Iklan
Emosi Manusia

Dengarkan Peta Interaktif Suara Nonverbal Manusia Ini, Bikin Horni Sekaligus Serem Lho

Peneliti berhasil memetakan puluhan jenis suara emosional manusia saat tidak sedang bicara. Bunyinya ada yang kayak orang ngewe' rame-rame.

oleh Samantha Cole
20 Februari 2019, 5:34am

Ilustrasi teriakan via Shutterstock 

Sekelompok ilmuwan dari Universitas UC Berkeley menciptakan sebuah peta interaktif yang memungkinkan penggunanya mendengar segala macam suara emosi nonverbal. Maksudnya gimana tuh? Intinya ini semua suara manusia pas enggak ngomong. Mulai dari teriakan, desahan hingga erangan.

Jika kalian menggerakkan tetikus dengan cepat saat melintasi peta ini, jangan kaget kalau muncul suara-suara yang menggambarkan rasa sakit dan histeria. Begitu juga saat kamu memutar-mutar kursor di salah satu bagian peta interaktif. Kamu bisa mendengar sekumpulan orang yang kayaknya lagi terperangah, disiksa, atau malah sedang ngewe' ramai-ramai. Tergantung persepsi mana yang kalian pilih aja sih.

Sebenarnya kalau boleh jujur, suara yang keluar dari peta ini emang mirip orang yang sedang orgasme—apalagi kalau imajinasi kita cenderung liar. Jadi penasaran wahai kalian kamu mesum? Klik di sini untuk mengakses peta tersebut.

screenshot via UC Berkely

Peta ini adalah bagian dari kajian yang dikerjakan sejak Desember 2018 lalu. Hasil kesimpulannya sudah terbit di jurnal Psychologist. Dalam penelitian tersebut, para peneliti UC Berkeley berusaha menganalisis beragam "ledakan vokal" alias seruan nonverbal singkat. Mereka merekam lebih dari 2.000 ledakan vokal, dari 50 lelaki dan 50 perempuan yang terlibat sebagai responden (beberapa di antaranya berprofesi sebagai pengisi suara profesional).

Semua responden dipilih dari beberapa lokasi dan kebudayaan yang berbeda. Ada yang dari Amerika Serikat, India, Kenya, hingga Singapura. Setelah mendapatkan sample suara ini, peneliti kemudian merektrut 1.000 partisipan tambahan lewat Amazon Mechanical Turk untuk menganalisis suara-suara tersebut.

Setelah diklasifikasi berdasarkan urun daya atas ledakan-ledakan vokalnya, peneliti membagi ekspresi nonverbal itu ke dalam 24 jenis emosi berbeda. Ada yang masuk kategori gembira, kecewa, malu, takut, simpati, puas, dan banyak lagi.

Setelah itu, peneliti mengambil sample suara rekasi beberapa video yang merekam anak kecil terjatuh atau kucing yang pelukan. Sampel ini di-review 88 responden dewasa. Sekali lagi, mereka diminta memilah-milah sampel-sampel tersebut untuk masuk 25 kategori emosi seperti di atas.

Tahap berikutnnya, suara dan analisis emosional tadi diletakkan dalam sebuah peta secara acak. Dengan begitu, pengakses peta ini tak hanya mendengarkan satu jenis emosi saja setiap menggerakkan kursornya. Sebagai contoh, sampel dari kategori emosi ‘euforia' terdiri dari 33 persen 'euforia, 33 persen 'lega', 8 persen 'muak', 9 persen 'kecewa', dan 8 persen 'takut'.

"Hasil penelitian ini menunjukkan betapa interaksi sosial manusia diwarnai ledakan-ledakan vokal yang penuh arti dan susah ditiru mahluk lain. Lawan bicara kita, baik itu teman kantor atau pacar juga menggunakan ledakan-ledakan vokal ini sebagai modal memahami komitmen masing-masing," kata Alan Cowen, kandidat Ph.D bidang fisokologi di UC Berkeley, sekaligus ketua penelitian ini.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Tagged:
penelitian
Sains
manusia
Emosi
suara
Rekaman
Teriakan
Suara Nonverbal
Peta Interaktif
Desahan