Bayar Aplikasi Kencan Itu Cuman Buang Duit

Kalau kamu pengin dapat match yang lebih baik dan lebih banyak di Tinder, Bumble, OkCupid atau aplikasi lainnya, mendingan fokus memperbaiki profil alih-alih upgrade ke versi berbayar.

|
Sep 15 2018, 8:00pagi

Ilustrasi Daniel Zender

Kalau kamu sudah pernah menggunakan aplikasi kencan, kamu pasti sudah tahu kalau aplikasi-aplikasi gratis ini berusaha merayumu untuk “upgrade” ke versi berbayar demi akses-akses spesial. Berkisar dari US$10 (Rp148.000) hingga US$35 (Rp500.000) per bulan, upgrade ini menawarkan mulai dari jasa agar profilmu dibaca pengguna-pengguna yang lebih “hot” hingga memberitahumu ketika seseorang membaca pesan yang kamu kirim.

Kebanyakan orang ogah membayar hanya agar bisa bertemu orang baru. Hanya kurang dari tiga persen dari jutaan pengguna aplikasi kencan online di AS yang membayar, menurut data finansial yang dikumpulkan oleh perusahaan peminjaman uang, Earnest. Tapi ini toh tak menghentikan para perusahaan jasa ini dari mempromosikan upgrade mereka besar-besaran. Di aplikasi Bumble misalnya, kamu sering diminta untuk upgrade setelah beberapa kali nge-swipe—tidak peduli biarpun tawaran ini selalu kamu tolak.

Untuk mencari tahu apakah upgrade ini sebetulnya berfaedah, saya berbicara dengan para pencipta aplikasi kencan tentang apa yang ditunjukkan data-data mereka. Saya juga bertanya ke para pengguna untuk berbagi seputar pengalaman mereka setelah upgrade akun. Kesimpulannya? Biarpun beberapa pengguna beruntung mendapatkan lebih banyak kencan setelah membayar—karena memang dari awal mereka sudah di-swipe kanan oleh orang lain—seringkali membayar untuk upgrade-upgrade ini mubazir.

Bagaimana versi upgrade berbayar bisa bermanfaat

Bagi beberapa orang, ada manfaat nyata dari upgrade ke versi berbayar. Laki-laki yang membayar di aplikasi Coffee Meets Bagel, misalnya, memiliki “43 persen angka koneksi (mutual like atau saling suka) lebih tinggi dibanding yang tidak membayar,” ujar pencipta aplikasi tersebut, Dawoon Kang. Dia menambahkan bahwa panjangnya percakapan meningkat sebanyak 12 persen apabila pengguna upgrade ke versi berbayar US$35 sebulan.

Kristie Colorado, seorang pekerja di bidang transportasi di New York mengaku tidak menyesal telah membayar untuk versi upgrade. Perempuan berumur 27-tahun ini mulai menggunakan versi gratis Tinder setelah putus asmara di zaman kuliah dan mulai membayar pada 2016. “Saya mulai lebih cepat bertemu orang baru dibanding ketika tidak membayar,” ujarnya. Dia mengaku bisa mendapat sekitar lima match sehari menggunakan Tinder Gold untuk $15 (Rp222 ribu) sebulan. Hasilnya? Dia sudah banyak mendapatkan kencan dan bahkan juga pacar beberapa kali.

“Orang sering mengatai saya desperate karena membayar untuk sebuah jasa yang bisa digunakan secara gratis,” ujarnya. “Tapi ketika saya menggunakan Tinder versi gratis, saya hanya mendapat satu atau dua match sehari, karena butuh jauh lebih lama untuk melewati semua kandidat dan menunggu para lelaki nge-swipe balik.”

Dating apps are always pushing you to upgrade to a paid version. Here are some offers from Coffee Meets Bagel, Tinder, and Bumble.

Kapan membayar upgrade itu percuma

Tidak semua orang yang membayar puas dengan hasilnya. Danny Soto, seorang ahli tech support berumur 29 tahun dari Houston mengaku telah menghabiskan sekitar US$250 (Rp3,7 juta) untuk Plenty of Fish, OkCupid, dan Tinder dalam satu dekade terakhir. Seringkali, Soto mengaku dia menggunakan aplikasi tersebut untuk mencari hubungan serius tapi ujung-ujungnya hanya untuk kencan ketika dia belum siap untuk sesuatu yang bersifat jangka panjang.

DIa berhenti membayar versi ugrade beberapa bulan lalu, karena dia sedang tidak mencari hubungan serius. “Kalau kamu hanya mencari seks, membayar itu percuma,” ujarnya. “Situs berbayar memang bisa mempermudah situasi,” karena kamu bisa melihat siapa yang sudah like kamu, “tapi semua ini percuma kalau kamu tidak dianggap menarik oleh lawan bicaramu.”

