Iklan
Dokumenter VICE

Kisah Tunawisma Sukses Jadi Sutradara Film Horor

Tonton dokumenter baru VICE, 'The Homeless Film Director' yang menggambarkan kisah hidup inspiratif David Fussell menggarap film sembari hidup di emperan toko.

oleh VICE UK
16 April 2019, 7:05am

Foto dari arsip VICE UK 

David Fussell sejak kecil bermimpi menjadi sutradara film. Semasa muda, dia tinggal di kota kecil Wales, bekerja sebagai mekanik bengkel. Saat kedua orang tuanya meninggal, rumah yang diwarisinya rusak akibat bencana banjir. Ongkos perbaikan butuh biaya setara Rp1,65 miliar. Dia tak bisa membayarnya dan jatuh miskin.

Di titik itu, dia mengambil keputusan ekstrem. Daripada bersedih karena jatuh miskin gara-gara rumah yang kebanjiran, sekalian saja dia mewujudkan mimpinya dengan membiayai, menulis, memproduksi, sekaligus menyutradarai film action-spy-horor berjudul Mystic Demon Killer. Keputusannya bikin film butuh dana amat besar, sehingga ia sekalian terpaksa menjual rumahnya. Namun, David tetap semangat.

Setelah syuting filmnya rampung, dia naik kereta ke London, Ibu Kota Inggris, tanpa membawa apapun kecuali data mentah filmnya di sebuah hard disk. Tujuannya adalah menyelesaikan produksi film tersebut, lalu menjualnya ke produser-produser. David memperoleh bantuan berbagai organisasi amal untuk membantunya mewujudkan visi jadi sutradara, walau kekurangan biaya.

David menghabiskan empat setengah tahun terakhir tidur di emperan department store kawasan pusat kota London. Untuk menyunting filmnya, dia mengunduh software gratis di komputer kantor yayasan pendamping tuna wisma.

VICE mengikuti kehidupan sehari-hari David, dari awal menjajakan film di medsos, sampai menjelang premier filmnya di bioskop. Ia membawa kami keliling London, menunjukkan tempat-tempat yang bermakna baginya.

Produsen/sutradara Grant Armour dan produsen Kieran Nagre dari tim VICE, merasa kisah David sangat inspiratif. "Sebagian besar liputan mengenai tunawisma cenderung berkaitan dengan angka dan persentase. Lama-lama kita menjadi kurang peka terhadap nuansa lain seperti yang dihadapi David," ujar Kieran. "Saya berharap kisah David dapat memanusiakan isu tunawisma dan gelandangan."

"Dokumenter ini pada awalnya akan pendek saja, tak sampai 10 menit" kata Grant, "tetapi berdasarkan pertemuan kami dengan David, kami sadar ceritanya panjang dan rumit. Saya memutuskan umengikuti David menjalani kehidupan sehari-harinya, sejak ia bangun tidur pada jam 5 pagi, mencari tempat wifi agar bisa mempromosikan filmnya, mengedit filmnya pakai software gratisan, sampai ia tidur lagi di emperan pada malam hari."

Grant dan Kieran sekaligus memperlihatkan berbagai detail menarik yang tak tertangkap statistik-statistik soal kemiskinan di perkotaan, serta membalik berbagai persepsi negatif terhadap tunawisma.

"Seperti yang dikatakan David, tunawisma adalah orang yang menjalankan hidup seperti manusia biasa," kata Kieran. "Sebagian besar liputan media memerankan tunawisma sebagai pecandu narkoba, pemalas, atau penipu. Berbagai liputan itu mendorong stigma terhadap tunawisma dan menimbulkan persepsi negatif bagi masyarakat."

Sikap David yang optimis jadi kekuatan utama dokumenter VICE ini. Grant berharap orang yang menonton dokumenter ini bisa lebih memahami bahwa tunawisma bukan pemalas. "Masyarakat butuh strategi yang lebih holistik untuk membantu orang yang terpaksa jadi tunawisma dan gelandangan."


Tonton dokumenter The Homeless Film Director di tautan awal artikel ini.

Sewa atau beli 'Mystic Demon Killer' disini

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.