Iklan
Mahasiswa Abadi

Pesan Moral dari Cowok yang Kuliah S1 Sampai 11 Tahun

Charles Peak adalah sosok mahasiswa abadi dalam arti sebenarnya. Buat kalian di Indonesia yang belum lulus, jangan menyerah. Masih ada contoh mahasiswa abadi dari Australia ini. Hehehe...

oleh Maggie Coggan
15 Agustus 2018, 11:20am

All photos by the author

Setelah masuk kuliah, orang tua akan menganggap anaknya sudah dewasa. Mereka menaruh harapan penuh anaknya bisa bersikap mandiri dan dapat diandalkan. Akan tetapi, apa yang terjadi seringnya tidak sejalan dengan itu. Kita sering bolos kuliah atau dapat IPK jelek. Belum lagi harus mengulang mata kuliah tertentu. Alhasil, waktu kuliah yang seharusnya cuma empat tahun jadi terulur lebih lama.

Di Australia, ada satu sosok mahasiswa jadi legenda. Kami ingin sekali mengobrol dengan "mahasiswa abadi" yang belum lulus kuliah itu. Akhirnya, kami bertemu Charles Peak dari the University of Melbourne. Laki-laki 29 tahun ini berkuliah strata satu, selama 11 tahun. Dia gonta-ganti jurusan, sekarang sedang mengambil jurusan kimia. Pada kesempatan ini, dia mau berbagi pengalamannya menjadi mahasiswa abadi kepada VICE.

Charles berdiri dekat antrean kios sosis di kampusnya yang paling enak. Kok dia bisa tahu? Ya kuliah 11 tahun boss, hafal lah kuliner enak dekat kampus.

VICE: Kamu sudah 11 tahun kuliah S1 dan belum lulus juga. Jurusan apa yang pertama kali kamu ambil?
Charles Peak: Saya dulu ambil program double degree bisnis/sains pada 2007. Saya lebih suka jurusan sains daripada bisnis. Sebenarnya saya tidak begitu kepingin kuliah sih. Tapi mau bagaimana lagi? Apa jadinya kalau enggak kuliah? Waktu itu, orang banyak yang sukses dari internet. Berhubung saya suka IT, saya sempat berencana membuat situs web. Saya bakalan keluar kuliah kalau sudah kaya. Tapi saya langsung sadar kalau itu enggak akan terjadi.

Kenapa kamu keluar dari jurusan itu?

Saya jarang masuk kuliah dan kesulitan menuntaskan jurusan yang saya suka. Saya lanjut selama tiga tahun, tapi kampus sepertinya sudah enggak peduli. Akhirnya, saya beristirahat untuk beberapa waktu sebelum lanjut kuliah di jurusan kimia yang sekarang saya ambil.

Kuliah yang sekarang lancar?
Dosen dan kampus kayaknya sudah masa bodoh. Saya pernah menghadiri pertemuan Unsatisfactory Progress dan disidang karena dianggap tidak becus kuliah. Proses sidangnya benar-benar memalukan.

Baca di perpus, hidup yang selow. Itulah realitas mahasiswa abadi

Kamu pernah ngerasa malu karena kelamaan kuliah?
Malu pastinya. Saya selalu kepikiran apa yang salah denganku setiap kali menyaksikan mahasiswa angkatan bawah lulus dan mulai kerja.

Mungkin kamu orangnya santai.
Sepertinya saya bisa seperti ini karena enggak punya gambaran mau jadi apa nanti. Saya mencoba nikmati saja, meskipun suka malu. Orang tua juga kadang menyindir soal ini, tapi saya tidak pernah menyesali ini.

Apa pengaruhnya kuliah lama banget pada diri sendiri?
Saya memang sering memikirkan soal ini, tapi enggak terlalu ngaruh sama diri sendiri. Saya tidak bodoh. Saya gagal karena kurang serius belajar. Kadang suka mikir kenapa saya tidak becus kuliah, tapi ini tidak pernah membuatku tertekan. Dulu ibu sempat khawatir, tapi sekarang dia sudah bersyukur banget kalau saya tetap kuliah.

Bagaimana dengan hubungan percintaanmu?
Cukup menguntungkan, karena saya bisa bertemu banyak orang di kampus. Masalahnya cuma saya sudah kelewat tua. Susah cari orang yang sepantaran.

Bagaimana kalau lulus nanti?
Agak takut. Saat kuliah, saya tahu apa yang harus dilakukan. Saya enggak tahu bakalan seperti apa nanti setelah lulus.

Sudah ada rencana setelah lulus kuliah nanti?
Saya suka bekerja sendiri dan sering jadi programmer lepas. Rasanya lebih bebas. Saat ini, saya sedang membuat situs web untuk pelajar. Semoga saja proyeknya sukses.

Kira-kira apa tanggapan orang kalau kamu gagal lulus?
Paling mereka akan mencibir, "kuliahnya nambah setahun lagi nih?" Kayaknya enggak akan ada yang kaget sih, soalnya mereka sudah paham dengan kelakuanku.

Follow Maggie di Twitter

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia