Seks

Perempuan Tuh Bisa Mimpi Basah Gak Sih?

Dari penelusuran ilmiah, kayaknya selama ini kita sudah keliru mengartikan istilah "mimpi basah".
09 Juli 2020, 9:59am
perempuan ngorok sambil selimutan
Foto: Getty Images

Kurangnya pendidikan seks yang memadai dan komprehensif tentang tubuh perempuan mengakibatkan cewek-cewek tidak mengenali dirinya sendiri. Semasa remaja dulu, aku kira punya masalah inkontinensia karena celana dalam sering basah saat tidur. Aku tidak tahu habis mimpi basah. Karena selama ini, mimpi basah selalu dikaitkan sama laki-laki.

Kate, 28 tahun, berpandangan orgasme pada perempuan kurang diperhatikan karena “dunia ilmiah masih kental dengan seksisme”. Dalam wawancara Broadly pada 2017, jurnalis sains Angela Saini berujar “ada banyak psikologi evolusi buruk” yang menyiratkan perempuan lebih lemah daripada laki-laki. Dengan begitu, perempuan tidak mungkin bisa bermimpi basah.

Hanya karena perempuan tidak seperti laki-laki yang mengeluarkan banyak sperma saat mimpi basah, bukan berarti mereka tidak pernah mimpi erotis. Dr Sirin Lakhani, dokter kecantikan dan pakar kesehatan organ intim di Elite Aesthetics, mengatakan siapa saja bisa berorgasme saat tidur.

“Laki-laki dan perempuan dari segala usia bisa mimpi basah. Orang cenderung mulai mimpi basah saat pubertas dan menurun seiring bertambahnya usia,” terang Dr. Sirin. “Periode REM meningkatkan aliran darah ke klitoris, yang bisa menimbulkan rangsangan seksual dan orgasme.”

Perempuan akan mengalami perubahan fisiologis ketika mereka berorgasme dalam tidur, seperti detak jantung dan pernapasan meningkat bersamaan dengan derasnya aliran darah ke vagina. Ada juga faktor eksternal, seperti memikirkan gebetan atau pasangan sebelum tidur, tekanan atau gesekan dari tempat tidur, dan posisi tidur tengkurap. Dengan demikian, mimpi basah yang dialami perempuan tidak sejelas laki-laki. “Keluarnya cairan vagina bisa berarti kalian terangsang secara seksual tapi belum tentu berorgasme,” lanjutnya.

Untuk membuktikan perempuan juga bisa mimpi basah, aku mencari tahu bagaimana perempuan lain berorgasme saat tidur. Sarah, 22 tahun, yakin dia habis mimpi basah jika bangun tidur dalam kondisi tubuh bergetar dan terengah-engah. Dengan kata lain, tubuhnya merasakan sensasi seperti habis orgasme. Briar, 23 tahun, mengaku mimpi basah bikin “nguletnya sangat nikmat di pagi hari. Aku sering merasakan itu setelah orgasme.”

Walaupun istilah “mimpi basah” sering dikaitkan dengan orgasme, Kate dan Elle biasanya merasa sangat horni ketika bangun tidur. “Kalau mimpi basah, aku cenderung enggak sampai orgasme. Yang ada aku malah sange pas bangun,” ungkap Kate. “Mimpi basah membuatmu terangsang, ibarat habis foreplay. Itu masih termasuk mimpi basah meski tidak orgasme.”

Ucapan Kate membuatku bertanya-tanya apakah alasan mimpi basah pada perempuan jarang dibicarakan karena konteksnya terlalu terbatas pada cairan yang dikeluarkan. Namun balik lagi, mimpi basah tetaplah mimpi basah, tak peduli seberapa becek celana dalam kalian. Mungkin sudah saatnya kita memikirkan kembali penggunaan istilah “mimpi basah” ini.

@GINATONIC

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK