Sepakbola

Bundesliga Teruskan Liga Tapi Ditonton 'Hantu', Suporter Jerman Kecewa

"Sepakbola tidak akan berarti tanpa suporter," kata perwakilan suporter garis keras.
19 Juni 2020, 6:07am

Jerman telah melonggarkan lockdown. Pertokoan, restoran dan museum sudah beroperasi kembali. Kehidupan yang berangsur normal berarti pertandingan sepakbola dapat diadakan lagi.

Klub sepakbola Borussia Dortmund akhirnya bisa melawan Bayern Munich dalam laga Der Klassiker (The Classic). Akan tetapi, peraturan baru melarang fans mendatangi stadion. Mereka tidak puas menyaksikan pertandingannya dari jarak jauh.

“Sepakbola bukan apa-apa tanpa suporter. Tidak bisa hidup tanpa kami,” kata Aymen Gabsi, pendukung fanatik Dortmund.

Jurnalis olahraga Sebastian Wessling merupakan salah satu dari segelintir orang beruntung yang boleh nonton di stadion. Kepada VICE News, dia menggambarkannya sebagai “geister-spiele” alias “pertandingan hantu”.

Para pemain masih beradaptasi dengan realitas baru pasca-corona. “Tidak ada lagi jabatan tangan. Mereka tidak boleh pelukan setelah mencetak gol,” ungkap Sebastian.

Sebagian besar penggemar menonton pertandingan di rumah masing-masing karena pemerintah masih melarang pertemuan publik. Namun, klub penggemar Dortmund “Totale Offensive” punya solusi biar bisa menyaksikannya bareng suporter lain. Mereka mengadakan nobar jaga jarak untuk 30 orang, dan acaranya dilangsungkan dalam aula berkapasitas 150 orang.

“Saya pribadi merindukan sensasi nonton di stadion,” tutur Benjamin Sohn, anggota fan club yang memiliki tiket musiman.

Sayang sekali, pertandingannya tidak berjalan sesuai harapan Benjamin. Dortmund kalah satu gol.

Suporter Dortmund mungkin kecewa, tapi Bundesliga memperluas jangkauan penonton dengan cara ini. Liga olahraga di seluruh dunia, seperti NFL, tertarik mengikuti langkah Jerman. Sepakbola Italia, Spanyol dan Inggris termotivasi untuk memulai musim pertandingan pada Juni.

“Banyak yang bisa ditiru,” ujar Sebastian. “Yang paling penting pandemi tetap terkendali.”


Simak dokumenter VICE tentang berlangsungnya Bundesliga tanpa penonton di tautan awal artikel

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US