Iklan
Dokumenter VICE

Astronot Buzz Aldrin Menonjok Lelaki yang Sebut Pendaratan di Bulan Rekayasa NASA

Pada 2019, kita merayakan 50 tahun pendaratan Apollo 11 di Bulan. Ternyata banyak orang percaya konspirasi meragukan keaslian misi tersebut. Astronot yang ikut di Apollo 11 jadi muntab.

oleh Caroline Pahl
22 Juli 2019, 4:23am

Bart Sibrel adalah sutradara dokumenter yang selama 30 tahun terakhir berusaha membuktikan pendaratan di bulan cuma rekayasa. Foto oleh VICE News.

Pada 20 Juli 2019 lalu, para pecinta astronomi merayakan 50 tahun keberhasilan pendaratan di Bulan. Itu momen penting dalam pencapaian teknologi sepanjang sejarah umat manusia. Namun, berselang setengah abad, masih banyak penganut teori konspirasi yang percaya pendaratan wahana Apollo 11 di permukaan satelit Bumi cuma hoax yang dirancang Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Salah satu orang yang percaya teori konspirasi tersebut adalah Bart Sibrel, sutradara film dokumenter. Dia sampai ditonjok salah satu astronot Apollo 11 Buzz Aldrin, setelah memaksa Buzz bersumpah demi Alkitab kalau betulan pernah ke bulan.

"Saya rela mempertaruhkan nyawa saya dan berkukuh bahwa misi pendaratan bulan itu palsu," ujar Bart kepada VICE News.

Randy Walsh juga orang yang meragukan keberhasilan AS mengalahkan Uni Soviet dalam perlombaan misi antariksa pada dekade 60'an—puncak Perang Dingin antara dua negara adi daya tersebut. Walsh menyebut dirinya sendiri "penyelidik pendaratan bulan" yang berbasis di Toronto, Kanada. Ia menulis buku dengan tema pemalsuan pendaratan di Bulan, berjudul The Apollo Moon Missions: Hiding a Hoax in Plain Sight.

"Saya yakin dalam waktu dekat semua pihak yang terlibat akan mengakui jika pendaratan Misi Apollo di Bulan dulu rekayasa belaka," katanya.

Marcus Allen setali tiga uang dengan dua nama sebelumnya. Dia fotografer sekaligus penggemar teori konspirasi yang menerbitkan majalah berjudul Nexus. Majalah tersebut mengulas berbagai macam hoax dan teori konspirasi terkenal, termasuk pemalsuan pendaratan di Bulan. Allen meyakini rekaman pendaratan Buzz Aldrin dan Neil Armstrong hanyalah efek visual pekerja film Hollywood.

Tujuan hoax ini adalah memanas-manasi pemerintah Soviet, lalu membuat negara komunis itu bangkrut karena terpacu mengongkosi pengembangan misi antariksa yang teknologinya masih belum dikuasai umat manusia.

"Kalau orang mau percaya astronot AS pernah mendarat di Bulan, itu urusan mereka," kata Marcus. "Pokoknya saya sudah tahu semuanya palsu. Dibuat-buat. Kita semua dibohongi."

Tonton dokumenter VICE News tentang komunitas yang meyakini kepalsuan pendaratan di bulan lewat tautan di atas.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.