Iklan
Internet

Pornhub Tayangkan Konten yang Memanipulasi Perempuan Jadi Aktris Porno

Kanal 'Girls Do Porn' masih bisa ditemukan di Pornhub, padahal pengelolanya sudah digugat 22 perempuan yang merasa diperdaya.

oleh Samantha Cole; ilustrasi oleh Emily C. Bernstein; Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
13 Agustus 2019, 11:05am

Ilustrasi oleh Emily C Bernstein.

Pada Juli 2019, Motherboard menulis laporan panjang tentang Pornhub yang mempromosikan dan mengambil keuntungan dari 'Girls Do Porn'. Kanal 'Girls Do Porn' dituding memaksa puluhan perempuan berhubungan seks di depan kamera dan menyebarkan videonya ke internet—termasuk Pornhub, salah satu situs web video dewasa paling populer di dunia. Kasus Girls Do Porn akan masuk persidangan bulan ini, setelah pengelolanya digugat 22 perempuan.

Kanal Girls Do Porn merupakan “Mitra Konten Premium Pornhub”. Itu artinya mereka memiliki kesepakatan bagi untung berdasarkan jumlah penonton dan iklan.

Pada 29 Juli, saat diwawancarai Motherboard, Pornhub mengaku sudah menghubungi pengacara penggugat Girls Do Porn untuk mengidentifikasi konten mana saja yang menampilkan para perempuan dimaksud. Selain menurunkan video, Pornhub berjanji mencabut branding Girls Do Porn dari kolom situs yang ditujukan untuk pengguna—termasuk laman FAQ berlangganan Pornhub Premium yang sebelumnya mengategorikan konten Girls Do Porn sebagai "konten teratas."

Wakil Presiden Pornhub Corey Price memberi pernyataan berikut ketika ditanya mengenai kasus tersebut:

Setelah mengetahui masalah ini, Pornhub menghubungi tim Girls Do Porn, kemudian menyebutkan video yang dimaksud supaya bisa segera dihapus dari kanal mereka. Berhubung mereka tidak menanggapi permintaan kami, Pornhub menghubungi pengacara yang mewakili penggugat dalam kasus ini. Dengan bantuan mereka, kami berhasil mengonfirmasi dan menghapus videonya dari situs, serta gambar-gambar yang mungkin menampilkan salah satu penggugat.

Meski telah menghapus beberapa video, banner dan materi promosi Girls Do Porn ternyata masih ditemukan di Pornhub saat artikel ini dilansir. Puluhan videonya yang sudah ditonton jutaan kali juga belum dihapus. Laman mitra konten Pornhub bahkan masih menyebut Girls Do Porn sebagai mitra konten dengan fasilitas viewshare premium. Ketika ditanya soal alasan masih mempertahankan kanal dan meraup keuntungan dari video Girls Do Porn, Pornhub memberi klarifikasi berikut:

Berhubung tidak semua video Girls Do Porn dituduh menayangkan konten tak pantas, kami rasa menghapus beberapa videonya—termasuk semua video yang disebutkan dalam gugatan—adalah tindakan yang tepat untuk saat ini. Kami sama sekali tidak menoleransi konten yang diunggah tanpa persetujuan dan melanggar Ketentuan Layanan Pornhub. Banyak langkah yang harus diambil untuk menghapusnya dari situs kami. Girls Do Porn tidak membayar iklan kepada Pornhub. Semua logo GDP sudah kami hapus dari laman pengguna dan lainnya.

Juru bicara Pornhub mengklaim konten "yang ketahuan melanggar Ketentuan Layanan akan dihapus segera setelah kami menemukannya." Konten itu termasuk video yang tidak didasari persetujuan sosok dalam video. Mereka juga berharap pengguna melaporkan video semacam itu dengan mengisi formulir permohonan penghapusan konten atau mengirim pengajuan penghapusan DMCA. Menurut Pornhub, pengunggah akan dikenakan sanksi "pelanggaran berulang."

Tahun lalu, akun Twitter resmi Pornhub menjawab pertanyaan tentang sanksi terhadap pelanggaran mitra mereka. Akun Pornhub membenarkan bahwa pengunggah yang melanggar aturan akan diblokir dari platform:

Tak jelas mengapa kanal Girls Do Porn belum masuk kategori “pelanggaran berulang”, padahal Pornhub telah diminta menghapus beberapa video Girls Do Porn. Selain itu, ada setidaknya 22 perempuan yang mengaku videonya disebar tanpa persetujuan mereka.

Banyak platform besar yang mengandalkan laporan pengguna untuk memoderasi situs mereka. Masalahnya dalam kasus Pornhub, laporan saja tidak memadai. Persyaratan formulir penghapusan DMCA menyebutkan nama pemegang hak cipta akan dipublikasikan sebagai konten yang dinonaktifkan dan menjadi catatan publik.

Isi formulirnya, biasanya diajukan oleh bintang video yang karyanya dicuri, korban kasus porno balas dendam, penyintas kekerasan seksual atau videonya disebar tanpa persetujuan mereka—akan dikirim ke pengunggah. Klausul ini jelas bisa membahayakan penggugat, karena privasinya tersebar saat kasus masih berjalan di pengadilan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard