [bagian selatan Belanda] dan orang-orang di sana berbicara dengan suara leher [Michel menirukan logat orang yang sengau]. Saya mengurangi ruang pada mulut dan tenggorokan, sesuai dengan dialek di daerah itu. Suaranya menjadi lebih “creaky”, dan umum dimiliki orang dengan dialek ini.

Berarti penuaan suara ada hubungannya dengan aksen atau dialek?
Betul. Ini menarik, tapi bikin pekerjaanku tambah sulit. Kalian harus terus mencari tahu apakah masalah suaranya disebabkan oleh penuaan atau cara berbicara mereka. Banyak orang sini yang berbicara dengan cara tertentu. Kalau bertemu orang desa, saya yakin kalian takkan mengerti apa yang mereka bicarakan. Sering kali kalian harus mengartikulasikannya dengan lebih baik menggunakan bibir. Perbedaannya sangat besar jika kalian melakukan ini.

Pernahkah kamu menangani penyiar radio atau TV?
Ya, suara mereka berubah biasanya karena terlalu ditekan. Saya akan melatih mereka berbicara dengan baik meski suaranya sudah berubah, bukan mengajarkan caranya mencegah perubahan atau penuaan suara. Suara berubah seiring berjalannya waktu. Contohnya, sejumlah perempuan akan kehilangan nada tinggi setelah menopause. Kalian takkan bisa mengubahnya, jadi satu-satunya solusi yaitu melatih diri agar terbiasa dengan suara baru.

Bisakah kamu menebak usia orang yang tidak kamu kenal dari suaranya di telepon?
Coba tebak berapa umur saya?

Hm… antara 35 sampai 50 tahun mungkin?
Saya lebih tua dari itu. Tebakan orang cenderung salah. Saya paham teknik vokal, jadi bisa berpura-pura menggunakan suara tinggi [supaya terdengar lebih muda]. Kamu juga melakukan itu ketika sedang menelepon, baik secara sadar maupun tidak. Dari suara dan intonasimu yang ceria, saya menebak kamu berusia 20 atau 30-an.

Saya masih 20-an.
Jadi nanti saat kamu tambah tua, ada baiknya kalau kamu tahu caranya mengubah suara.

Jadi kita bisa terdengar lebih muda jika tahu tekniknya?
Tepat sekali. Saya pernah menangani lelaki tua yang bisa cepat mengubah suaranya. Istrinya sampai nangis pas dengar. “Kamu jadi kayak dulu lagi!” kata istrinya.

Apakah bahasa bisa membuat suara orang terdengar lebih baik?
Kadang-kadang begitu. Suara orang bisa jadi lebih bagus ketika mereka ngomong bahasa Inggris atau Prancis, karena kedua bahasa ini terdengar paling terbuka.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Netherlands