Iklan
Si Lumba-Lumba

Layaknya Manusia, Lumba-Lumba Jantan Ternyata Suka Pilih-Pilih Teman

Lumba-lumba menurut peneliti lebih suka ditemani sobat yang dia percaya saat mencari mangsa.

oleh Sarah Emerson
14 Juni 2019, 12:00pm

Foto: Getty Images/David Tipling

Lumba-lumba punya hubungan sosial yang rumit. Mereka hidup berkelompok, menghindari saingan, dan bahkan punya panggilannya sendiri buat kawan mereka. Mereka juga cuma mau berteman dengan lumba-lumba lain yang minatnya sama. Kurang mirip apalagi coba sama manusia?

Sebuah penelitian berfokus pada lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik di Shark Bay Australia Barat menemukan bahwa lumba-lumba jantan lebih suka mencari makan bareng teman. Mereka bahkan hanya menjalin pertemanan sesuai dengan alat yang mereka pakai saat melakukannya.

Lumba-lumba di Shark Bay terkenal akan penggunaan alat pencari mangsa mereka—khususnya spons laut yang digunakan sebagai pelindung paruh ketika mereka menyelami dasar lautan untuk mencari ikan. Para ilmuwan mengamati perilaku “sponger” ini dalam risetnya.

A bottlenose dolphin with a sea sponge in Shark Bay, Western Australia.
Seekor lumba-lumba hidung botol saat menggunakan mencari mangsa menggunakan sponge laut di Shark Bay. Foto oleh: Stephanie King

Data yang dikumpulkan dari 124 lumba-lumba jantan selama sembilan tahun menunjukkan spongers saling berhubungan satu sama lain karena mereka memiliki teknik mencari makan yang mirip. Berdasarkan temuan yang diterbitkan di Proceedings of the Royal Society B, mereka yang melakukan ini lebih sering menghabiskan waktu bersama-sama.

“Penggunaan spons menyita waktu dan sebagian besar dilakukan sendirian sehingga tak lagi dianggap sesuai dengan kebutuhan lumba-lumba jantan di Shark Bay, yaitu membentuk kelompok dengan jantan lain,” terang Simon Allen, peneliti senior di jurusan biologi University of Bristol.

Tim meneliti subset dari 13 lumba-lumba sponger dan 24 non-sponger dari 2007 hingga 2015. Hasil analisis mereka menunjukkan bahwa non-sponger juga membentuk kelompok seperti sponger, dan kegiatan bersosialisasinya memiliki proporsi waktu yang sama.

Sejumlah ilmuwan sudah pernah meneliti jenis pertemanan ini pada lumba-lumba betina di Shark Bay. Janet Mann, ahli ekologi perilaku di Georgetown University yang mempelajari populasi ini menjelaskan, spons paling sering digunakan oleh betina karena “tekanan selektif yang mereka hadapi sambil membesarkan anak.” Menurut Mann, mencari makan di bebatuan bisa menghasilkan mangsa yang tak mungkin ditemukan lumba-lumba lain.

Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang kehidupan lumba-lumba jantan.

“Ikatan kuat antara lumba-lumba jantan bisa bertahan selama berpuluh-puluh tahun, dan sangat penting bagi keberhasilan proses kawin setiap jantan,” kata Manuela Bizzozzero, ketua peneliti yang berprofesi sebagai ahli genetika evolusi di University of Zurich, dalam pernyataan resminya.

“Kami senang bisa mengetahui soal hubungan antara sponger, lumba-lumba yang menjalin persahabatan berdasarkan sifatnya,” tutur Bizzozzero.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard