Rencana besar

Orang Tajir Australia Berencana Bangun Ulang Titanic dan Berlayar Seusai Rute Aslinya

Katanya sih, kapal baru ini akan menyuguhkan “pengalaman naik Titanic yang autentik.” Cuma kok nama direktur proyeknya Clive Mensink—semoga bukan pertanda hal buruk bakal terjadi sama kapal ya.
25 Oktober 2018, 8:34am
Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet di 'Titanic'
Getty Images / Handout / Online USA

Sadarilah, manusia memang makhluk yang paling kurang kerjaan di muka bumi. Saking kurang kerjaannya, kita pernah bikin robot keren dan memaksa mereka joget-joget cuma biar kita senang, kita juga pernah dengan santainya menyetir motor gede dengan menggunakan dua kaki telanjang kita atau kita juga pernah memanjat gerbong kereta subway cuma biar bisa viral di Internet. Bukannya tobat, manusia malah makin memperpanjang daftar keisengan mereka. Buktinya, seseorang punya rencana untuk membangun kembali kapal pesiar Titanic dan berencana menyusuri rute asli kapal malang itu pada 2022—tentu tanpa rencana untuk nabrak gunung es, seperti yang dilansir dari USA Today.

Proyek kurang kerjaan membangkitkan Titanic ini dikemukakan oleh Clive Plamer, pebisnis dari Australia yang kemungkinan memiliki kebanyakan waktu luang dan uang. Rencananya, Titanic II ini akan dibangun sesuai dengan rancangan lantai Titanic asli dan mengangkut jumlah penumpang yang sama—pastinya, kali ini dengan jumlah sekoci penyelamat yang memadai bagi penumpang dan awak kapal.

Seperti yang dikutip dari CNN, Palmer dan perusahaannya, Blue Star Line, pertama kali mengumumkan ide gila ini pada 2012, namun pelaksanaannya harus molor karena tersangkut sejumlah masalah finansial. Kini, proyek yang diperkirakan memakan dana sebesar US$500 juta ini sudah siap diluncurkan dari Dubai pada 2022. Setelah diluncurkan, rencananya Titanic 2.0 akan berlayar ke Singapura sebelum mengarah ke Southampton. Nah dari sini, kapal pesiar ini melakukan napak tilas perjalanannya menuju New York.

"Blue Star Line akan menyuguhkan pengalaman naik Titanic yang autentik. Kami akan menyediakan kapal dengan desain interior dan layout kabin yang sama seperti kapal aslinya. Sementara di saat yang sama, pelayaran kapal ini akan menggunakan prosedur keselamatan dan metode navigasi dan teknologi abad 21 untuk menghasilkan kenyamanan paripurna.” jelas Palmer dalam sebuah pernyataan resminya.

Menurut Cruise Arabia, para penumpang bisa membeli tiket kelas pertama, kedua dan ketiga. Akan tetapi, belum jelas, apakah ada pemisahan antar kelas seperti pada pelayaraan 1912. Kala itu, penumpang tajir melintir asik minum sampanye di bagian atas dan ekor kapal. Adapun penumpang kere harus berdesak-desakan di perut kapal. Yang jelas, dari denah Titanic II, kelihatannya penumpang kelas tiga kapal akan mendapatkan layanan yang wah. Belum lagi, pesta-pesta yang keren adanya di kelas ini.

“Pada 1912, Titanic itu kan kapal impian,” lanjut Palmer. “Selama lebih dari satu abad, legenda kapal ini terus hidup karena misteri, intrik dan penghormatan terhadap Titanic. Jutaan orang bermimpi menjadi penumpang Titanic, melihat kapal megah ini bersandar di dermaga dan mencicipi keagungannya yang unik. Titanic II akan mewujudkan impian-impian itu.”

Titanic memang kapal yang ikonis. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana Palmer akan mendapatkan sekitar 1.317 penumpang untuk Titanic. Jika acuannya adalah jumlah penonton Titanic, sepertinya Palmer bakar rugi besar. Masalahnya begini, dari jutaan orang yang nonton film cinta epik itu dan pernah mencoba berpose bak Dawson dan Rose DeWitt Bukater, berapa sih yang sempat berpikir “gue harus banget naik Titanic.”

Dan oh ya, direktur proyek Titanic II ini bernama Clive Mensink. Saya ulangi yang biar lebih jelas Men Sink . Jadi mendingan simpan saja mimpi kalian untuk naik kapal mewah ini. Wong, ketua proyeknya saja namanya udah kayak kutukan gitu. Percayalah, proyek ini akan lebih mengerikan daripada film gak karuan berjudul Titanic II yang langsung tayang di TV itu.

Amit-amit jabang bayi deh,