Iklan
iran

Iran Tahan Lelaki Perekam Video Pesawat Ukraina Tak Sengaja Ditembak Jatuh Militer

Presiden Iran Hassan Rouhani juga menyalahkan AS sebagai akar penyebab kecelakaan yang dipicu anak buahnya sendiri.

oleh Tim Hume
16 Januari 2020, 6:59am

Foto Presiden Iran Hassan Rouhani via Getty Images.

Iran mulai menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Ukraina pekan lalu, memenuhi janjinya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini.

Perekam kejadian pesawat yang tertembak rudal Iran tak lama setelah lepas landas juga ikut ditangkap. Video tersebut adalah bukti kunci yang bertentangan dengan pengelakan awal Iran.

Juru bicara pengadilan Iran Gholamhossein Esmaili mengatakan “sejumlah individu” telah ditangkap selama investigasi berlangsung, tetapi dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun, kantor berita semi-resmi Iran Fars membeberkan lelaki yang merekam dan menyebarkan video juga diamankan.

Aljazeera membenarkan laporan Fars. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran menahan lelaki itu untuk diinterogasi tentang peristiwa yang disaksikannya.

Penangkapannya diumumkan di hari yang sama ketika Presiden Iran Hassan Rouhani bersumpah akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan menghukum semua yang terlibat dalam kesalahan “yang tidak dapat diampuni”. Dia juga menyalahkan agresi AS sebagai salah satu “akar penyebab” kecelakaan pesawat.

Amerika ‘memanaskan situasi’

"Insiden semacam ini bisa terjadi gara-gara AS,” tukas Presiden saat berpidato di Teheran. “[Amerika] membuat situasinya semakin panas dengan mengancam keamanan dan merenggut nyawa orang-orang terkasih kami.”

Penerbangan Ukraine International Airlines tujuan Kyiv tak sengaja ditembak jatuh beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan balas dendam ke pangkalan militer AS di Irak atas pembunuhan jenderal Qassem Soleimani di Baghdad. Dari total 176 penumpang yang tewas, 82 di antaranya warga Iran dan banyak juga yang keturunan Iran.

Presiden Rouhani menyebut akan membentuk pengadilan khusus untuk menginvestigasi penembakan.

“Ini bukan kasus biasa. Seluruh dunia harus menyaksikan jalannya persidangan,” lanjutnya.

“Kami tahu kecelakaan ini suatu kesalahan, tetapi siapa saja yang terlibat dalam penembakan? Apa yang menyebabkan kecelakaannya?”

Warga murka ketika mengetahui pemerintah telah menutup-nutupi kesalahan tragis anggota militernya, sehingga mereka melancarkan serangkaian aksi protes menuntut pertanggungjawaban negara. Pada Sabtu, Iran baru mengakui tidak sengaja menembak pesawat Ukraina di tengah ketegangan yang tinggi dengan AS. Akhirnya janji dibuat untuk meredakan suasana.

Warga mengecam keras Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei selama demo, sehingga pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah massa di Teheran. Esmaili mengumumkan telah menangkap setidaknya 30 peserta demo ‘ilegal’ yang membahayakan keamanan nasional.

Dia menambahkan Teheran berencana mengajukan kasus pidana ke Pengadilan Kriminal Internasional atas pembunuhan Soleimani, yang disebutnya sebagai “tindakan terorisme.”

“Trump mengaku telah memerintahkan tindakan kriminal ini. Bukti terkuatnya sudah ada,” katanya.

Ada juga laporan yang saling bertentangan mengenai status penyelidikan, menyusul janji Iran melibatkan negara-negara yang terdampak — seperti Kanada, Ukraina, AS, dan Prancis.

Esmaili mengklaim Selasa telah mengirim salah satu kotak hitam pesawat ke Prancis untuk diperiksa. Akan tetapi, biro investigasi penerbangan Prancis memberi tahu NBC News belum menerimanya

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Tagged:
Trump
Irak
Kecelakaan Pesawat
Timur Tengah
Garda Revolusi
Konflik AS-Iran
Soleimani
Pesawat Ukraina
Pesawat Ditembak Jatuh