penyakit menular

Seri Foto Ini Gambarkan Relawan Berjuang Menanggulangi Wabah Ebola Tanpa Bantuan Pemerintah

Nyaris 500 orang meninggal dalam wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, yang situasinya memburuk karena politisasi. Kontributor VICE memotret tenaga medis dan relawan di garis depan.

oleh Gaël Cloarec
12 Februari 2019, 3:54am

Semua foto oleh Gaël Cloarec 

Artikel ini pertama kali tayang di VICE France

Kivu Utara, sebuah provinsi di timur laut Republik Demokratik Kongo, menjadi pusat penyebaran virus ebola di negara terbesar kawasan Afrika Tengah itu. Sepanjang enam bulan terakhir, wabah ebola melanda Kongo untuk kesepuluh kalinya. Wabah kali ini menewaskan nyaris 500 orang. Kita semua tahu, ebola adalah penyakit amat mematikan. Dalam hitungan hari, penderita berpeluang mengalami pendarahan dari seluruh tubuh.

Seakan bencana kesehatan tadibelum cukup parah, Kivu Utara terus saja didera rangkaian kekerasan, dilancarkan oleh Allied Democratic Forces (ADF). Mereka milisi pemberontak yang bertanggung jawab atas tewas ribuan warga Afrika Tengah beberapa tahun terakhir karena ingin merdeka.

Dalam kondisi kacau seperti ini, tak satupun aktivis LSM dan bantuan kesehatna internasional bisa diterjunkan ke sana untuk menolong mereka yang terjangkit virus. Mayoritas pusat penanganan Ebola yang masih tersisa tak hanya jadi sasaran serangan ADF, melainkan digeruduk pengunjuk rasa antipemerintah.

Para pengunjuk rasa geram. Pasalnya pemerintah Kongo menggunakan wabah Ebola sebagai dalih melarang penduduk beberapa kawasan, salah satunya Kivu Utara, turut memberikan suaranya dalam pemilihan presiden Desember 2018 lalu.

1548175902147-ebola-18
Penduduk kota Beni tak diperbolehkan memberikan suaranya dalam pilpres Kongo Desember 2018.

Lantaran wabah Ebola terus menyebar dan pekerja kemanusiaan tak bisa maksimal menjalankan fungsinya, tim dokter di Kivu Utara khawatir wabah mematikan ini tak bisa dikontrol. Risiko terbesar, ebola akan tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penduduk Kongo—dan jika diteruskan maka bencana kesehatan global akan segera terjadi.

Untuk lebih memahami apa yang terjadi di Kivu Utara, saya memberanikan diri datang ke kota Beni, salah satu kota paling terdampak ebola di provinsi tersebut.


Tonton dokumenter VICE soal penyakit kuno yang tiba-tiba mewabah lagi di Madagaskar dan menewaskan banyak orang:


Di sana, saya mengabadikan perlawanan relawan dan tenaga medis setempat terhadap wabah mematikan seperti Ebolam sekalipun tak ada bantuan dari manapun. Seri foto ini fokus pada mereka yang berjuang sepenuhnya demi kemanusiaan.

Silakan simak foto-foto penanganan wabah Ebola di kota Beni di bawah ini:

1548174700766-ebola-3
Seorang perawat tengah membersihkan ambulan dengan disinfektan.
1548174769000-ebola-4
Peristiwa yang mencuat sejak 2018 ini adalah wabah Ebola ke-10 yang melanda Kongo.
1548174814239-ebola-6
Korban yang diduga terjangkit Ebola dikarantina dalam tenda-tenda berukuran besar.
1548174836891-ebola-5
Pasien Ebola yang berhasil selamat akan memiliki kekebalan terhadap virus Ebola. Sebagian dari mereka tetap tinggal di pusat penanganan Ebola dan menawarkan diri jadi sukarelawan.
1548174861196-ebola-7
Salah satu perawat beres memasang hiasan natal.
1548174887995-ebola-8
Karena suhu amat panas, staf pusat penanganan Ebola hanya kuat mengenakan baju pelindung selama satu setengah jam. Setelah itu, baju pelindung tersebut harus dibersihkan dengan disinfektan dengan protokol yang sangat ketat.
1548174968390-ebola-9
Seprei pengidap ebola tiap hari dicuci dengan desinfektan
1548175004265-ebola-10
Bila ada pasien baru yang masuk, semua barang bawaannya harus dibakar.
1548175999684-ebola-13
Prosedur ketat dilakukan agar tak ada satupun cairan penderita ebola yang masuk ke dalam. Prosedur ini mutlak dilakukan untuk menghindari penularan ebola lewat cairan tubuh.
1548235874392-ebola-20
Agar komunikasi antara pasien dan perawat lebih manusiawi, nama masing-masing perawat ditulis di dahi mereka.
1548175268309-ebola-14

1548175327154-ebola-16
Walau situasi memprihatinkan, sukarelawan dan pengidap ebola tetap berusaha merayakan Natal 2018
1548175440625-ebola-17
Karena kondisi keamanan yang tak kunjung stabil, wabah Ebola di Kongo makin susah diisolasi.
1548175522925-ebola-15
1548175226417-ebola-1
Sejak pertama kali wabah Ebola merebak di Kongo, dimulai pada 2019, dokter bereksperimen dengan memberi vaksin Ebola kepada penduduk. Sejauh ini, empat varian vaksin diuji coba. Meski tak menjamin penerimanya otomatis kebal terhadap virus, vaksin ini setidaknya meningkatkan kemungkinan selamat bila penerimanya terpapar Ebola.