Membayar aplikasi kencan tidak lantas berarti kamu akan mendapat lebih banyak kencan

Kadang upgrade ke versi berbayar tidak membantu prospekmu sama sekali. “Saya baru mulai membayar satu bulan terakhir ini demi kesempatan bertemu laki-laki ketika saya pulang ke kampung di Texas untuk sementara,” ujar Liam Evans, seorang mahasiswa fotografi berumur 21 tahun di Toronto yang saat ini tengah menggunakan Tinder Plus. “Namun, jumlah kencan saya belum naik semenjak upgrade,” jadi dia tidak berencana memperpanjang upgrade tersebut.

“Logika saya ketika upgrade adalah bahwa ini akan memberikan saya kesempatan untuk bertemu orang di negara lain, dengan harga sekotak pizza saja. Tapi sejauh ini, app ini belum mengubah banyak dunia kencan saya, dan pengalaman saya menggunakan aplikasi juga belum banyak berubah.”

Bagaimana pengguna bisa mendapatkan lebih banyak kencan secara cuma-cuma

Kalau kamu ingin mendapatkan lebih banyak kencan, banyak strategi lain yang mungkin lebih efektif.

Mulai dengan foto profilmu. “Sebuah foto itu bernilai ribuan kata,” ujar Alex Williamson, Chief Brand Officer di Bumble. “Foto pertamamu seharusnya foto diri favorit dan foto terbaru.”

Makin banyak makin baik. “Kami menemukan bahwa orang yang mengunggah enam foto memiliki pengalaman lebih baik di platform kami karena kamu benar-benar menceritakan siapa dirimu sesungguhnya,” tambah Williamson. Prinsip yang sama berlaku untuk penjelasan profilmu. Menurut Kang dari Coffee Meets Bagel, pengguna dengan profil yang lebih panjang dan menghabiskan lebih banyak waktu ngobrol dengan potensial teman kencan memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan pasangan.

Tidak yakin harus bagaimana mengubah profil? Coba ambil waktu untuk menuliskan beberapa interest dan hobimu agar potensi teman kencanmu punya bayangan seperti apa kamu dan apa yang kamu lakukan di waktu senggang. Profil yang cerdas adalah salah satu cara terbaik untuk memulai percakapan, ujar Williamson, yang nantinya bisa berujung pada sebuah kencan. “Melewati basa-basi dan sekedar mengatakan ‘hi’ dan mulai pedekate—secara menarik, menunjukkan kepribadianmu, dan mengundang banter—selalu berujung ke hubungan yang sukses.”

Kalau kamu belum beruntung dengan satu situs kencan gratis tertentu, coba ganti ke yang lainnya. Pasang profilmu di banyak situs sekaligus karena mungkin ada situs tertentu yang lebih cocok buatmu.

Ujung-ujungnya, menaruh dirimu di luar sana, di dunia digital itu gratis kok. “Tidak ada biaya untuk memamerkan dirimu sendiri secara pantas,” tambah Kang. “Kunci dari koneksi yang sukses ada pada dirimu sendiri.”

Biaya upgrade—dan apa yang kamu dapat

Bumble Boost: hingga $25 (Rp370 ribu) sebulan untuk melihat siapa yang sudah nge-like profilmu, bisa match ulang dengan koneksi yang sudah lewat masa berlakunya, dan memperpanjang waktu match selama 24 jam.

Coffee Meets Bagel Premium: hingga $35 (Rp517 ribu) sebulan untuk akses eksklusif ke laporan aktivitas pengguna dan notifikasi ketika seseorang sudah membaca pesanmu. Kamu juga mendapatkan “beans”, yang bisa digunakan untuk menghubungi anggota lain.

OkCupid Premium A-List: hingga $25 (Rp370 ribu) sebulan untuk satu boost otomatis gratis per hari saat jam-jam prima (yang menunjukkan profilmu ke lebih banyak pengguna), kesempatan untuk melihat dan dilihat oleh para pengguna yang lebih menarik, plus semua fitur A-List.

Tinder Plus: hingga $20 (Rp295 ribu) sebulan untuk nge-swipe kanan secara tidak terbatas, mundur ke swipe terakhir, lima Super Likes sehari, satu Boost setiap bulan dan dijadikan salah satu profile terpopuler di areamu, dan sebuah fitur passport yang membuatmu bisa mengubah lokasi dan nge-swipe dengan seluruh dunia.

Tinder Gold: hingga $30 (Rp443 ribu) sebulan untuk melihat siapa yang sudah nge-like kamu, plus semua fitur dalam Tinder Plus.

More VICE
Vice Channels