Hobi Ekstrem

Kami Nongkrong Bersama Ratu Tarantula Indonesia

Ming Cu adalah gadis asal Bandung yang hidup bersama ribuan tarantula peliharannya di rumah. Ia pernah digigit tarantula beracun sampai menggigil semalaman, tapi tetap mencintai makhluk kaki delapan itu.

oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey
08 Desember 2018, 7:00am

Semua foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey

Ming Cu, gadis 28 tahun asal Bandung, begitu cinta pada tarantula hingga ia memelihara ribuan laba-laba berbulu itu di rumahnya di bilangan Otto Iskandardinata.Ketertarikan Ming Cu pada laba-laba telah dimulai sejak delapan tahun lalu. Warna eksotis dan bentuknya yang indah dijadikan alasan. Hingga akhirnya Ming Cu membeli seekor tarantula berjenis Avicularia versicolor.

"Sejak saat itu saya jadi suka dan mulai tergila-gila. Tidak bisa berhenti untuk terus mengoleksi. Sudah punya jenis ini tapi ingin jenis yang lain. Selalu begitu," ungkapnya

Kini, di rumahnya, Ming Cu telah memiliki sekitar 2.000 laba-laba dari berbagai jenis. dari yang memiliki bisa rendah hingga yang sangat berbisa.

Ming Cu menyimpan ribuan laba-laba di sebuah ruangan dan menempatkannya dalam tempat khusus berbentuk balok kaca yang disebut dengan tetarium. Segala pengetahuan tentang laba-laba didapat Ming Cu secara otodidak dari sebuah buku berbahasa Inggris dengan tebal 300 halaman.

1543825290733-Bukbisj_RatuTarantula3-1
Ming Cu (30) membersihkan tarantula peliharaannya jenis Avicularia versicolor, di rumahnya jalan Otto iskandar dinata, Kota Bandung. Foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey
1543825440278-Bukbisj_RatuTarantula1-1
Foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey

Kepada VICE, Ming Cu bercerita mengenai pengalamannya memelihara hewan berkaki delapan tersebut. Mulai dari pengalamannya terkena gigitan beracun hingga tertidur larut malam karena merawat laba-laba.

"Yang saya ingat sudah 14 kali digigit tarantula. Pertama kali saya kegigit sama tarantula racunanya rendah hanya kesemutan setangan, semalam hilang hanya dikompres pakai es," ujarnya.

"yang paling parah, beberapa bulan yang lalu pas mau ngawinin tarantula jeni s Phormingochilus everetti (high venom) . Seharusnya pakai pinset yang panjangnya 34 centimeter. Saya cuman pakai pinset yang 12 centi karena saya lagi malas ambil. Lalu saya digigit di jari telunjuk saya, dan setelah beberapa lama badan mendadak menggigil, meriang, saya tak bisa tidur semalam suntuk," lanjutnya.

Setelah itu, Ming Cu tidak diizinkan orang tuanya untuk kembali memelihara laba-laba beracun seperti tarantula. Beberapa laba-laba yang memiliki racun dijualnya dengan terpaksa.


Tonton dokumenter VICE mengenai hobi ekstrem orang kaya di Timur Tengah memelihara singa dan harimau:



Kenyataan berkata lain, karena hingga kini Ming Cu masih tetap merawat laba-laba, bahkan untuk jenis tarantula yang memiliki golongan racun tingkat tinggi. "Harus rela mencintai apa adanya walau itu terkena gigitan," ujar Ming Cu tertawa.

Pengorbanan waktu yang dilakukan Ming Cu untuk merawat laba-laba memang terbilang luar biasa. Tidak jarang Ming Cu baru bisa tertidur saat fajar hanya untuk membersihkan tetarium atau merawat laba-laba yang sakit.

1543825484418-Bukbisj_RatuTarantula4-1
Foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey

"Ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Contoh, laba-laba jenis obligate burrower hidup dengan masuk ke dalam tanah. Kalau tanahnya dikurangi maka akan mati karena tingkat kelembapan tidak sesuai. Jadi harus mencintai tanpa melihat," ujar Ming Cu tertawa.

Terlebih, racun dalam laba-laba tidak dapat dibuang seperti halnya ular. "Kalau racun di laba-laba dibuang, maka nanti akan mati. Jadi harus mencintai tanpa banyak menyentuh," lanjut Ming Cu.
Meski begitu tak mengubah cara pandang Ming Cu terhadap tarantula sebagai hewan eksotis dan lucu.

"Memang perlu kehati-hatian, jangan ceroboh. Tapi tarantula tidak punya bisa mematikan, masih jauh lebih rendah daripada bisa ular. Walaupun pernah digigit, saya tetap sayang sama mereka," jelasnya.

1543825619622-Bukbisj_RatuTarantula7
Ming Cu (30) bermain dengan tarantula peliharaannya jenis Avicularia versicolor, di rumahnya jalan Otto iskandar dinata, Kota Bandung. Foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey.
1543825686921-Bukbisj_RatuTarantula2
Foto oleh Bukbisj Candra Ismeth Bey